Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘budidaya jahe merah’

Mencoba budidaya jahe merah dengan sistem vertikultur

Mencoba budidaya jahe merah dengan sistem vertikultur

Budidaya jahe merah tidak harus selalu dilakukan pada media pekarangan, sawah maupun tegalan. Kondisi lahan yang saat ini mulai menyusut akibat menjamurnya pembangunan pemukiman mengakibatkan petani maupun penghobi budidaya tanaman kesulitan bercocok tanam pada lahan luas seperti zaman dahulu kala. Kalau boleh meminjam bait lirik nasida ria “ sawah ladang menyempit, mencari nafkah makin sulit” nampaknya bait tersebut menggambarkan realita yang di alami para petani saat ini, terutama di perkotaan.

Masyarakat di desa maupun di kota yang mengalami kesulitan dalam budidaya jahe merah karena keterbatasan lahan, dapat mencoba budidaya dengan sistem vertikultur. Istilah vertikultur diambil dari kata velticulture dalam bahasa inggris yang memiliki arti budidaya /bertanam yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Vertikultur merupakan cara pemanfaatan lahan secara vertikal yakni dengan menempatkan media tanam berupa polybag, pot maupun karung secara bertingkat.

Cara budidaya jahe merah dengan sistem vertikultur sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya yang dilakukan pada lahan sawah maupun tegalan. Perbedaan yang Nampak hanya pada lahan yang digunakan. Apabila dalam lahan 1 meter mungkin hanya dapat ditanami sebanyak 5 batang  bibit jahe merah, berbeda dengan sistem vertikultur yang dapat di tanami sampai 20 batang.

Keuntungan yang dapat di peroleh dari budidaya jahe merah sistem vertikultur adalah menghemat lahan tentunya, kemudahan dalam pemeliharaan, pemanfaatan media tanam yang ada (pot, polybag atau karung), hasil panen relative lebih banyak. Apabila tidak ditemui polybag dan sejenisnya para pembudidaya dapat memanfaatkan batu bata yang ada. Cara nya cukup mudah.

Tumpuk batu bata atau sejenisnya dengan bentuk kotak melingkar dengan menyisakan ruang di tengahnya (bolong tengah), kotak pertama difungsikan untuk semai. Apabila sudah muncul tunas dan terlihat tinggi tumpuk lagi dengan batu bata vertikal keatas dan timbun lagi dengan tanah gembur, begitu seterusnya sampai cukup tinggi. Dari proses ini akar akan terus menjulur menembus tanah untuk mengembangkan rimpang baru.

Apabila bibit jahe merah yang akan di tanam dalam jumlah besar, maka dapat membuat media kotak bata melingkar yang juga besar dan menggali tanah yang dalam pula. Kemudian dapat menerapkan cara yang sama seperti diatas. Usahakan dalam kotak bata yang di pergunakan tidak sampai membentuk genangan air, karena dapat membuat rimpang jahe merah yang ditanam busuk.

Untuk pemupukan dalam budidaya jahe merah sistem vertikultur ini tidak terlalu rumit. Cukup dilakukan satu kali pemupukan dengan pupuk kandang (kotoran hewan). Selanjutnya berikan vitamin tanaman sekitar 2 mingguan. Vitamin yang di gunakan pun bisa di buat sendiri dengan memanfaatkan sisa buah atau sayuran yang sudah busuk, di rendam dalam tong dan di beri mulase untuk percepatan fermentasi.

Demikian sedikit pembahasan dari kami, semoga bermanfaat.  salam untuk para petani seluruh indonesia

Iklan

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA JAHE MERAH

Untuk mencapai hasil yang optimal dalam budidaya jahe merah, gajah dan emprit, selain menggunakan varietas unggul yang jelas asal usulnya, hal penting lain yang juga perlu diperhatikan adalah tata cara budidaya seperti : penyiapan lahan, pengaturan jarak tanam, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman.

