Manfaat Konsumsi Jahe saat Bulan Puasa

bibit jahe merah

Baru saja kita memasuki bulan Ramadan. Bulan di mana umat muslim menunaikan ibadah puasa. Selain diniatkan untuk ibadah, seringkali, bulan Ramadan menjadi ajang untuk diet. Padahal, pada bulan ini, banyak sekali olahan makanan yang dijual di pasaran, muali dari camilan, makanan berat, hingga minuman yang menyegarkan. Namun, siapa sangka, jahe merah memiliki segudang manfaat saat dikonsumsi di bulan Ramadan.

Akhir-akhir ini ornag-orang banyak mencari bibit jahe merah untuk ditanam. Tak heran memang. Sebab, kini orang diminta untuk tetap tinggal di rumah, work from home, untuk memutus rantai penyebaran virus Corona yang sedang menjadi pandemi global.

Orang-orang mulai membudidayakan jahe merah karena tahu khasiat yang ada di dalamnya memang tak main-main. Segudang manfaat bisa diperoleh dari konsumsi jahe merah. Dilansir dari Detik.com, jahe mengalami peningkatan permintaan di pasaran. Peningkatan permintaan jahe merah instan bahkan menapai tiga kali lipat dari biasanya. Diduga, peningkatan permintaan ini berkaitan dengan merebaknya virus corona di Indonesia. Jahe, khususnya, jahe merah dipercaya ampuh meningkatkan imun tubuh. Sehingga, tubuh lebih kebal dari virus dan penyakit. Hal ini berbanding lurus dengan permintaan bibit jahe merah yang juga makin tinggi.

Jahe untuk Berbuka Puasa

Saat puasa tiba, semua hidangan bisa ditemukan. Seringkali kita kalap dan akhirnya melahab semua yang ada di meja makan. Padahal, salah satu tujuan berpuasa adalah menahan hawa nafsu. Jadi, agar puasa tetap menjadi berkah, Anda perlu mengendalikan nafsu makan yang buas tersebut. Penting bagi Anda untuk tetap menjaga pola makan agar tetap stabil dan tak berlebihan.

Salah satu cara untuk menjaga itu adalah dengan mongonsumsi atau meminum air jahe saat buka puasa. Air jahe sangat nikmat disajikan dalam keadaan hangat. Selain itu, jahe juga memiliki banyak khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Jahe dikenal dengan antiokisadannya yang tinggi. Dan, sebagai agen inflamasi dan anti mikroba, jahe dapat mencegah berbagai penyakit, bakteri, hingga peradangan.

Minum jahe saat buka puasa bisa memberi sejumlah manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Dengan konsumsi jahe, Anda bisa lebih mudah mengendalikan nafsu makan sehingga tak kalap.

Lifehack.org mengungkapkan bahwa jahe bisa mengurang nafsu makan. Hal ini dikarenakan dengan mengonsumsi jahe, kita akan merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama dari pada ketika tak mengonsumsi jahe. Jadi, bagi Anda yang suka kalap ketika datang waktu berbuka, jahe bisa menjadi solusi yang paling efektif. Cobalah mengonsumsi segelas jahe terlebih dahulu. Dengan cara tersebut bisa dipastikan Anda tak akan bisa makan dalam porsi sebanyak biasanya.

Konsumsi Jahe Merah untuk Melancarkan Puasa

Anda perlu tubuh yang fit dan bugar untuk menghadapi bulan puasa. Namun, kadang cuca yang tak menentu membuat tubuh seseorang menjadi mudah sakit. Jika ini dibiarkan, ibadah puasa Anda pasti akan terganggu.

Jahe merah adalah obat herbal yang sudah terkenal ampuh untuk menjaga kekebalan tubuh. Jahe bisa menjaga tubuh Anda agar tetap prima dan bugar. Hal ini sangat membantu Anda yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apabila tubuh sehat dan stamina prima, puasa pastilah akan lancar. Selain itu, selama bulan puasa, Anda juga akan tetap bisa produktif karena tubuh yang tetap terjaga prima.

Jahe memiliki kandungan yang mampu membersikan sistem limfa, mengeluarkan racun, serta membunuh bakteri yang merugikan. Sifat yang dimiliki jahe itulah yang membuat jahe menjadi tanaman rimpang-rimapangan obat yang sangat ampuh untuk mengatasi masalah kekebalan tubuh. Maka dari itu, dengan mengonsumsi jahe (air jahe) saat buka puasa ataupun makan sahur, sangatlah baik untuk menjaga tubuh kita agar tak gampang jatuh sakit.

