Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Archive for the ‘BIBIT JAHE MERAH’ Category

Contoh Proposal Usaha Budidaya Jahe Merah

Akhir akhir ini, kami menerima permintaan dari beberapa klien yang menanyakan bagaimana cara membuat proposal usaha budidaya jahe merah. Rata rata mereka adalah para petani yang awam tentang pembuatan proposal. Mereka adalah warga dalam kelompok tani, Ibu ibu PKK dan lain sebagainya yang bermaksud mengajukan proposal ke desa. Ada pula yang bermaksud mengajukan penawaran kegiatan ke perusahaan dalam bentuk CSR. langsung saja, berikut contoh sederhana pembuatan proposal budidaya jahe merah.

Contoh Proposal Usaha Budidaya Jahe Merah

Kelompok Tani Budidaya Jahe“Maju Makmur”

Desa Mandi Angin Kec Rawas Ilir Kab Musi Rawas Utara Provinsi Sumatra Selatan

PROPOSAL KEGIATAN

BUDIDAYA JAHE MERAH KELOMPOK TANI MANDI ANGIN

LUBUK LINGGAU

 

PENDAHULUAN

           

Desa Mandi Angin merupakan desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Banyak potensi agribisnis yang bisa dikembangkan disini. Namun, diakui atau potensi agribisnis seperti budidaya jahe merah belum banyak dikembangkan disini. Pada hal daerah sini memiliki iklim yang cocok untuk tumbuh kembangnya jahe merah. Lahan lahan kosong juga masih banyak yang tersedia dan belum dimaksimalkan di Desa ini.  Bila dikembangkan dengan baik tentu saja diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi warga, khususnya kelompok tani disini mengingat harga jahe merah yang cenderung tinggi dibanding harga jahe gajah dan emprit, setidaknya untuk saat ini.

 

DASAR PEMIKIRAN

Salah satu amanat dan cita cita luhur pembukaan UUD 45 adalah kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, nampaknya kesejahteraan masyarakat belum merata hingga saat ini. Diperlukan perjuangan yang terus menerus dan konsisten untuk mencapainya. Diperlukan terobosan kreatif dan berdaya guna dan daya saing demi kemajuan bangsa Indonesia.

Indonesia secara mayoritas dan khususnya Desa Mandi Angin merupakan kawasan agraris dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman potensial, termasuk dalam hal ini Budidaya jahe merah.  Budidaya jahe merah bisa menjadi salah satu terobosan baru untuk peningkatan ekonomi warga. Budidaya jahe merah bisa dijadikan kegiatan sampingan maupun utama bagi warga desa.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

1.Maksud dan Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai berikut :

  1. meningkatkan taraf ekonomi warga kelompok tani
  2. Memanfaatkan lahan kosong atau nganggur
  3. Menjadikan desa sejuk dan lebih berdaya guna
  4. Membangun sadar budaya pertanian yang mandiri, organik dan berwawasan lingkungan.

 

THEMA KEGIATAN

“Dengan budidaya jahe merah, kita maksimalkan potensi desa demi peningkatan ekonomi warga yang berkesinambungan”.

 

PESERTA

  1. Anuar
  2. Biya
  3. Tika
  4. Tatik
  5. Kalsum
  6. Anita
  7. Angsor

 

2.4       SUSUNAN KEPANITIAAN

 

Ketua              : Anuar

Sekretaris       : Biya

Bendahara     : Tika

 

2.5       JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

 

Time Line Kegiatan Budidaya Jahe Merah

No Waktu/Bulan Nama Acara
1

2.

3.

4.

5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15-20 September 2016

20-25 September

25 September

26 September

1 Oktober

1 Desember

1 Januari

1 Februari

1 Agustus 2017

 

 

 

 

 

Persiapan Lahan; Pembuatan Bokasi/Media tanam.