Persiapan Lahan

Pengolahan tanah dilakukan sebelum tanam. Tanah diolah sedemikian rupa agar gembur dan dibersihkan dari gulma. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara menggarpu dan mencangkul tanah sedalam 30 cm, dibersihkan dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Untuk tanah dengan lapisan olah tipis, pengolahan tanahnya harus hati-hati disesuaikan dengan lapisan tanah tersebut dan jangan dicangkul atau digarpu terlalu dalam sehingga tercampur antara lapisan olah dengan lapisan tanah bawah. Hal ini dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman kurang subur. Setelah tanah diolah dan digemburkan, dibuat bedengan searah lereng (untuk tanah yang miring), sistim guludan atau dengan sistim pris (parit). Pada bedengan atau guludan kemudian dibuat lubang tanam.

tanah latosol jahe merah

tanah latosol

Jarak Tanam

Bibit jahe merah ditanam sedalam 5 – 7 cm dengan tunas menghadap ke atas, jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Jarak tanam yang digunakan untuk penanaman jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 x 40 cm atau 60 x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 x 40 cm.

Pemupukan

Pupuk kandang domba atau sapi yang sudah masak sebanyak 20 ton/ha, diberikan 2 – 4 minggu sebelum tanam. Sedangkan dosis pupuk buatan SP-36 300 – 400 kg/ha dan KCl 300 – 400 kg/ha, diberikan pada saat tanam. Pupuk urea diberikan 3 kali pada umur 1, 2 dan 3 bulan
setelah tanam sebanyak 400 – 600 kg/ha, masing-masing 1/3 dosis setiap pemberian. Pada umur 4 bulan setelah tanam dapat pula diberikan pupuk kandang ke dua sebanyak 20 ton/ha.

Pemeliharaan

Pemeliharaan dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik.
a. Penyiangan gulma
Sampai tanaman berumur 6 – 7 bulan banyak tumbuh gulma, sehingga penyiangan perlu dilakukan secara intensif secara bersih. Penyiangan setelah umur 4 bulan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran yang dapat menyebabkan masuknya bibit penyakit. Untuk mengurangi intensitas penyiangan bisa digunakan mulsa tebal dari jerami atau sekam.

b. Penyulaman

Menyulam tanaman yang tidak tumbuh dilakukan pada umur 1 – 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai bibit cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan.

c. Pembumbunan

Pembumbunan mulai dilakukan pada saat telah terbentuk rumpun dengan 4 – 5 anakan, agar rimpang selalu tertutup tanah. Selain itu, dengan dilakukan pembumbunan, drainase akan selalu terpelihara.

d. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

Pengendalian hama penyakit dilakukan sesuai dengan keperluan. Penyakit utama pada jahe adalah busuk rimpang yang disebabkan oleh serangan bakteri layu (Ralstonia solanacearum). Sampai saat ini belum ada metode pengendalian yang memadai, kecuali dengan menerapkan
tindakan-tindakan untuk mencegah masuknya bibit penyakit, seperti penggunaan lahan sehat, penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (antibiotik), menghindari perlukaan (penggunaan abu sekam), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat (sanitasi), inspeksi kebun secara rutin. Tanaman yang terserang layu bakteri segera dicabut dan dibakar untuk menghindari meluasnya serangan OPT. Hama yang cukup signifikan adalah lalat rimpang Mimergralla coeruleifrons (Diptera, Micropezidae) dan

Eumerus figurans (Diptera, Syrpidae), kutu perisai (Aspidiella hartii) yang menyerang rimpang mulai dari pertanaman dan menyebabkan penampilan rimpang kurang baik serta bercak daun yang disebabkan oleh cendawan (Phyllosticta sp.). Serangan penyakit ini apabila terjadi pada tanaman muda (sebelum 6 bulan) akan menyebabkan penurunan produksi yang cukup signifikan. Tindakan mencegah perluasan penyakit ini dengan menyemprotkan fungisida segera setelah terlihat ada serangan (diulang setiap minggu sekali), sanitasi tanaman sakit, inspeksi secara rutin.

Contoh Proposal Usaha Budidaya Jahe Merah

Akhir akhir ini, kami menerima permintaan dari beberapa klien yang menanyakan bagaimana cara membuat proposal usaha budidaya jahe merah. Rata rata mereka adalah para petani yang awam tentang pembuatan proposal. Mereka adalah warga dalam kelompok tani, Ibu ibu PKK dan lain sebagainya yang bermaksud mengajukan proposal ke desa. Ada pula yang bermaksud mengajukan penawaran kegiatan ke perusahaan dalam bentuk CSR. langsung saja, berikut contoh sederhana pembuatan proposal budidaya jahe merah.