Jahe Mengatasi Masalah Pencernaan

Bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan mungkin itu sangat merepotkan. Masalah pencernaan seringkali disebabkan oleh kurangnya konsumsi serat. Ketika bulan puasa, masalah pencernaan bisa menjadi makin merepotkan. Oleh karenanya, Anda perlu mencoba mengonsumsi jahe untuk mengatasi hal tersebut. Anda bisa meminum air jahe hangat saat buka puasa. Kandungan yang terkandung dalam jahe bisa membantu merilekskan usus dan organ pencernaan lainnya sehingga masalah pencernaan bisa diatasi.

Jika Anda sering merasakan perut begah atau pun kembung, jahe pun bisa dijadikan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Solusinya adalah Jahe Merah

Menurut Hasti Supriyanti dalam buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat. Jadi, untuk apa masih meragukan khasiat yang terkandung dalam jahe.

Kini, penelitian modern pun sudah mulai banyak mengakui bahwa jahe merah mampu mengatasi berbagai penyakit. Oleh sebab itu, permintaan jahe terus meningkat seiring waktu. Hal ini tak lepas dari banyaknya kebutuhan industri obat-obtan yang sering menggunakan jahe sebagai bahan bakunya.

Bagi Anda yang tertarik dengan jahe, Anda bisa mulai membudidayakannya sendiri. Untuk budidaya jahe tak makan banyak tempat. Hanya perlu kemauan. Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Bisnis Menjanjikan dari Budidaya Jahe Merah

jual bibit jahe merah

Sejak virus Corona (Covid-19) dinyatakan sebagai pandemi global, banyak orang yang mulai mencari  alternatif obat herbal. Bagaimanapun, sampai hari ini, obat atau vaksin dari virus Corona belum ditemukan oleh ilmuan. Maka dari itu, orang-orang memilih kembali pada obat-obatan herbal yang sudah disediakan oleh alam. Karenanya, budidaya jahe merah menjadi tren bisnis yang baru.

Sejak zaman nenek moyang, jahe merah telah dikenal sebagai tanaman obat dengan segudang khasiat. Bahkan bisa dibilang, Belanda menjajah Indonesia beberapa abad silam salah satunya juga karena produksi jahenya. Rimpang-rimpangan yang masih satu famili dengan zingiberales seperti kunyit, kencur, lengkuas, dan temulawak ini bahkan telah dimanfaatkan oleh bangsa China sejak 2000 tahun yang lalu.

William Roxburgh memberikan nama ilmiah Zingiber officanale untuk jahe. “Zingiber” merupakan bahasa Yunani yang berarti rimpang yang memiliki bentuk seperti tanduk. Sedangkan kata officanale diambil dari bahasa Latin yang berarti sesuatu yang digunakan untuk pengobatan. Inilah jahe. Tanaman ajaib yang memiliki kandungan yang sangat berlimpah.

Namun, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, jahe merah juga bisa dimanfaatkan untuk tambahan makanan. Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan jenis rimpang ini sejak lama. Herbal jahe, selain sedap untuk makanan, juga ampuh untuk menangkal penyakit seperti batuk, masalah pernapasan, dan berbagai masalah pencernaan serta peradangan.

Kenapa jahe merah memiliki potensi bisnis yang tinggi? Hal ini dikarenakan khasiat yang membuat jahe merah selalu dibutuhkan oleh industri-industri besar.

Peluang Bisnis Budidaya Jahe Merah

Jahe merah memiliki prospek bisnis yang cukup tinggi. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang.

Namun, karena tak banyak yang membudidayakan jahe merah, petani-petani itu kewalahan menerima pesanan itu. Akibatnya, pengiriman jahe merah dilakukan secara bertahap.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Keuntungan Usaha Budidaya Jahe Merah

Tanah di Indonesia bagaimanapun cocok untuk budidaya jahe merah. Iklim tropis sangat baik untuk pertumbuhan tanaman dan rimpang jahe merah.

Terdapat beberapa faktor yang membikin budidaya jahe merah sangatlah menguntungkan.