Pemesanan Bibit Jahe Merah

Penyuluhan “Cara Budidaya Jahe Merah”

Penyemaian Bibit Jahe Merah

Penanaman Bibit Jahe Merah ke dalam Polybag

Pemupukan Tanaman Jahe Merah dengan organik

Pemupukan Tanaman Jahe Merah secara organik

Pemupukan secara Kimia dengan NPK.

Pemanenan Jahe Merah.

 

 

ESTIMASI BIAYA

 

3.1.   PENGELUARAN

Bibit Jahe Merah 500 KG @ 25,000              = 12,500,000

Ongkos Kirim 500 x @ 5000                          =   2,500,000

Polybag 1000 x @ 1500                                 =  1,500,000

Pupuk kompos 500 kg                                    = 1,500,000

.

 

PENUTUP

 

Demikian proposal kelompok tani ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan baik dana dan tenaga dari semua pihak demi terselenggaranya acara ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua. Amien

 

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

 

 

 

Ketua Kelompok Tani                                                             Sekretaris

 

 

 

 

 

Anuar                                                                                         Biya

 

 

Mengetahui

Kepala

Desa Mandi Angin

………………………..

Iklan

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

bibit jahe merah siap tanam

bibit jahe merah siap tanam

Sebelum membeli bibit dari pembudidaya atau petani, ada beberapa hal yang mesti diketahui dalam memilih bibit unggulan. Bibit jahe merah yang baik tentu saja tidak boleh dari rimpang yang berjamur, permukaan tidak bagus dan usianya terlalu muda. Jika dilihat dari luar, rimpang jahe merah yang sehat tidak akan memiliki bintik bintik putih. Bintik putih dari penampilan fisik jahe merah menandakan jamur sedang menyerangnya.

Jika bibit dipilih dari jahe yang tidak sehat, maka rentan tidak tumbuh, rusak atau membusuk. Sebaiknya pilih jahe yang sehat saja. Cara memilih jahe yang sehat adalah dengan melihat bagian luar rimpang. Jika terbebas dari bintik putih dan permukaanya tidak cacat, maka bisa dikatakan rimpang tersebut sehat. Selanjutnya, coba belah rimpang jahe merah tersebut. Pastikan bagian dalamnya tidak ada bintik bintik hitamnya. Rimpang jahe merah yang sehat juga akan memberikan aroma segar ketika dipotong. Ada serat halus jika dipotong melintang.

Memilih induk bibit

Salah satu kunci sukses menanam jahe merah adalah mulailah dengan memilih bibit yang baik. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui sumber bibit (induk bibit). Akan lebih bagus jika kita membeli bibit dari pembudidaya. Biasanya mereka memilih bibit dengan kualitas bagus. Walau tidak 100 persen bibit yang dibeli berasal dari tanaman jahe unggulan. Namun saat ini sudah banyak pembudidaya yang mengolah bibitnya sendiri.

 

Cara membuat bibit jahe merah berikut langkah langkahnya

  • Membeli bibit jahe dari petani atau pembudidaya.
  • Lakukan seleksi bibit mana yang sehat dan tidak
  • Jika melihat ada bibit yang memiliki pertumbuhan bagus dan cepat, kita bisa menyisihkannya.
  • Jangan ragu untuk membuang bibit yang memiliki kualitas jelek (lama tumbuh)
  • Besarkan bibit yang dinilai sehat tersebut.
  • Setelah dewasa biarkan usia tanamannya mencapai 11-12 bulan.
  • Seleksi kembali tanaman yang digunakan untuk menjadi calon bibit.
  • Jika tanaman tumbuh dengan subur, daun hijau, batang tegak dan tidak membawa penyakit bisa digunakan sebagai bibit.

Anda sedang mencari bibit jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah kualitas tua dan siap tanam dan siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/telpon/WA 087838393451 berlokasi di Sleman.