Contoh Proposal Usaha Budidaya Jahe Merah

Kelompok Tani Budidaya Jahe“Maju Makmur”

Desa Mandi Angin Kec Rawas Ilir Kab Musi Rawas Utara Provinsi Sumatra Selatan

PROPOSAL KEGIATAN

BUDIDAYA JAHE MERAH KELOMPOK TANI MANDI ANGIN

LUBUK LINGGAU

 

PENDAHULUAN

           

Desa Mandi Angin merupakan desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Banyak potensi agribisnis yang bisa dikembangkan disini. Namun, diakui atau potensi agribisnis seperti budidaya jahe merah belum banyak dikembangkan disini. Pada hal daerah sini memiliki iklim yang cocok untuk tumbuh kembangnya jahe merah. Lahan lahan kosong juga masih banyak yang tersedia dan belum dimaksimalkan di Desa ini.  Bila dikembangkan dengan baik tentu saja diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi warga, khususnya kelompok tani disini mengingat harga jahe merah yang cenderung tinggi dibanding harga jahe gajah dan emprit, setidaknya untuk saat ini.

 

DASAR PEMIKIRAN

Salah satu amanat dan cita cita luhur pembukaan UUD 45 adalah kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, nampaknya kesejahteraan masyarakat belum merata hingga saat ini. Diperlukan perjuangan yang terus menerus dan konsisten untuk mencapainya. Diperlukan terobosan kreatif dan berdaya guna dan daya saing demi kemajuan bangsa Indonesia.

Indonesia secara mayoritas dan khususnya Desa Mandi Angin merupakan kawasan agraris dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman potensial, termasuk dalam hal ini Budidaya jahe merah.  Budidaya jahe merah bisa menjadi salah satu terobosan baru untuk peningkatan ekonomi warga. Budidaya jahe merah bisa dijadikan kegiatan sampingan maupun utama bagi warga desa.

 

MAKSUD DAN TUJUAN

1.Maksud dan Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai berikut :

  1. meningkatkan taraf ekonomi warga kelompok tani
  2. Memanfaatkan lahan kosong atau nganggur
  3. Menjadikan desa sejuk dan lebih berdaya guna
  4. Membangun sadar budaya pertanian yang mandiri, organik dan berwawasan lingkungan.

 

THEMA KEGIATAN

“Dengan budidaya jahe merah, kita maksimalkan potensi desa demi peningkatan ekonomi warga yang berkesinambungan”.

 

PESERTA

  1. Anuar
  2. Biya
  3. Tika
  4. Tatik
  5. Kalsum
  6. Anita
  7. Angsor

 

2.4       SUSUNAN KEPANITIAAN

 

Ketua              : Anuar

Sekretaris       : Biya

Bendahara     : Tika

 

2.5       JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

 

Time Line Kegiatan Budidaya Jahe Merah

No Waktu/Bulan Nama Acara
1

2.

3.

4.

5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

15-20 September 2016

20-25 September

25 September

26 September

1 Oktober

1 Desember

1 Januari

1 Februari

1 Agustus 2017

 

 

 

 

 

Persiapan Lahan; Pembuatan Bokasi/Media tanam.

Pemesanan Bibit Jahe Merah

Penyuluhan “Cara Budidaya Jahe Merah”

Penyemaian Bibit Jahe Merah

Penanaman Bibit Jahe Merah ke dalam Polybag

Pemupukan Tanaman Jahe Merah dengan organik

Pemupukan Tanaman Jahe Merah secara organik

Pemupukan secara Kimia dengan NPK.

Pemanenan Jahe Merah.

 

 

ESTIMASI BIAYA

 

3.1.   PENGELUARAN

Bibit Jahe Merah 500 KG @ 25,000              = 12,500,000

Ongkos Kirim 500 x @ 5000                          =   2,500,000

Polybag 1000 x @ 1500                                 =  1,500,000

Pupuk kompos 500 kg                                    = 1,500,000

.