  1. Membudidayakan jahe merah tak terlalu sulit dan bisa dibilang cukup mudah. Setelah mendapatkan bibit jahe merah yang berkualitas, Anda bisa langsung menanamnya di lahan yang memiliki ketinggian 1 – 2000 mdpl. Terlebih, di Indonesia, budidaya jahe merah sangat didukung oleh tanah yang subur dan iklim tropis yang hangat.
  2. Media tanam jahe merah cenderung mudah dan murah. Anda dapat membudidayakan jahe merah menggunakan polybag dengan media tanam karung.
  3. Jahe merah dapat dibudidayakan di lahan yang sempit. Sekarang masalah lahan sering terjadi. Sawah kian habis sebab kebutuhan tempat tinggal meningkat. Untuk itu, budidaya jahe merah sungguh tak memakan banyak tempat. Anda bisa memanfaatkan halaman sempit untuk menanam jahe. Dengan menanam jahe merah, pekarangan rumah Anda yang sunyi bisa disulap jadi lahan produktif.
  4. Anda tak akan repot mencari orang yang mau membeli jahe merah Anda. Hal ini dikarenakan kebutuhan jahe merah yang tinggi. Baik untuk diolah sebagai makanan maupun sebagai bahan obat ataupun industri besar.
  5. Jahe merah memiliki nilai jual yang tinggi meski harga jahe merah juga bisa dibilang cukup tinggi.
  6. Untuk menjadi pembudidaya jahe merah, tak perlu modal terlalu besar. Bisa dibilang, biaya yang perlu dikeluarkan untuk usaha jahe merah cukup kecil. Anda hanya butuh ketekunan dan ketelatenan yang serius untuk dapat membudidayakan jahe merah. Anda hanya perlu menyediakan polibag atau karung, bibit, dan pupuk saja untuk membudidayakan jahe merah.

Hambatan yang Mungkin Anda Temui Ketika Budidaya Jahe Merah

Tiap usaha, semudah apa pun, pasti memiliki hambatannya sendiri. Tak terkecuali budidaya jahe merah. Tak sedikit pembudidaya jahe merah yang rugi karena gagal panen. Banyak faktor yang menyebabkan gagal panen. Di antaranya, yaitu karena penggunaan bibit yang buruk, ketidaktelatenan dalam perawatan, serangan hama dan penyakit, hingga persoalan yang tak bisa dicegah seperti cuaca dan iklim.

Untuk masalah bibit yang buruk, Anda bisa menyelesaikannya dengan cara membeli bibit jahe merah berkualitas super di pembudidaya yang sudah terpercaya. Sedangkan untuk urusan hama dan penyakit, ini butuh ketelitian dan keuletan petani. Sebisa mungkin, sebagai petani jahe, Anda harus dapat mencegah penyakit dan hama pada jahe merah. Usaha preventif sangat diperlukan untuk meminimalisir kerugian.

Budidaya jahe merah itu tak sulit. Hanya perlu keseriusan yang konsisten. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

Inilah Penyebab Jahe Merah Gagal Panen

bibit jahe merah

Kini, banyak orang yang mulai membudidayakan jahe merah. Bibit jahe merah pun sudah banyak dijual di berbagai tempat. Hal ini tak lepas dari ramainya wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia.  Sehingga, bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Jahe merah menjadi pilihan alternatif obat herbal yang hits di pasaran.

Jahe merah mengandung minyak atsir yang cukup tinggi di banding jenis jahe lainnya. Di dalam jahe merah terdapat banyak kandungan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan menangkal penyakit. Jahe merah dipercaya ampuh untuk meningkatkan imun sehingga manusia tak gampang terserang penyakit. Disebutkan dari berbagai sumber, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat.

Banyaknya permintaan jahe merah otomatis membuat prospek bisnis jahe merah makin tinggi. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang. Memang, di Indonesia, untuk membudidayakan jahe merah tidaklah terlalu susah. Hal ini dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Indonesia sangat mendukung bagi pertumbuhan tanaman jahe merah.

Dengan kondisi iklim tropis, Indonesia adalah wilayah yang sangat mendukung untuk menanam jahe merah. Pada awal penanaman, jahe merah memang membutuhkan curah hujan yang tinggi. Jahe merah muda (sekitar 0-4 bulan) butuh curah hujan tinggi. Jadi, untuk menanam jahe, baik dimulai pada pertengahan musim penghujan atau awal musim penghujan. Sehingga, ketika tanaman mulai berusia 5-8 bulan, curah hujan sudah mulai berkurang dan tak terlalu tinggi. Fase itu sangat cocok untuk jahe merah dewasa.

Namun, bukan berarti tak ada risiko dan ancaman dalam budidaya jahe merah. Seperti tanaman lain, banyak ancaman yang bisa membuat pembudidaya menjadi gagal panen. Mulai dari hama hingga penyakit yang bisa berakibat fatal pada tanaman jahe merah. Penyakit dan hama yang parah tentu dapat membunuh tanaman dan membuat petani jahe tak dapat untung tapi dapat rugi.

Meski begitu, Anda tak perlu khawatir akan hal itu. Sebab, dengan perawatan yang intensif dan ketelatenan, Anda bisa mencegah serangan hama dan penyakit yang berakibat fatal pada jahe merah.

Serangan Hama yang Mengancam Jahe Merah

Hama adalah momok menakutkan bagi petani. Salah satunya adalah hama kepik. Kepik adalah serangga yang sering hidup di area persawahan. Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Hama ini sangat kecil. Kepik memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm. Warna kepik pun beragam. Ada yang berwarna kemerahan, kuning, bahkan coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar.

