Pentingnya Pemupukan Tanaman Jahe Merah

bibit jahe merah

Tiap tanaman butuh nutrisi untuk hidup. Dan tanah menyediakan itu. Namun, tak selamanya, tanah bisa memberi apa yang dibutuhkan oleh tanaman. Perlu penambahan nutrisi pada tanah agar bisa memenuhi kebutuhan tumbuh sebuah tanaman. Tak terkecuali bibit jahe merah. Ia perlu pupuk untuk bisa berkembang dan menghasilkan rimpang sehat dan subur.

Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat tanaman tumbuh dan berproduksi secara optimal. Namun, cara yang paling gampang dan lazim adalah dengan memberi tambahan nutrisi ke tanah menggunakan pupuk, baik itu organik maupun nonorganik.

Pupuk adalah bahan yang terdiri dari satu atau lebih unsur hara yang bisa menutrisi tanaman sehingga bisa tumbuh secara optimal. Pupuk bisa berbentuk padat ataupun cair. Terbuat dari berbagai macam bahan, pupuk bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik.

Manfaat Pupuk Bagi Tanaman Jahe Merah

Ada beragam jenis pupuk. Dan pupuk memiliki dosis dan kegunaan masing-masing. Namun, hal yang pasti didapat jika kita menggunakan pupuk antara lain adalah:

  1. Mempercepat pertumbuhan tanaman

Tanaman selalu butuh nutrisi untuk tumbuh. Dan pupuk menyediakan itu. Jika Anda bisa menerapkan dosis pupuk dengan pas, maka dampak positiflah yang akan didapatkan. Namun, dalam beberapa kejadian pupuk malah bisa menjadi ancaman. Pemberian dosis yang tak pas, dan menggunakan pupuk yang tak cocok bahkan bisa merusak tanah maupun tanaman.

  1. Mempercepat dan meningkatkan hasil produksi

Pengolahan tanah secara terus menerus perlahan membuat tanah kehilangan unsur hara. Jadi, pupuk berfungsi untuk menyediakan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bagi pembudidaya, pemberian pupuk hukumnya wajib.

  1. Menyingkirkan penyakit dan hama pada tanaman budidaya

Selain dapat meningkatkan hasil produksi dan mengoptimalkan pertumbuhan, pupuk ternyata bisa meningkatkan kesehatan tanaman. Menjaga kesehatan tanaman sangat penting. Sebab, apabila tanaman tumbuh tak sehat, maka tanaman itu akan mudah terserang penyakit dan hama. Ia akan lebih rentan mati ketika ada suatu hal menyerang.

  1. Memperbaiki tanah dan merekayasa area tanam

Kadang petani mendapati lahan yang mereka tempati tak subur. Nah, di sinilah fungsi pupuk. Pada lahan yang kurang subur, pupuk akan membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman. Artinya, pupuk dapat merekayasa area tanam yang semula tak cukup subur menjadi subur dan baik untuk tanaman.

  1. Merangsang pertumbuhan akar dan rimpang

Bagi tanaman jahe merah, pemberian pupuk dapat merangsang dan mempercepat pembesaran rimpang. Makin besar rimpang, makin besar pula keuntungan yang akan diperoleh oleh petani jahe merah.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Pemupukan Tanaman Jahe Merah

Agar tak salah memupuk, petani harus memperhatikan beberapa hal. Dalam pemupukan, banyak yang perlu diperhatikan dengan cermat oleh seorang pembudidaya. Pembudidaya harus tahu jenis pupuk, dosis, dan intensitasnya. Dosis ini memperhatikan kondisi tanaman. Jika jahe merah telah subur, maka tak perlu dosis terlalu tinggi. Tanaman subur menandakan bahwa tanaman sudah cukup nutrisi. Namun, sebaliknya, apabila tanaman tak tampak subur, Anda bisa memberikan dosis yang lebih banyak.

Sebelum pemupukan dimulai, Anda haruslah tahu terlebih dahulu apa tujuan Anda memupuk. Apabila pemupukan tersebut bertujuan agar bisa panen jahe usia muda (8-10) bulan, maka pemupukan perlu dilakukan dua kali.