 

PENUTUP

 

Demikian proposal kelompok tani ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan baik dana dan tenaga dari semua pihak demi terselenggaranya acara ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua. Amien

 

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

 

 

 

Ketua Kelompok Tani                                                             Sekretaris

 

 

 

 

 

Anuar                                                                                         Biya

 

 

Mengetahui

Kepala

Desa Mandi Angin

………………………..

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

bibit jahe merah siap tanam

bibit jahe merah siap tanam

Sebelum membeli bibit dari pembudidaya atau petani, ada beberapa hal yang mesti diketahui dalam memilih bibit unggulan. Bibit jahe merah yang baik tentu saja tidak boleh dari rimpang yang berjamur, permukaan tidak bagus dan usianya terlalu muda. Jika dilihat dari luar, rimpang jahe merah yang sehat tidak akan memiliki bintik bintik putih. Bintik putih dari penampilan fisik jahe merah menandakan jamur sedang menyerangnya.

Jika bibit dipilih dari jahe yang tidak sehat, maka rentan tidak tumbuh, rusak atau membusuk. Sebaiknya pilih jahe yang sehat saja. Cara memilih jahe yang sehat adalah dengan melihat bagian luar rimpang. Jika terbebas dari bintik putih dan permukaanya tidak cacat, maka bisa dikatakan rimpang tersebut sehat. Selanjutnya, coba belah rimpang jahe merah tersebut. Pastikan bagian dalamnya tidak ada bintik bintik hitamnya. Rimpang jahe merah yang sehat juga akan memberikan aroma segar ketika dipotong. Ada serat halus jika dipotong melintang.

Memilih induk bibit

Salah satu kunci sukses menanam jahe merah adalah mulailah dengan memilih bibit yang baik. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui sumber bibit (induk bibit). Akan lebih bagus jika kita membeli bibit dari pembudidaya. Biasanya mereka memilih bibit dengan kualitas bagus. Walau tidak 100 persen bibit yang dibeli berasal dari tanaman jahe unggulan. Namun saat ini sudah banyak pembudidaya yang mengolah bibitnya sendiri.

 

Cara membuat bibit jahe merah berikut langkah langkahnya

  • Membeli bibit jahe dari petani atau pembudidaya.
  • Lakukan seleksi bibit mana yang sehat dan tidak
  • Jika melihat ada bibit yang memiliki pertumbuhan bagus dan cepat, kita bisa menyisihkannya.
  • Jangan ragu untuk membuang bibit yang memiliki kualitas jelek (lama tumbuh)
  • Besarkan bibit yang dinilai sehat tersebut.
  • Setelah dewasa biarkan usia tanamannya mencapai 11-12 bulan.
  • Seleksi kembali tanaman yang digunakan untuk menjadi calon bibit.
  • Jika tanaman tumbuh dengan subur, daun hijau, batang tegak dan tidak membawa penyakit bisa digunakan sebagai bibit.

Anda sedang mencari bibit jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah kualitas tua dan siap tanam dan siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/telpon/WA 087838393451 berlokasi di Sleman.

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun Jahe Merah

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun  Jahe Merah  

Seperti halnya pada tanaman lain, bibit jahe merah yang kita tanam juga rentan  terserang penyakit. Salah satu  penyakit yang  sering menyerang dalam budidaya jahe merah adalah bercak daun. Penyakit  bercak daun merupakan penyakit yang disebabkan phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin. Penyakit ini juga dapat menyerang tanaman yang terinveksi atau tanpa terinveksi.

bercak daun

Gejala awal tanaman jahe merah yang terserang penyakit bercak daun yaitu ditandai dengan adanya bintik-bintik kuning yang cukup banyak pada daun berukuran 3-5 mm. Lambat laun bintik-bintik tersebut menjadi bercak. Warna bercak-bercak itu menjadi abu-abu yang di tengah-tengahnya ada noktah kecil berwarna hitam. Sementara itu, pada bagian tepi terjadi busuk basah. Jika serangan  penyakit bercak daun semakin berat dapat mengakibatkan daun mejadi rusak, semakin menguning, mengecil dan daun muda yang baru muncul akan menampakkan gejala klorosis. Gejala klorosis biasanya menyerang bibit jahe merah yang daunnya  masih muda. Tanaman yang terserang penyakit ini bisa mengakibatkan tanaman jahe menjadi layu bahkan bisa menyebabkan kematian .