Induk hama kepik memisah telur-telur itu dengan tujuan agar larva kepik tak berebut makanan ketika larva sudah menetas. Setelah menetas, larva-lava ini akan menjadikan daun jahe merah sebagai makanan mereka. Petani bisa dengan mudah menandai kepik mana yang sudah menetas. Caranya adalah dengan melihat daun-daun tanaman jahe sudah berlubang atau belum.

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

Hama Lalat pada Jahe Merah

Selain kepik, hama yang dapat mengancam jahe merah adalah lalat. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Lalat rimpang jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Namun, lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.

Untuk mengatasi lalat jenis ini tak terlalu berbeda dengan lalat sebelumnya. Petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Petani juga bisa mengatasinya dengan tindakan sanitasi atau membersihkan sisa tanaman yang rusak karena larva lalat. Hal tersebut berfungsi untuk memutus siklus hidup lalat.

Syahdan, setelah populasinya berkurang, petani bisa mulai menyemprotnya dengan cairan kimia. Untuk lalat jenis ini petani bisa menggunakan insektisida Curacron 500 EC dengan dosis yang sesuai aturan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Pentingnya Menggunakan Bibit Jahe Merah Unggul

bibit jahe merah

Kualitas bibit jahe merah sangat mempengaruhi hasil panen bibit. Hal ini disebabkan karena bibit yang buruk bisa membawa sifat kepada tanaman bawe anakan. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk menanam jahe, hal yang paling penting adalah memastikan bibit mana yang akan Anda pakai. Jangan sampai Anda salah memilih bibit.

Indukan yang baik akan menghasilkan anak yang baik pula. Anda bisa memastikan kualitas bibit jahe dari melihat indukannya. Jika indukan berkualitas baik, maka kemungkinan besar bibit yang akan Anda gunakan adalah bibit yang baik. Selain mempengaruhi hasil panen, bibit juga memiliki pengaruh pada ketahanan tanaman jahe terhadap serangan penyakit.

Untuk memastikan baik atau tidaknya bibit, Anda harus tahu ciri-ciri bibit yang baik dan yang tidak.

Mendapatkan bibit bisa diperoleh dari dua cara. Yang pertama adalah dengan membuat bibit jahe merah sendiri di rumah. Yang kedua, yaitu dengan membeli atau memesannya di tempat budidaya bibit jahe merah.

Bagi Anda yang memilih cara kedua, Anda harus mengetahui ciri-ciri bibit yang baik dan yang buruk. Jangan sampai Anda ditipu penjual bibit yang nakal. Untuk itu, dalam artikel ini, kami juga akan membagikan cara paling mudah untuk memilah bibit jahe merah yang baik dan yang tidak.

 

bibit jahe merah
bibit jahe merah

 

Pastikan Bibit Jahe Merah Terhindar dari Penyakit

Bibit yang penyakitan tak akan membuahkan hasil yang baik. Namun, tak hanya itu, bibit yang diambil dari kebun yang terserang bakteri Pseudomonas solanacearum, cendawan Rhozpcyonia solani, atau pun hama lalat rimpang Mimegralla coeruleifrons dan Enmerus figurans tidaklah baik digunakan.

Oleh karena itu diperlukan kejelian untuk memilih bibit jahe merah yang baik dan sehat. Sebab, bibit yang jelek tak akan tumbuh baik dan justru hanya memicu kerugian.

Selain bibit yang terhindar dari penyakit, sebisa mungkin Anda harus mendapatkan bibit jahe merah yang tidak cacat. Tidak cacat di sini berarti tak memiliki luka gores atau sesuatu kerusakan pada rimpang yang nantinya akan menjadi bibit.

Bagaimanapun ada penyakit yang biasa menyerang rimpang yang terluka. Bibit jahe merah yang terluka seperti itu lebih mudah terserang penyakit. Anda tak bisa menggunakan bibit jahe merah yang penyakitan. Jika masih dipaksakan, hal itu hanya akan menimbulkan kerugian. Dampak terburuknya, usaha budidaya jahe merah Anda hancur karena gagal panen.

Bibit Jahe Merah Unggul

Bibit jahe merah yang unggul biasanya didapat dari indukan yang baik. Selain itu, bibit yang baik biasanya menggunakan rimpang jahe merah yang sudah tua. Rimpang yang lebih tua ini dapat tumbuh lebih cepat. Untuk itu, usia ideal jahe merah yang cocok buat dijadikan indukan atau bibit adalah yang sudah berusia sekitar 10 bulan atau lebih.