Cara membuat pupuk kompos cair dari urine kelinci

 

Cara membuat pupuk kompos cair dari urine kelinci

Untuk anda yang memiliki hobi menanam, termasuk dalam menanam jahe, tidak ada salahnya mencoba embuat pupuk kompos cair dari urine kelinci. Proses pembuatannya tidak begitu sulit kok. Anda tinggal siapkan bahan bahanya berikut ini

Bahan Bahan Pembuatan Pupuk urine kelinci

  • Urine kelinci : 20 liter
  • Laos/ lengkuas: 1 KG
  • Temu Ireng : 1 Kg
  • Jahe : 1 KG.
  • Kencur : 1 Kg.
  • Kunyit : 1 Kg.
  • Daun Sambiloto : 1 KG
  • EM4 : 40-80 cc.
  • Mikroba probiotik: 60 cc
  • Limbah ikan kering Terasi: 0,4 KG
  • Tetes tebu : 0,4 kg.

 

fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

Alat yang diperlukan :

  • Pisau
  • Alu dan lumpang
  • Penggilingan daging
  • Drum Plastik

Cara pembuatan :

  • Semua empon empon diiris iris pakai pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto.
  • Sesudah ditumbuk kemudian digiling.
  • Masukkan urine kelinci dalam drum yang sudah disiapkan.
  • Masukkan semu7a empon empon, tetes, EM4, limbah ikan/ terasi dan mikroba probiotik (Azotobacter). Aduk sampai rata kira kira setengah jam.
  • Tutup drum dan diamkan. Letakkan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung.
  • Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali.
  • Dalam waktu sekitar satu bulan pupuk sudah jadi.

Cara Penggunaan :

250 ml pupuk organik cair urine kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman. Selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urine kelinci bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. mengusir hama tikus, walang sangit dan serangga kecil pengganggu lainnya.

Pupuk organik cair dari urine kelinci plus cocok dipakai apa saja termasuk dalam proses penanaman jahe merah. Selain menata unsur hara, urine kelinci mengandung nitrogen alami yang tinggi sehingga turut membantu kesuburan tanah dan pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan hasil panen yang melimpah. Semoga.

 

Disarikan dari berbagai sumber.

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun Jahe Merah

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun  Jahe Merah  

Seperti halnya pada tanaman lain, bibit jahe merah yang kita tanam juga rentan  terserang penyakit. Salah satu  penyakit yang  sering menyerang dalam budidaya jahe merah adalah bercak daun. Penyakit  bercak daun merupakan penyakit yang disebabkan phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin. Penyakit ini juga dapat menyerang tanaman yang terinveksi atau tanpa terinveksi.

bercak daun

Gejala awal tanaman jahe merah yang terserang penyakit bercak daun yaitu ditandai dengan adanya bintik-bintik kuning yang cukup banyak pada daun berukuran 3-5 mm. Lambat laun bintik-bintik tersebut menjadi bercak. Warna bercak-bercak itu menjadi abu-abu yang di tengah-tengahnya ada noktah kecil berwarna hitam. Sementara itu, pada bagian tepi terjadi busuk basah. Jika serangan  penyakit bercak daun semakin berat dapat mengakibatkan daun mejadi rusak, semakin menguning, mengecil dan daun muda yang baru muncul akan menampakkan gejala klorosis. Gejala klorosis biasanya menyerang bibit jahe merah yang daunnya  masih muda. Tanaman yang terserang penyakit ini bisa mengakibatkan tanaman jahe menjadi layu bahkan bisa menyebabkan kematian .