  1. Tahap Pertama

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di media pembesaran selama 1 bulan. Pemupukan ini bertujuan menambah nutrisi yang bermanfaat untuk tanaman. Selama di media pembesaran, tanaman jahe akan banyak menyerap kalium dan nitrogen.

Anda harus bisa memberikan nutrisi secara seimbang. Biasanya, dalam pemupukan tahap pertama pembudidaya memberikan urea (N) dengan dosis 150 kg per hektar.

  1. Tahap Kedua

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di dalam media pembesaran selama 3,5 – 4 bulan. Sebaiknya, jangan pupuk tanaman jahe yang sudah berusia di atas 5 bulan. Sebab, pada usia di atas lima bulan, daun jahe mulai luruh dan menguning. Pada masa itu, taman jahe sedang fokus pada pertumbuhan rimpangnya.

Di tahap kedua ini, pupuk yang biasa digunakan adalah KCL. Kita juga bisa menambah dengan pupuk kandang, urea, dan TSP. Campuran pupuk bisa bermanfaat bagi penggemburan tanah. Yang akhirnya dapat membantu rimpang tumbuh.

Dosis yang digunakan pada tahap kedua ini berbeda-beda tiap jenisnya. Jika Anda menggunakan pupuk urea, dosisnya 250 kg per hektar. Sedangkan pupuk kandang 20 ton per hektar; TSP sebanyak 125 kg per hektar; dan KCL 125 per hektar.

Namun, jika Anda menginginkan pemanenan pada usia jahe yang tua, maka pemupukan dilakukan sebanyak 4 kali. Tujuan pemupukan adalah untuk menjaga rimpang agar tak membusuk ketika dipanen. Untuk pemberian pupuk pada pemanenan jahe tua, akan kami ulas dalam artikel tersendiri.

**

Pemberian pupuk ini harus dilakukan secara telaten. Jangan sampai salah memberi pupuk dengan dosis dan jenis yang salah. Pun Anda tak bisa untuk memberikan pupuk ke tanaman dalam sembarang waktu. Proses yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Jangan sampai niat baik Anda untuk membuat jahe tumbuh dan berproduksi maksimal malah berbuah hal yang tak diinginkan hanya karena keteledoran memberi pupuk. Begitu.

Apabila Anda mulai tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Inilah Penyebab Jahe Merah Gagal Panen

bibit jahe merah

Kini, banyak orang yang mulai membudidayakan jahe merah. Bibit jahe merah pun sudah banyak dijual di berbagai tempat. Hal ini tak lepas dari ramainya wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia.  Sehingga, bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Jahe merah menjadi pilihan alternatif obat herbal yang hits di pasaran.

Jahe merah mengandung minyak atsir yang cukup tinggi di banding jenis jahe lainnya. Di dalam jahe merah terdapat banyak kandungan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan menangkal penyakit. Jahe merah dipercaya ampuh untuk meningkatkan imun sehingga manusia tak gampang terserang penyakit. Disebutkan dari berbagai sumber, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat.

Banyaknya permintaan jahe merah otomatis membuat prospek bisnis jahe merah makin tinggi. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang. Memang, di Indonesia, untuk membudidayakan jahe merah tidaklah terlalu susah. Hal ini dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Indonesia sangat mendukung bagi pertumbuhan tanaman jahe merah.

Dengan kondisi iklim tropis, Indonesia adalah wilayah yang sangat mendukung untuk menanam jahe merah. Pada awal penanaman, jahe merah memang membutuhkan curah hujan yang tinggi. Jahe merah muda (sekitar 0-4 bulan) butuh curah hujan tinggi. Jadi, untuk menanam jahe, baik dimulai pada pertengahan musim penghujan atau awal musim penghujan. Sehingga, ketika tanaman mulai berusia 5-8 bulan, curah hujan sudah mulai berkurang dan tak terlalu tinggi. Fase itu sangat cocok untuk jahe merah dewasa.

Namun, bukan berarti tak ada risiko dan ancaman dalam budidaya jahe merah. Seperti tanaman lain, banyak ancaman yang bisa membuat pembudidaya menjadi gagal panen. Mulai dari hama hingga penyakit yang bisa berakibat fatal pada tanaman jahe merah. Penyakit dan hama yang parah tentu dapat membunuh tanaman dan membuat petani jahe tak dapat untung tapi dapat rugi.