Berikut ini adalah beberapa ciri yang bisa jadi patokan buat Anda yang masih bingung memilih bibit jahe merah mana yang baik.

  1. Bebas dari busuk rimpang

Jahe yang busuk pada rimpangnya memiliki kualitas yang buruk. Rimpang yang terinfeksi bisa jadi sumber penyakit pada jahe. Jika rimpang telah terinfeksi penyakit, maka bisa dikatakan tak layak lagi dijadikan bibit. Apabila masih dipaksakan, maka bukan hasil baik yang akan Anda dapat, melainkan bibit hanya akan menjadi sumber penular penyakit.

Namun, perlu diketahui bahwa bukan hanya rimpang busuk yang tak bisa jadi bibit. Rimpang yang baik untuk jadi bibit adalah rimpang yang tidak terluka. Bekas luka seperti lecet atau bekas terpotong sebisa mungkin dihindari.

  1. Berusia minimal sepuluh bulan

Jahe berumur kurang lebih satu tahun biasanya telah memiliki ukuran yang cukup besar. Selain berukur lebih besar, penampilannya pun sudah tak terlalu merah. Jahe merah dengan usai sekitar satu tahun kulitnya lebih cenderung kecoklatan dengan sedikit semburat merah. Rimpangnya pun sudah tampak berisi serta lebih padat.

Untuk melihat usia jahe, Anda bisa mulai dengan mengamati serat halus pada jahe merah. Jika sudah tua—baik untuk dijadikan bibit—punya serat lebih tegas dibanding yang muda. Lalu, kenapa rimpang jahe muda tak baik dijadikan bibit? Alasannya adalah rimpang jahe lebih mudah rentan terserang penyakit.

  1. Jahe Sudah Parkir

Artinya, jahe tidak langsung digunakan sebagai bibit. Namun, jahe punya jeda minimal tiga hari di gudang setelah panen.

  1. Sebagian mata tunas mulai muncul

Rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit adalah rimpang yang telah memiliki 3 mata tunas atau lebih. Bagian terbaik yang bisa dijadikan bibit, yaitu rimpang pada ruas kedua dan ketiga. Untuk jenis jahe merah bobotnya 20 sampai 40 g di setiap potongan rimpang.

Perbedaan Jahe Merah dengan Jahe Jenis Lain

Niat hati menanam jahe merah, jangan sampai runtuh gara-gara salah membeli bibit. Jahe merah memiliki kandungan minyak asiri lebih banyak dari jenis jahe lainnya. Sehingga, terkadang jahe merah dibandrol dengan harga sedikit lebih mahar dari jenis jahe lainnya.

Agar tak terkecoh, Anda perlu lebih dahulu paham perbedaan jahe merah dengan jahe jenis lainnya. Tak sulit untuk membedakannya.

 

Jahe merah, seperti namanya, memiliki lapisan luar yang cenderung berwarna kemerah-merahan. Ukurannya pun lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe gajah. Sangat mudah membedakan jahe merah dengan jahe gajah. Jika jahe gajah berwarna putih kekuningan dengan ruas rimpang yang besar dan gemuk, maka jahe merah berukuran lebih kecil dan berwarna kemerahan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Jahe Merah: Manfaat Kesehatan dan Peluang Bisnis Menjanjikan

bibit jahe merah

William Roxburgh memberikan nama ilmiah Zingiber officanale untuk jahe. “Zingiber” merupakan bahasa Yunani yang berarti rimpang yang memiliki bentuk seperti tanduk. Sedangkan kata officanale diambil dari bahasa Latin yang berarti sesuatu yang digunakan untuk pengobatan.

Jahe termasuk dalam salah satu tanaman obat paling populer di Indonesia. Bibit jahe merah banyak dicari. Sejak zaman yang lampau, leluhur orang Indonesia telah memanfaatkan tumbuhan dengan nama latin zingiber officinale sebagai rempah-rempah maupun bahan obat. Ramuan jahe diyakini dapat meredakan berbagai macam penyakit, yaitu mual, pilek, radang sendi, migrain, hingga hipertensi.

Namun, selain memiliki khasiat kesehatan, jahe juga memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. Tanaman jahe merah masuk dalam paku-pakuan. Jahe merah juga masuk dalam ordo zingiberales. Ia juga masuk dalam famili zingiberaceae. Biasanya, famili dari jenis tanaman ini banyak ditemukan di daerah tropis, berbentuk umbi-umbian serta memiliki aroma yang khas.

Bisnis Jahe Merah

Kini, di zaman yang modern, minuman jahe tersedia dalam bentuk instan. Banyak pabrik yang memproduksi jahe instan karena dianggap lebih praktis dan awet. Tentu, menyeduh jahe bubuk jauh lebih mudah dari pada membakar rimpang jahe lalu menumbuknya sendiri sebelum diseduh dengan air panas. Inilah yang membuat jahe selalu jadi primadona.

Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe merah. Harganya pun lebih tinggi dari jenis lainnya. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang.

Namun, karena tak banyak yang membudidayakan jahe merah, petani-petani itu kewalahan menerima pesanan itu. Akibatnya, pengiriman jahe merah dilakukan secara bertahap.Tak sulit menanam jahe merah di Indonesia. Apalagi, sekarang banyak tempat yang menyediakan bibit jahe merah yang unggul seperti Vista Agro.

bibit jahe merah

Kandungan yang Ada dalam Jahe

Dengan kandungan yang bermacam di dalamnya, jahe memiliki kemampuan merangsang hormon adrenalin. Artinya, pembuluh darah akan lebih lebar dan aliran darah mengalir lebih lancar. Dengan begitu, meringankan kerja jantung dalam memompa darah.

Selain memperlancar aliran darah, jahe juga mengandung enzim protease dan lipase yang membantu pencernaan dalam tubuh. Dua enzim ini sangat bermanfaat bagi proses pencernaan tubuh manusia. Keduanya ampuh untuk mencerna protein dan lemak. Jadi, dengan mengonsumsi jahe, kesehatan organ pencernaan khususnya lambung sangat terjaga.

Rasa hangat yang dihasilkan ketika mengonsumsi jahe juga dapat membikin perut terasa nyaman. Sehingga, bagi Anda yang sering mengeluhkan kram pada perut, mengonsumsi jahe secara rutin bisa membantu meredakannya. Selain itu, manfaat yang diperoleh ketika mengonsumsi jahe adalah meredakan sakit kepala. Rasa hangat yang dihasilkan oleh minyak atsiri dalam jahe memberi efek relaksasi pada kepala yang sakit

Selain meningkatkan sistem imun, berikut ini adalah delapan khasiat dari jahe merah yang jarang diketahui banyak orang:

  1. Meredakan batuk

Seringkali tenggorokan terasa sakit karena batuk. Sensasi hangat yang muncul ketika mengkonsumsi jahe merah dapat jadi pilihan untuk meringankan sakit tenggorokan tersebut. Dengan kandungan flavonoid, jahe merah adalah solusi ketika terjadi peradangan pada tenggorokan.

Flavonoid pada jahe merah memiliki sifat anti peradangan yang cukup tinggi. Jadi, tak hanya batuk-batuk saja yang dapat diatasi oleh jahe merah. Lebih dari itu, jahe merah dapat menyembuhkan gejala sakit tenggorokan, terutama yang muncul karena radang tenggorokan.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol Tubuh

Penderita kolesterol sangat disarankan rutin mengonsumsi ramuan dari jahe merah. Sebab, kandungan dalam jahe merah dipercaya ampuh menghancurkan lemak jahat dan mencegah munculnya kolesterol tinggi.

  1. Meringankan Sakit Kepala

Sakit kepala ringan seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang. Namun, sesungguhnya penyakit ini dapat mengganggu dan mengurangi produktivitas seseorang. Jahe merah adalah obat yang efektif untuk meringankan sakit kepala. Memiliki cita rasa pedas dan mampu menghangatkan tubuh, jahe merah tak butuh banyak waktu untuk dapat menetralisir sakit kepala tersebut.

  1. Mengatasi Rematik

Flavonoid yang terkandung dalam jahe merah tak hanya dapat meredakan radang tenggorokan dan batuk. Flavonoid dalam jahe merah juga dapat mengatasi rematik. Flavonoid adalah zat yang memiliki manfaat anti peradangan. Sedangkan rasa nyeri karena penyakit rematik merupakan buah dari peradangan yang terjadi di persendian. Jadi, tak heran lagi bila jahe merah dapat mengatasi rematik.

  1. Menghindarkan dari Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung koroner jadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Horor penyakit jantung muncul akibat kadar kolesterol dan trigliserida yang terlalu tinggi pada tubuh. Dengan mengonsumsi jahe merah, kolesterol dapat dikendalikan. Kandungan Gingerol dalam jahe merah memiliki efek antikoagulan yang menurunkan risiko penyumbatan karena kolesterol. Jadi, tak hanya menurunkan risiko serangan jantung, jahe merah juga dapat menurunkan risiko stroke.

Jika Anda berminat memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu Anda menyediakan bibit jahe merah berkualiatas tinggi. Anda bisa datang langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Perawatan Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

bibit jahe merah

Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Jual Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Dalam enam bulan terakhir ini, harga jahe merah relatif naik seiring langkanya jahe merah di pasaran domestik. Di pasar tanah Jawa, harga jahe merah mencapai lima puluhan ribu per KG nya. Harga tersebut tergolong puncak tertinggi sepengetahuan penulis dalam empat tahun terakhir ini.

