Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

bibit jahe merah siap tanam

bibit jahe merah siap tanam

Sebelum membeli bibit dari pembudidaya atau petani, ada beberapa hal yang mesti diketahui dalam memilih bibit unggulan. Bibit jahe merah yang baik tentu saja tidak boleh dari rimpang yang berjamur, permukaan tidak bagus dan usianya terlalu muda. Jika dilihat dari luar, rimpang jahe merah yang sehat tidak akan memiliki bintik bintik putih. Bintik putih dari penampilan fisik jahe merah menandakan jamur sedang menyerangnya.

Jika bibit dipilih dari jahe yang tidak sehat, maka rentan tidak tumbuh, rusak atau membusuk. Sebaiknya pilih jahe yang sehat saja. Cara memilih jahe yang sehat adalah dengan melihat bagian luar rimpang. Jika terbebas dari bintik putih dan permukaanya tidak cacat, maka bisa dikatakan rimpang tersebut sehat. Selanjutnya, coba belah rimpang jahe merah tersebut. Pastikan bagian dalamnya tidak ada bintik bintik hitamnya. Rimpang jahe merah yang sehat juga akan memberikan aroma segar ketika dipotong. Ada serat halus jika dipotong melintang.

Memilih induk bibit

Salah satu kunci sukses menanam jahe merah adalah mulailah dengan memilih bibit yang baik. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui sumber bibit (induk bibit). Akan lebih bagus jika kita membeli bibit dari pembudidaya. Biasanya mereka memilih bibit dengan kualitas bagus. Walau tidak 100 persen bibit yang dibeli berasal dari tanaman jahe unggulan. Namun saat ini sudah banyak pembudidaya yang mengolah bibitnya sendiri.

 

Cara membuat bibit jahe merah berikut langkah langkahnya

  • Membeli bibit jahe dari petani atau pembudidaya.
  • Lakukan seleksi bibit mana yang sehat dan tidak
  • Jika melihat ada bibit yang memiliki pertumbuhan bagus dan cepat, kita bisa menyisihkannya.
  • Jangan ragu untuk membuang bibit yang memiliki kualitas jelek (lama tumbuh)
  • Besarkan bibit yang dinilai sehat tersebut.
  • Setelah dewasa biarkan usia tanamannya mencapai 11-12 bulan.
  • Seleksi kembali tanaman yang digunakan untuk menjadi calon bibit.
  • Jika tanaman tumbuh dengan subur, daun hijau, batang tegak dan tidak membawa penyakit bisa digunakan sebagai bibit.

Anda sedang mencari bibit jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah kualitas tua dan siap tanam dan siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/telpon/WA 087838393451 berlokasi di Sleman.

 

Cara membuat pupuk kompos cair dari urine kelinci

Untuk anda yang memiliki hobi menanam, termasuk dalam menanam jahe, tidak ada salahnya mencoba embuat pupuk kompos cair dari urine kelinci. Proses pembuatannya tidak begitu sulit kok. Anda tinggal siapkan bahan bahanya berikut ini

Bahan Bahan Pembuatan Pupuk urine kelinci

  • Urine kelinci : 20 liter
  • Laos/ lengkuas: 1 KG
  • Temu Ireng : 1 Kg
  • Jahe : 1 KG.
  • Kencur : 1 Kg.
  • Kunyit : 1 Kg.
  • Daun Sambiloto : 1 KG
  • EM4 : 40-80 cc.
  • Mikroba probiotik: 60 cc
  • Limbah ikan kering Terasi: 0,4 KG
  • Tetes tebu : 0,4 kg.

 

fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

Alat yang diperlukan :

  • Pisau
  • Alu dan lumpang
  • Penggilingan daging
  • Drum Plastik

Cara pembuatan :

  • Semua empon empon diiris iris pakai pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto.
  • Sesudah ditumbuk kemudian digiling.
  • Masukkan urine kelinci dalam drum yang sudah disiapkan.
  • Masukkan semu7a empon empon, tetes, EM4, limbah ikan/ terasi dan mikroba probiotik (Azotobacter). Aduk sampai rata kira kira setengah jam.
  • Tutup drum dan diamkan. Letakkan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung.
  • Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali.
  • Dalam waktu sekitar satu bulan pupuk sudah jadi.

Cara Penggunaan :

250 ml pupuk organik cair urine kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman. Selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urine kelinci bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. mengusir hama tikus, walang sangit dan serangga kecil pengganggu lainnya.

Pupuk organik cair dari urine kelinci plus cocok dipakai apa saja termasuk dalam proses penanaman jahe merah. Selain menata unsur hara, urine kelinci mengandung nitrogen alami yang tinggi sehingga turut membantu kesuburan tanah dan pada akhirnya diharapkan dapat menghasilkan hasil panen yang melimpah. Semoga.