Penangganan Penyakit  Bercak Daun/ Daun Menguning

Penanganan sebagai upaya pencegahan (preventif) dapat dilakukan oleh petani jahe. Hal ini bertujuan agar bibit jahe merah yang akan ditanam tidak bermasalah selama proses pemeliharaan. Tindakan preventif yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Menggunakan bibit jahe merah yang baik serta mengusahakan pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dengan cara memilih bibit ungul yang sehat bebas dari hama dan penyakit.
  • Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida
  • Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik dan mengunakan pengendalian fisik/mekanik dengan tenaga manusia.
  • Menerapkan pola tanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar kelembapan tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, ada upaya yang bisa dilakukan bila penyakit bercak daun telah menyerang. Caranya antara lain menggunakan fungisida yang dianjurkan oleh pemerintah seperti:

  • Dithane M-45 (0,25%)
  • Delsene MX-200 (0,20%)
  • Bavistin (0,25%)

Mengunakan fungisida tersebut dengan interval 10 hari atau tergantung keadaan serangan. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

Pembumbunan dalam Budidaya Jahe Merah

Pembumbunan dalam Budidaya Jahe Merah

 

pembumbunan jahe

Pembumbunan menjadi bagian penting dalam budidaya jahe merah. Pembumbunan merupakan upaya menaikkan kembali tanah yang telah longsor akibat erosi, abrasi atau gerusan hujan. Tujuannya tentu saja agar pangkal batang tanaman kembali tertutup tanah dan membantu perkembangan tunas rimpang agar tumbuh lebih banyak dan luas serta struktur tanah supaya lebih kuat.

Dengan adanya pembumbunan, drainase (saluran air) terpelihara dengan baik dan potensi kerusakan tanaman jahe bisa diminimalkan. Waktu pembumbunan yang tepat adalah ketika tanaman jahe membentuk rumpun (gerombol) sekitar berusia dua sampai tiga bulan dari penanaman awal dengan jumlah rumpun berkisar tiga sampai lima tunas cabang.

Manfaat Pembumbunan

Pembumbunan memiliki banyak manfaat yang cukup berguna bagi proses tumbuh kembangnya tanaman jahe merah, yakni berikut ini :

  • Menggemburkan tanah sehingga mempermudah pembesaran rimpang dan penetrasi akar
  • Untuk menutupi dan melindungi rimpang jahe yang muncul ke permukaan tanah.
  • Menambah kandungan oksigen dalam tanah
  • Memperkuat tanaman jahe karena akar dan pangkal batang tertutup rapat dengan tanah.
  • Memperluas akar tanaman sehingga unsur hara yang terserap menjadi lebih banyak.
  • Mencegah rimpang terkena sinar matahari yang dapat menyebabkan rimpang berwarna hijau dan keras.

Waktu pembumbunan

Pembumbunan tanah dapat dilakukan sekaligus dengan pendangiran, yaitu setelah tanah mulai mengeras (bila media karung dan polybag) dan bedengan mulai longsor (bila media tanah). Mengerasnya tanah tergantung dari kondisi tanah, cuaca dan curah hujan. Pembumbunan pada tanaman jahe akan lebih sering dilakukan pada tanah yang bertipe padat agak berlempung dengan curah hujan tinggi seperti di Bulan Desember 2016 saat ini. .

Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman jahe membentuk rumpun dengan 4-5 anakan. Biasanya selama satu periode tanam jahe diperlukan pembubunan sebanyak 2-4 kali  dan dilakukan sebelum pemupukan.

Cara pembumbunan

Cara Pembumbunan cukup sederhana saja, yaitu dengan menyiangi gulma terlebih dahulu. Lalu dilakukan pencangkulan tipis tipis di sekitar tanaman jahe sebatas pada guludan atau bedengan (bila media tanah). Tanah yang telah gembur dibumbunkan di sekitar tanaman jahe sehingga membentuk guludan yang menutupi akar batang tanaman jahe. Dengan kata lain, pembumbunan adalah penambahan tanah atau pupuk organik pada tanaman jahe supaya pertumbuhan percabangannya atau anakannya semakin banyak dan kuat.

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

 

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

Jenis dan fungsi kapur

kapur dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

Cara Pengapuran

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.

pengapuran tanah dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.