Melihat harga yang relatif tinggi tersebut, wajar bila kemudian banyak orang yang ingin bertanam jahe merah. Mereka pun berselancar ke dunia maya dimana yang jual bibit jahe merah. Tentu saja sambil melihat reputasi penjual di dunia maya.

Vista Agro spesialis penjual bibit jahe merah

Vista agro hadir di Jogja melayani penjualan bibit jahe merah selama enam tahun terakhir. Vista agro berusaha memberikan produk berkualitas dengan menggunakan standar mutu atau kualitas bibit yang terpilih, bebas dari busuk rimpang, diseleksi dari perkecambahan, dan dikondisikan siap tanam.

Vista agro Edukasi Budidaya Jahe Merah

Vista agro telah lama memberikan edukasi pelatihan budidaya jahe merah dan sosialisasi tanaman Toga di Jogja, Mojokerto, Cikampek, Bantul, Gunungkidul, Pandeglang dan Karawang. Kami memberikan bimbingan teori dan praktek budidaya jahe merah meliputi aspek pembuatan bokasi padat, pupuk organik cair menggunakan EM4 dan pembuatan kompos organik.

bibit jahe merah

Cara Memesan Bibit Jahe Merah Vista Agro

Bila anda berminat menanam jahe merah, sementara kesulitan mendapatkan bibit jahe merah yang berkualitas, vista agro siap membantu anda. Bila anda berada di daerah Yogyakarta dan sekitarnya bisa datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Rajek Lor, RT 02 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Atau cari di map, “Vista Agro Media”.

Aneka Teknik Semai Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

 

Teknik Penyemaian Bibit Jahe Merah

Supaya pertumbuhan tanaman seragam dan efektif, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan sebelum menanam jahe merah, yakni terkait penyemaian benih bibit jahe merah yang benar. Penyemaian benih cukup menentukan kelangsungan tanaman jahe merah agar bibit yang dihasilkan benar benar berkualitas, super dan memuaskan hasil panennya.

Sebelum ditanam, sebaiknya bibit dikecambahkan terlebih dahulu. Dalam hal ini ada dua cara yang bisa dikemukakan disini. Pertama, Penyemaian pada Peti Kayu atau wadah tertentu. Dimana rimpang jahe yang yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitare 1 sampai 1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang setengah hari – 1 hari.

Selainjutnya, potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit, kemudian dikeringkan. Lalu, dimasukkan ke dalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut; pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian diatasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi. Setelah 2-4 minggu, bibit jahe merah tersebut sudah bisa disemai.

Kedua, penyemaian dengan teknik bedengan. Cara ini dengan membuat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (untuk 1 ha). Didalam rumah tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bibit jahe merah disusun pada bedengan jerami lalu ditutupi jerami dan diatasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Dan seterusnya. Sehingga didapatkan empat susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.

Perawatan bibit jahe merah pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Pilih bibit yang berkualitas baik dengan ciri ciri rimpang sehat, tumbuh lebat dan memiliki mata tunas yang baik.

penyemaian bibit jahe merah

 

Prasyarat Utama Budidaya Jahe Merah

bibit jahe merah

Budidaya jahe merah cocok ditanam di tanah yang subur, gembur dan banyar mengandung unsur humus (sisa sisa daun, dll). Tekstur tanah yang baik adalah tanah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Di samping itu, supaya memperoleh rimpang yang banyak, tanaman jahe merah diperlukan drainase (pengairan) yang baik dan mendapatkan asupan “gizi” berupa pupuk organik dan pemberian dolomit yang tepat.

pupupk jahe merah humus
humus tanaman cocok untuk menanam jahe merah

Untuk lahan dengan kemiringan >3 dianjurkan untuk dilakukan pembuatan terasering. hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang menyebabkan tanah menjadi tidak subur atau mungkin hanyut akibat terpaan hujan.

tanaman jahe merah secara geografis, cocok didaerah tropik dan sub tropik seperti Indonesia. Daerah tropik dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan kadar 2,500-4,000 mm/tahun. Jahe merah juga cocok dikembangkan di daerah dengan iklim sejuk dengan ketinggian antara 500- 1,000 meter dari permukaan laut.

Namun, tanaman jahe juga cocok dikembangkan dengan curah kurang dari 2,500 mm, di dataran rendah dan lahan gambut. Tentu saja dengan cara khusus seperti penambahan unsur hara, pupuk organik di lahan dan pupuk organik cair (fermentasi urine kelinci), dolomit dan pengairan yang tepat. Suhu udara juga mendukung dengan kisaran 20- 35 derajat celcius.