Meski begitu, Anda tak perlu khawatir akan hal itu. Sebab, dengan perawatan yang intensif dan ketelatenan, Anda bisa mencegah serangan hama dan penyakit yang berakibat fatal pada jahe merah.

Serangan Hama yang Mengancam Jahe Merah

Hama adalah momok menakutkan bagi petani. Salah satunya adalah hama kepik. Kepik adalah serangga yang sering hidup di area persawahan. Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Hama ini sangat kecil. Kepik memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm. Warna kepik pun beragam. Ada yang berwarna kemerahan, kuning, bahkan coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar.

Induk hama kepik memisah telur-telur itu dengan tujuan agar larva kepik tak berebut makanan ketika larva sudah menetas. Setelah menetas, larva-lava ini akan menjadikan daun jahe merah sebagai makanan mereka. Petani bisa dengan mudah menandai kepik mana yang sudah menetas. Caranya adalah dengan melihat daun-daun tanaman jahe sudah berlubang atau belum.

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

Hama Lalat pada Jahe Merah

Selain kepik, hama yang dapat mengancam jahe merah adalah lalat. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Lalat rimpang jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Namun, lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.

Untuk mengatasi lalat jenis ini tak terlalu berbeda dengan lalat sebelumnya. Petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Petani juga bisa mengatasinya dengan tindakan sanitasi atau membersihkan sisa tanaman yang rusak karena larva lalat. Hal tersebut berfungsi untuk memutus siklus hidup lalat.

Syahdan, setelah populasinya berkurang, petani bisa mulai menyemprotnya dengan cairan kimia. Untuk lalat jenis ini petani bisa menggunakan insektisida Curacron 500 EC dengan dosis yang sesuai aturan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Rahasia Jahe untuk Kecantikan

bibit jahe merah

Jahe merupakan tanaman obat yang masyhur dan kerap digunakan di Indonesia. Karena pemanfaatannya yang beragam, konsumsi jahe sangatlah tinggi. Jahe selalu menjadi komoditas yang diincar di pasaran. Dari berbagai jenis jahe yang diburu, jenis jahe merahlah yang kini sedang naik daun. Begitu pun bibit jahe merah, kini banyak dicari untuk dibudidayakan.

Minuman yang terbuat dari susu yang dicampur dengan jahe geprek sangatlah lezat. Begitupun dengan kue jahe atau makanan lain yang dicampur dengan jahe sama enaknya. Rasanya yang khas dan efeknya yang hangat membikin jahe sebagai primadona. Namun, dibalik cita rasa yang khas dan manfaat yang berlimpah dari rimpang ajaib satu ini. Ternyata, jahe juga merupakan rempah yang sering digunakan sebagai bahan kecantikan alami.

Jahe bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk kecantikan. Jahe dapat dibikin masker wajah yang dapat menghasilkan kecantikan alami. Karena kandungannya yang baik jahe memang sangat direkomendasikan untuk kecantikan.

Guna merasakan khasiat dari jahe, Anda ada baiknya mencoba memanfaatkan rimpang-rimpangan ini di rumah. Jika Anda penasaran apa saja khasiat yang dimiliki jahe, di bawah ini adalah beberapa di antaranya:

Pemerah bibir

Orang biasa memerahkan bibir dengan memakai lipstik atau dengan teknik sulam. Namun, ternyata, ada bahan alami yang bisa membuat bibir terlihat merah atau merah muda. Bahan alami itu adalah jahe. Jika Anda ingin bibir dengan tampilan warna merah alami, pakailah jahe sebagai lip balm yang dikombinasikan dengan dadih dari susu. Buat campuran itu sebagai masker pada bibir Anda. Lalu, diamkan selama 15 menit, kemudian bilas menggunakan air hangat sampai benar-benar bersih.

Jahe membantu mengangkat sel kulit mati di wajah

Anda mungkin hampir setiap hari memakai sabun muka, krim, atau masker wajah untuk mengangkat sel kulit mati pada wajah.  Namun, ternyata, jahe bisa dimanfaatkan untuk itu. Anda bisa mengandalkan jahe merah sebagai bahan utama masker wajah untuk pengangkatan sel kulit mati.

