Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Archive for April, 2015

Hama dalam budidaya jahe merah dan cara mengatasinya

Hama dalam budidaya jahe merah dan cara mengatasinya

 

Menurut Budi Setiawan (2015), Hama yang dijumpai dalam budidaya jahe merah adalah sebagai berikut :

  1. Menyerang daun tanaman hingga berlubang – lubang.
  2. Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan jahe menjadi kering dan mati.
  3. kumbang.

Adapun jenis penyakit yang biasa ditemui dalam budidaya jahe merah adalah berikut ini :

  1. Penyakit layu bakteri. Penyakit ini ditandai dengan gejala daun jahe merah bagian bawah melipat, lalu menggulung, lalu menguning dan mengering. Penyakit ini menyerang jahe merah pada umur 3-4 bulan.

Cara pengendaliannya adalah dengan menjaga mutu bibit jahe merah, mengkarantina tanaman jahe yang terkena penyakit dan memberikan fungisida dithane M-45 (0,25%).

  1. Penyakit busuk rimpang. Penyakit ini bisa masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Gejalanya ditandai bagian bawah menguning, lalu layu dan akhirnya mati.

Cara pengendaliannya adalah dengan membeli bibit jahe yang baik/ sehat, menerapkan pola tanam yang baik dan pemakaian fungisida yang tepat.

  1. Penyakit bercak daun. Penyakit ini menular melalui bantuan angin. Gejalanya dimulai bercak-bercak daun berukuran 3-5 cm. lalu lama lama menjadi abu abu dan di tengah-tengahnya terdapat bintik bintik hitam, sementara pinggirnya busuk basah, lalu mati. Solusinya adalah dengan tindakan penyemprotan fungisida sesuai aturan yang dianjurkan.

 

Iklan

Manfaat dan khasiat jahe merah

Manfaat dan khasiat jahe merah

Jahe merah adalah salah satu tanaman obat obat keluarga (TOGA) yang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Jahe merah secara turun temurun digunakan masyarakat Indonesia untuk meredakan berbagai macam penyakit seperti sakit kepala, batuk, masuk angin dan lain sebagainya.

 

Jahe merah juga digunakan sebagai salah satu obat untuk meredakan berbagai gangguan saluran pencernaan, rematik, obat anti mual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal akibat gigitan serangga, keseleo, bengkak dan memar.

 

Di beberapa sumber juga disebutkan bahwa jahe dapat mencegah serta mengobati berbagai penyakit seperti luka bakar, sakit kepala, migraine, menurunkan kadar kolesterol, rematik, tukak lambung, anti depresi, hingga impotensi. Namun, secara klinis memang belum ada bukti secara ilmiah terkait hal tersebut.

Sejauh ini, jahe merah dalam uji farmakologis terbukti memiliki manfaat sebaga obat antiradang. Di dalam suatu uji laboratorium, ekstrak jahe merah dalam air panas bisa menghambat aktifitas lipoksigenase dan Siklooksigenase sehingga bisa menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena.

Sebuah riset di China disebutkan bahwa ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5-10 % ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit dan menurunkan pembengkakan tulang sendi.

Secara garis besar, jahe adalah tanaman agrikultur yang bernilai daya tinggi yang diperuntukkan selain untuk konsumen langsung seperti penderita radang d,ll, juga untuk bahan baku industry herbal, makanan ringan, obat obatan, farmasi, dan menu khas di warung-warung jahe atau restoran umum.

manfaat jahe merah untuk sakit radang

jahe juga bermanfaat untuk sakit radang

Standar Bibit Jahe Merah Yang Baik

 

Standar Bibit Jahe Merah Yang Baik

Setiap pembudidaya jahe merah, tentu mendambakan hasil panennya kelak melimpah dan berhasil dengan baik. Namun, tentu saja di lapangan, prakteknya tak semudah yang dibayangkan. Selain diperlukan ilmu, ketelatenan dan yang terpenting pula adalah standar bibit jahe merah yang berkualitas atau super. Pertanyaanya, apakah standar atau criteria bibit jahe merah yang bagus itu?

Bibit Jahe Merah yang baik untuk dibudidayakan adalah bibit jahe merah yang setidaknya berumur 11- 12 bulan. Pasalnya, bibit jahe merah yang usianya kurang dari itu mudah terserang hama berupa jamur dan hama tumbuhan lainnya. Bibit jahe merah yang memenuhi standar tidak mudah layu, busuk rimpang dan lalat rimpang.

Bibit jahe merah setidaknya terdiri dari 1-2 mata tunas yang telah tumbuh dengan berat 20-40 gram. Tentu saja semakin banyak mata tunasnya semakin baik, karena akan membentuk rimpang yang banyak pula.

bibit jahe merah yang baik sebelum ditanam sebaiknya disimpan terlebih dahulu beberapa saat di tempat yang sejuk dan kering. Sebelum ditanam, bibit jahe merah direndam terlebih dahulu dalam Agrimicin 0,1 % selama 8 jam. Bisa pula direndam dengan pupuk Nasa yang dicampur dengan Hormonik. Kemudian, bila ada bibit yang terluka dicelupkan dalam larutan kental abu dapur supaya ketika ditanam tidak mudah busuk rimpangnya.

bibit jahe merah

standar bibit jahe merah yang baik diukur dari mutu bibit yang tua, tidak busuk/ berjamur.

 

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.