Secara umum, selama masa pertumbuhan, tanaman jahe merah memerlukan instensitas sinar matahari yang tinggi. Terutama di saat umur 2,5 bulan sampai 7 bulan. Dengan kata lain budidaya jahe merah  perlu ditempatkan di lahan terbuka dengan intensitas cahaya matahari 70-100 % atau agak ternaungi sampai terbuka. Namun, di awal pembibitan atau awal pertumbuhan sebelum berumur dua bulan, sebaiknya di taruh di tempat yang sejuk dan ternaungi matahari secara terus menerus. Tujuannya tentu saja supaya tidak cepat layu atau terbakar akibat sinar matahari langsung.

Anda ingin budidaya jahe merah? kami sedia bibit jahe merah berkualitas super, sudah tua dan berkualitas atau unggul. Kami juga sedia pupuk organik cair berupa fermentasi urine kelinci untuk “pengocoran” di lahan supaya subur dan rimpangnya berkembang dengan maksimal sehingga ketika panen menghasilkan rimpang yang banyak dan melimpah.

dolomit untuk jahe merah
dolomit cocok untuk menanam jahe merah

 

fermentasi urine kelinci
fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

Mencoba budidaya jahe merah dengan sistem vertikultur

Mencoba budidaya jahe merah dengan sistem vertikultur

Budidaya jahe merah tidak harus selalu dilakukan pada media pekarangan, sawah maupun tegalan. Kondisi lahan yang saat ini mulai menyusut akibat menjamurnya pembangunan pemukiman mengakibatkan petani maupun penghobi budidaya tanaman kesulitan bercocok tanam pada lahan luas seperti zaman dahulu kala. Kalau boleh meminjam bait lirik nasida ria “ sawah ladang menyempit, mencari nafkah makin sulit” nampaknya bait tersebut menggambarkan realita yang di alami para petani saat ini, terutama di perkotaan.

Masyarakat di desa maupun di kota yang mengalami kesulitan dalam budidaya jahe merah karena keterbatasan lahan, dapat mencoba budidaya dengan sistem vertikultur. Istilah vertikultur diambil dari kata velticulture dalam bahasa inggris yang memiliki arti budidaya /bertanam yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Vertikultur merupakan cara pemanfaatan lahan secara vertikal yakni dengan menempatkan media tanam berupa polybag, pot maupun karung secara bertingkat.

Cara budidaya jahe merah dengan sistem vertikultur sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya yang dilakukan pada lahan sawah maupun tegalan. Perbedaan yang Nampak hanya pada lahan yang digunakan. Apabila dalam lahan 1 meter mungkin hanya dapat ditanami sebanyak 5 batang  bibit jahe merah, berbeda dengan sistem vertikultur yang dapat di tanami sampai 20 batang.

Keuntungan yang dapat di peroleh dari budidaya jahe merah sistem vertikultur adalah menghemat lahan tentunya, kemudahan dalam pemeliharaan, pemanfaatan media tanam yang ada (pot, polybag atau karung), hasil panen relative lebih banyak. Apabila tidak ditemui polybag dan sejenisnya para pembudidaya dapat memanfaatkan batu bata yang ada. Cara nya cukup mudah.

Tumpuk batu bata atau sejenisnya dengan bentuk kotak melingkar dengan menyisakan ruang di tengahnya (bolong tengah), kotak pertama difungsikan untuk semai. Apabila sudah muncul tunas dan terlihat tinggi tumpuk lagi dengan batu bata vertikal keatas dan timbun lagi dengan tanah gembur, begitu seterusnya sampai cukup tinggi. Dari proses ini akar akan terus menjulur menembus tanah untuk mengembangkan rimpang baru.

Apabila bibit jahe merah yang akan di tanam dalam jumlah besar, maka dapat membuat media kotak bata melingkar yang juga besar dan menggali tanah yang dalam pula. Kemudian dapat menerapkan cara yang sama seperti diatas. Usahakan dalam kotak bata yang di pergunakan tidak sampai membentuk genangan air, karena dapat membuat rimpang jahe merah yang ditanam busuk.

Untuk pemupukan dalam budidaya jahe merah sistem vertikultur ini tidak terlalu rumit. Cukup dilakukan satu kali pemupukan dengan pupuk kandang (kotoran hewan). Selanjutnya berikan vitamin tanaman sekitar 2 mingguan. Vitamin yang di gunakan pun bisa di buat sendiri dengan memanfaatkan sisa buah atau sayuran yang sudah busuk, di rendam dalam tong dan di beri mulase untuk percepatan fermentasi.

Demikian sedikit pembahasan dari kami, semoga bermanfaat.  salam untuk para petani seluruh indonesia