Penangganan Penyakit  Bercak Daun/ Daun Menguning

Penanganan sebagai upaya pencegahan (preventif) dapat dilakukan oleh petani jahe. Hal ini bertujuan agar bibit jahe merah yang akan ditanam tidak bermasalah selama proses pemeliharaan. Tindakan preventif yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Menggunakan bibit jahe merah yang baik serta mengusahakan pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dengan cara memilih bibit ungul yang sehat bebas dari hama dan penyakit.
  • Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida
  • Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik dan mengunakan pengendalian fisik/mekanik dengan tenaga manusia.
  • Menerapkan pola tanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar kelembapan tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, ada upaya yang bisa dilakukan bila penyakit bercak daun telah menyerang. Caranya antara lain menggunakan fungisida yang dianjurkan oleh pemerintah seperti:

  • Dithane M-45 (0,25%)
  • Delsene MX-200 (0,20%)
  • Bavistin (0,25%)

Mengunakan fungisida tersebut dengan interval 10 hari atau tergantung keadaan serangan. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

Keadaan Tanah yang cocok Untuk Budidaya Jahe Merah

 

Keadaan Tanah yang cocok untuk jahe merah

Tanaman jahe merah cocok hidup pada tanah gembur. Tanah yang gembur biasanya mengandung unsur organik atau unsur hara yang tinggi sehingga diharapkan menghasilkan panen yang maksimal dan memuaskan. Tanah yang mengandung unsur organik bisa berasal dari kotoran ternak semacam kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya yang telah terurai dengan tanah serta sisa sisa humus atau kompos.

Sebagian besar jenis tanah di Indonesia cocok digunakan untuk bercocok tanam jahe merah. Apalagi saat ini menanam jahe merah tidak harus di tanah atau bedengan. Bisa juga menggunakan karung atau polybag. Bahkan, menggunakan karung atau polybag kita bisa mengolah tanah sesuai dengan kebutuhan hidup jahe merah.

Berikut beberapa jenis tanah yang cocok digunakan untuk budidaya jahe merah.

Tanah yang cocok

tanah andosol untuk jahe

tanah andosol

Jenis tanah yang baik untuk digunakan menanam jahe merah adalah andosol. Tingkat kesuburan tanah andosol lebih baik dibandingkan tanah latosol. Tanah andosol memiliki warna hitam kelabu sampai coklat tua. Memiliki tekstur agak berpasir, berdebu dan mengandung tanah liat. Tanah ini cenderung gembur dan memiliki pH antara 5,0-7,0. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk menanam jahe merah mengingat kandungan unsur hara dan zat organik yang tinggi.

tanah latosol jahe merah

tanah latosol

Tanah latosol memiliki warna merah yang kesuburannya dalam tingkat sedang. Tanah latosol biasanya berwarna merah coklat hingga kuning. Tekstur liat dan memiliki sifat gembur. Kandungan unsur hara dan kadar organiknya tinggi, meski sedikit di bawah andosol.  Walau demikian jenis tanah latosol cocok untuk tanaman jahe merah. Hanya saja tingkat produksi panennya masih kalah dibanding tanah andosol.

Campuran tanah latosol dan andosol juga bisa dipakai untuk budidaya jahe merah. Pasalnya, perpaduan kedua sifat tanah ini bisa menjadikan tanaman lebih kuat tertancap di tanah. Sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh kembang rimpang.

Selain mengoplos tanah, petani jahe merah juga bisa mengoplos dengan campuran pupuk organik semacam pupuk kandang atau kompos. Tujuannya supaya tanah menjadi subur dan gembur dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman jahe merah.

Tanaman jahe merah dapat tumbuh di ketinggian 1,500 dpl. Namun cocok pula ditanam di ketinggian 500-950 dpl. Tentunya dengan syarat keadaan tanahnya subur atau gembur, mendapat sorotan matahari yang cukup, dan perawatannya yang maksimal.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh pelosok nusantara. Untuk anda yang berlokasi area Jogja, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Sleman, Magelang silahkan datang ke tempat kami atau cod di area tersebut. Namun, bila anda berlokasi jauh semacam Jakarta, Depok, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Barat, NTT, Bali, Banten, Jawa Timur, Banyuwangi, Kediri, Jember, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Sidoarjo dan lain sebagainya bisa dengan jalur darat, udara dan laut sesuai permintaan konsumen.

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

 

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

Jenis dan fungsi kapur

kapur dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

Cara Pengapuran

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.

pengapuran tanah dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

bibit jahe merah

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.