Caranya sangat mudah. Anda bisa memulainya dengan menyiapkan 4 sendok makan perasan jahe, 1 sendok makan irisan kulit jeruk, dan 1 sendok makan gara. Kemudian, Anda bisa mulai mengaduk ketiga bahan tersebut hingga rata. Lalu, pakai pada kulit wajah Anda secara merata dan biarkan selama 25 menit.

Setelah 25 menit, Anda bisa memulai membilas wajah dengan air dingin sampai bersih. Perawatan ini bisa dilakukan secara rutin dan teratur dua kali dalam satu minggu. Dengan begitu, masalah sel kulit mati pada wajah Anda seketika akan teratasi.

Mengatasi bintik hitam di wajah

Jika Anda memiliki masalah wajah, seperti noda hitam, mungkin itu akan sangat mengganggu penampilan Anda. Dengan noda atau bintik hitam tersebut, penampilan Anda tidak maksimal. Namun, melalui manfaat yang terkandung dalam jahe merah, Anda mulai bisa mengatasinya.

Masker yang dibuat dari jahe merah dapat menghilangkan bintik-bintik gelap tersebut. Memang dengan kandungan minyak atsiri yang ada pada jahe bisa membuat wajah Anda terasa panas saat menggunakannya, namun cara inilah yang sangat ampuh untuk membersihkan wajah.

Teknisanya begini: Anda bisa memarut jahe sesuai kebutuhan. Kemudian, masukkan parutan tersebut ke dalam wadah kecil yang berisikan air teh hijau. Lalu, basuh wajah dengan memberi sedikit gosokan kecil.

Membuat Masker Wajah dari Jahe

Siapa yang tak ingin memiliki kulit cerah, bersih, dan bercahaya? Semua orang mendambakannya. Oleh karenanya, banyak orang yang rela merogoh kocek cukup dalam untuk melakukan perawatan.

Dengan beberapa khasiat yang telah disebut di atas, kita dapat tahu bahwa jahe memiliki manfaat untuk merawat kecantikan. Anda bisa memilih jahe sebagai alternatif untuk merawat kecantikan Anda.

Dilansir dari styleraze.com, rimpang pada jahe mengandung bermacam nutrisi yang sangat baik untuk kulit. Jahe memiliki sifat anti inflamasi, anti kanker, dan anti nyeri. Zat-zat yang terkandaung di dalam jahe dianggap mampu membuat kulit menjadi halus dan cerah secara maksimal.

Salah satu cara termudah memanfaatkan jahe untuk produk kecantikan adalah membuatnya menjadi masker. Tak sulit membuat masker dari jahe. Yang Anda perlukan hanyalah:

  • 1 rimpang jahe
  • 2 sendok makan minyak zaitun.

Pertama-tama, Anda perlu mencuci jahe hingga benar-benar bersih. Setelah bersih, jahe diparut. Campurkan parutan jahe itu dengan minyak zaitun hingga rata. Setelah itu, Anda bisa langsung menggunakannya sebagai masker wajah.

Cara pemakaiannya pun sangat mudah. Seperti penggunaan masker pada umumnya, Anda hanya perlu mengoleskannya ke kulit secara merata. Sembari mengoleskan masker jahe di wajah,  ada baiknya Anda melakukan pijatan-pijatan lembut menggunakan jari. Setelah itu, diamkan kira-kira selama 10 – 15 menit.

Jika sudah 10 – 15 menit, Anda dapat membersihkannya dengan air hangat hingga bersih . Keringkan dengan handuk yang bersih. Agar kulit tak kering, setelah semuanya selesai, Anda bisa memakai pelembab alami seperti minyak zaitun atau air mawar.

Untuk hasil yang maksimal, Anda bisa melakukannya seminggu dua kali. Namun, jika waktu perawatan kulit menggunakan jahe ini membuat iritasi, maka hentikan perawatan ini. Bilas kulit dengan air bersih dan kompres kulit dengan air es. Artinya, kulit Anda tak cocok dengan perawatan jenis ini.

Seperti produk perawatan kulit lainnya, tak semua jenis kulit cocok dengan perawatan menggunakan jahe. Maka dari itu, pastikan terlebih dahulu jenis perawatan alami mana yang cocok untuk kulit Anda.

Untuk mendapatkan jahe, Anda bisa membelinya di pasaran. Namun, jika Anda tertarik untuk membudidayakannya sendiri, itu lebih baik. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

Peluang Usah Jahe Kering

Peluang Usaha Jahe Kering

 

Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah ketersediaan tanaman rempah remah yang melimpah, termasuk dalam hal ini adalah jahe.  Sejak dahulu, jahe menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah banyak diekspor ke berbagai Negara dalam produk mentah, setengah jadi dan jadi.

Rimpang jahe terutama terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Itulah sebabnya, diperlukan pengolahan secepatnya supaya tetap layak dikonsumsi terutama pada saat panen melimpah. Salah satu hasil olahan jahe dalam hal ini adalah jahe kering. Jahe kering adalah irisan rimpang jahe yang telah dikeringkan. Lalu diiris iris dan dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering.  Jahe kering merupakan bahan baku untuk pengolahan tepung jahe dan bumbu masak.

Nah, Jenis jahe kering dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama jahe kering berkulit; yaitu jenis jahe yang akan dikeringkan tidak dibuang kulitnya. Kedua, jahe kering setengah berkulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas permukaan datarnya. Ktiga, jahe tanpa kulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas seluruh kulitnya.

Dengan ketersediaan yang cukup melimpah dan kebutuhan pasar yang cukup tinggi baik untuk penggunaan rumah tangga ataupun kebutuhan sebagai bahan baku industry menjadikan usaha pengolahan jahe kering ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Jahe kering biasanya diterima di Industri jamu, obat obatan herbal di Semarang, Pekalongan, Jakarta dan lain sebagainya.

Anda ingin budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang dan polybag ang sudah bertunas. Bingung bagaimana cara budidayanya? Silahkan kontak 087838393451 atau datang saja ke Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Namun, bagi anda yang berlokasi jauh, kami menyediakan buku panduan dan siap kirim bibit jahe merah ke seluruh Indonesia melalui ekpedisi, jasa paket dan Travel.

jahe merah

Jahe Merah Pengusir Asma

Jahe Merah pengusir asma

Jahe merah memang terkenal sebagai salah satu tanaman obat keluarga (Toga) yang multikhasiat. Salah satunya adalah mengusir asma. Dilansir dari situs kesehatan.kompas.com, jahe merah mampu mengobati asma yang diderita Asmalia Sulastri (35). Sebelumnya, bila ia kambuh asmanya, ibu empat anak ini bisa sampai pingsan. Wajar, bila ia pun sering masuk rumah sakit karenanya.

Ia pun mencoba berobat dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan herbal. Dan ia pun mencoba meminum ekstrak jahe merah yang rutin ia seduh. Tak lama kemudian, penyakit asma yang dideritanya pun hilang. Sejak saat itu, ia pun seringkali mengonsumsi minuman jahe merah. Baik yang sudah diekstraksi maupun yang masih berupa rimpang utuh.

Itulah sebabnya, mencoba budidaya jahe merah patut dikembangkan dan dilestarikan masyarakat Indonesia. Bukan saja untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk kepentingan keluarga. Bilamana diantara keluarga kita menderita penyakit asma, masuk angin, sakit pinggang, radang tenggorokan dan lain sebagainya, tentu akan sangat bermanfaat bila memiliki jahe merah. Anda tinggal memetik di kebun atau lingkungan pekarangan anda.

Anda ingin membudidayakan jahe merah? Pastikan anda memilih bibit jahe merah yang baik dan berasal dari petani atau penjual yang terpercaya. Jangan asal membeli jahe merah di pasaran tanpa mengetahui berapa usia tanamnya. Sebab, bila usia bibit rimpang jahe merah kurang dari satu tahun biasanya menghasilkan bibit yang kurang bagus. Atau bila anda bingung, beli saja bibit jahe merah dalam polybag yang sudah jadi. Sebab, anda tinggal mengembangkannnya. Entah mau dipindah ke polybag besar ataupun dipindahkan ke media karung. Anda tentu punya pilihan masing masing. Saran saya, apapun media anda, pastikan bibit yang anda pilih benar benar unggul, super atau berkualitas. Selamat mencoba.

jahe merah, bibit jahe merah
jahe merah pengusir asma

Manfaat dan khasiat jahe merah

Manfaat dan khasiat jahe merah

Jahe merah adalah salah satu tanaman obat obat keluarga (TOGA) yang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Jahe merah secara turun temurun digunakan masyarakat Indonesia untuk meredakan berbagai macam penyakit seperti sakit kepala, batuk, masuk angin dan lain sebagainya.

 

Jahe merah juga digunakan sebagai salah satu obat untuk meredakan berbagai gangguan saluran pencernaan, rematik, obat anti mual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal akibat gigitan serangga, keseleo, bengkak dan memar.

 

Di beberapa sumber juga disebutkan bahwa jahe dapat mencegah serta mengobati berbagai penyakit seperti luka bakar, sakit kepala, migraine, menurunkan kadar kolesterol, rematik, tukak lambung, anti depresi, hingga impotensi. Namun, secara klinis memang belum ada bukti secara ilmiah terkait hal tersebut.

Sejauh ini, jahe merah dalam uji farmakologis terbukti memiliki manfaat sebaga obat antiradang. Di dalam suatu uji laboratorium, ekstrak jahe merah dalam air panas bisa menghambat aktifitas lipoksigenase dan Siklooksigenase sehingga bisa menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena.

Sebuah riset di China disebutkan bahwa ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5-10 % ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit dan menurunkan pembengkakan tulang sendi.

Secara garis besar, jahe adalah tanaman agrikultur yang bernilai daya tinggi yang diperuntukkan selain untuk konsumen langsung seperti penderita radang d,ll, juga untuk bahan baku industry herbal, makanan ringan, obat obatan, farmasi, dan menu khas di warung-warung jahe atau restoran umum.

manfaat jahe merah untuk sakit radang
jahe juga bermanfaat untuk sakit radang

Penyiangan Dan Fungsinya Dalam Budidaya Jahe Merah

Penyiangan Dan Fungsinya Dalam Budidaya Jahe Merah

 

Penyiangan adalah salah satu hal yang penting dalam budidaya jahe merah. Penyiangan perlu dilakukan secara berkala bagi setiap pembudidaya jahe merah agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Bila tidak dilakukan penyiangan, maka jahe merah yang anda tanam akan susah berkembang, dan hasil isinya sedikit.

Penyiangan bisa dilakukan dengan beragam cara, misalnya dengan tangan ataupun dengan alat seperti cetok, sabit dan cangkul. Itu jika lahan yang anda tanam sedikit/ sempit. Namun, jika yang anda tanam areanya luas, maka bisa menggunakan herbisida. Pemberian herbisida ini bisa dilakukan pada waktu bbit belum ditanam atau pada awal penanaman jahe setelah gulma, perdu (suket) mulai tumbuh.

Penyiangan memiliki banyak fungsi bagi tanaman jahe merah. Pertama, membersihkan rumput, gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Seperti diketahui, rumput dan gulma bisa mengganggu tanaman jahe merah, bila dibiarkan terus menerus. Jahe yang termasuk tanaman monokotil berakar serabut akan susah bila ada gulma atau “suket” terutama dalam menyerap sari makanan dari tanah oleh akar jahe. Dengan adanya penyingan, akar jahe bisa leluasa menyerap makanan dan tumbuh dengan maksimal.

Kedua,memperbaiki struktur tanah terutama pori porinya agar lebih subur. Seperti diketahui, tanah yang padat dan sedikit pori-porinya biasanya susah ditumbuhi tanaman termasuk jahe merah. Itulah sebabnya, penyiangan menjadi penting agar pori pori dalam tanah bisa membantu kesuburan jahe merah.

Ketiga, memperkuat posisi tanaman terhadap penyerapan unsur hara. Dengan adanya penyiangan, usur hara yang ada dalam tanah bisa dengan mudah diserap tanaman. Nah, untuk anda yang memiliki modal lumayan, bisa membuat mulsa untuk meminimalisir gulma, dan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman jahe merah.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

jahe merah di lahan,
budidaya jahe merah perlu disiangi agar akar jahe tidak kalah oleh gulma