 

Disarikan dari berbagai sumber.

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun  Jahe Merah  

Seperti halnya pada tanaman lain, bibit jahe merah yang kita tanam juga rentan  terserang penyakit. Salah satu  penyakit yang  sering menyerang dalam budidaya jahe merah adalah bercak daun. Penyakit  bercak daun merupakan penyakit yang disebabkan phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin. Penyakit ini juga dapat menyerang tanaman yang terinveksi atau tanpa terinveksi.

bercak daun

Gejala awal tanaman jahe merah yang terserang penyakit bercak daun yaitu ditandai dengan adanya bintik-bintik kuning yang cukup banyak pada daun berukuran 3-5 mm. Lambat laun bintik-bintik tersebut menjadi bercak. Warna bercak-bercak itu menjadi abu-abu yang di tengah-tengahnya ada noktah kecil berwarna hitam. Sementara itu, pada bagian tepi terjadi busuk basah. Jika serangan  penyakit bercak daun semakin berat dapat mengakibatkan daun mejadi rusak, semakin menguning, mengecil dan daun muda yang baru muncul akan menampakkan gejala klorosis. Gejala klorosis biasanya menyerang bibit jahe merah yang daunnya  masih muda. Tanaman yang terserang penyakit ini bisa mengakibatkan tanaman jahe menjadi layu bahkan bisa menyebabkan kematian .

Penangganan Penyakit  Bercak Daun/ Daun Menguning

Penanganan sebagai upaya pencegahan (preventif) dapat dilakukan oleh petani jahe. Hal ini bertujuan agar bibit jahe merah yang akan ditanam tidak bermasalah selama proses pemeliharaan. Tindakan preventif yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Menggunakan bibit jahe merah yang baik serta mengusahakan pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dengan cara memilih bibit ungul yang sehat bebas dari hama dan penyakit.
  • Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida
  • Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik dan mengunakan pengendalian fisik/mekanik dengan tenaga manusia.
  • Menerapkan pola tanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar kelembapan tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, ada upaya yang bisa dilakukan bila penyakit bercak daun telah menyerang. Caranya antara lain menggunakan fungisida yang dianjurkan oleh pemerintah seperti:

  • Dithane M-45 (0,25%)
  • Delsene MX-200 (0,20%)
  • Bavistin (0,25%)

Mengunakan fungisida tersebut dengan interval 10 hari atau tergantung keadaan serangan. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

Pembumbunan dalam Budidaya Jahe Merah

 

pembumbunan jahe

Pembumbunan menjadi bagian penting dalam budidaya jahe merah. Pembumbunan merupakan upaya menaikkan kembali tanah yang telah longsor akibat erosi, abrasi atau gerusan hujan. Tujuannya tentu saja agar pangkal batang tanaman kembali tertutup tanah dan membantu perkembangan tunas rimpang agar tumbuh lebih banyak dan luas serta struktur tanah supaya lebih kuat.

Dengan adanya pembumbunan, drainase (saluran air) terpelihara dengan baik dan potensi kerusakan tanaman jahe bisa diminimalkan. Waktu pembumbunan yang tepat adalah ketika tanaman jahe membentuk rumpun (gerombol) sekitar berusia dua sampai tiga bulan dari penanaman awal dengan jumlah rumpun berkisar tiga sampai lima tunas cabang.

Manfaat Pembumbunan

Pembumbunan memiliki banyak manfaat yang cukup berguna bagi proses tumbuh kembangnya tanaman jahe merah, yakni berikut ini :

  • Menggemburkan tanah sehingga mempermudah pembesaran rimpang dan penetrasi akar
  • Untuk menutupi dan melindungi rimpang jahe yang muncul ke permukaan tanah.
  • Menambah kandungan oksigen dalam tanah
  • Memperkuat tanaman jahe karena akar dan pangkal batang tertutup rapat dengan tanah.
  • Memperluas akar tanaman sehingga unsur hara yang terserap menjadi lebih banyak.
  • Mencegah rimpang terkena sinar matahari yang dapat menyebabkan rimpang berwarna hijau dan keras.

Waktu pembumbunan

Pembumbunan tanah dapat dilakukan sekaligus dengan pendangiran, yaitu setelah tanah mulai mengeras (bila media karung dan polybag) dan bedengan mulai longsor (bila media tanah). Mengerasnya tanah tergantung dari kondisi tanah, cuaca dan curah hujan. Pembumbunan pada tanaman jahe akan lebih sering dilakukan pada tanah yang bertipe padat agak berlempung dengan curah hujan tinggi seperti di Bulan Desember 2016 saat ini. .

Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman jahe membentuk rumpun dengan 4-5 anakan. Biasanya selama satu periode tanam jahe diperlukan pembubunan sebanyak 2-4 kali  dan dilakukan sebelum pemupukan.

Cara pembumbunan

Cara Pembumbunan cukup sederhana saja, yaitu dengan menyiangi gulma terlebih dahulu. Lalu dilakukan pencangkulan tipis tipis di sekitar tanaman jahe sebatas pada guludan atau bedengan (bila media tanah). Tanah yang telah gembur dibumbunkan di sekitar tanaman jahe sehingga membentuk guludan yang menutupi akar batang tanaman jahe. Dengan kata lain, pembumbunan adalah penambahan tanah atau pupuk organik pada tanaman jahe supaya pertumbuhan percabangannya atau anakannya semakin banyak dan kuat.

 

Jahe sebagai tanaman Obat Keluarga multikhasiat

Jahe merah adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat manfaat bagi dunia herbal dan kesehatan. Itulah sebabnya, jahe merah adalah salah satu tanaman bernilai ekonomis dan bernilai jual tinggi. Jahe mengandung  nutrisi tinggi seperti minyak atsiri, vitamin B1, vitamin B2, flavonoid, fosfor dan zat besi yang berguna untuk kesehatan dan penumpas berbagai penyakit.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak dulu memanfaatkannya sebagai bagian dari rempah rempah untuk pengobatan tradisional. Herbal jahe ini terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti batuk, melancarkan peredaran darah menurunkan tekanan darah, dan mengatasi mual dan masuk angin, mengobati sakit kepala dan lain lain.

Jahe rupanya tidak hanya digunakan bangsa indonesia saja, tetapi bangsa lain juga memanfaatkannya. Masyarakat Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan utama membuat obat.

 

Kandungan Manfaat Jahe Merah

Berikut keterangan lengkap kandungan jahe dalam tinjauan farmasi.

Nama Zat aktif Efek farmakologis
Limonene Menggambat jamur jenis Candida alhicans, antikholinesterase dan obat flue
1,8 Cineole Mengatasi ejakulasi prematur atau dini, merangsang ereksi, perangsang aktivitas syaraf pusat, penguat hepar dan merangsang keluarnya keringat.
10-Dehydrogingerdione, 10 gingerdione, 6 gingerdion , 6 gingerol Anti pendarahan di luar haid, merangsang produksi getah bening dan merangsang kekebalan tubuh.
Arginine Mencegah kemandulan dan memperkuat daya sperma
Aspartic acid Penyegar dan perangsang syaraf
AspaBetha-Sitoserol Perangsang horman androgen, mencegah hiper-lipoprotein, menghambat hormon estrogen dan bahan baku feroid
Capry-acid Anti jamur Candida albicand
Capsaicin Merangsang ereksi, menghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase dan meningkatkan aktifitas endokrin
Chlorogenic Berguna untuk merangsang regenerasi kulit sehingga mencegah penuaan.
Farnesol Bahan pewangi makanan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membuat regenerasi sel normal.

 

Dengan segudang manfaat tersebut menjadikan jahe merah menjadi salah satu tanaman obat keluarga (Toga) yang dicari dan diburu entah untuk keperluan obat kesehatan maupun untuk kepentingan ekonomis dan bisnis.

Anda tertarik budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang yang sudah bertunas dan bibit tunas dalam bentuk polybag. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia melalui jasa cargo, pos, pahala express, indah cargo. Untuk pemesanan dan keterangan lengkapnya bisa menghubungi sms/ WA/ Telpon ke 087838393451 berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Jogja.

jahe merah

 

Keadaan Tanah yang cocok untuk jahe merah

Tanaman jahe merah cocok hidup pada tanah gembur. Tanah yang gembur biasanya mengandung unsur organik atau unsur hara yang tinggi sehingga diharapkan menghasilkan panen yang maksimal dan memuaskan. Tanah yang mengandung unsur organik bisa berasal dari kotoran ternak semacam kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya yang telah terurai dengan tanah serta sisa sisa humus atau kompos.

Sebagian besar jenis tanah di Indonesia cocok digunakan untuk bercocok tanam jahe merah. Apalagi saat ini menanam jahe merah tidak harus di tanah atau bedengan. Bisa juga menggunakan karung atau polybag. Bahkan, menggunakan karung atau polybag kita bisa mengolah tanah sesuai dengan kebutuhan hidup jahe merah.

Berikut beberapa jenis tanah yang cocok digunakan untuk budidaya jahe merah.

Tanah yang cocok

tanah andosol untuk jahe

tanah andosol

Jenis tanah yang baik untuk digunakan menanam jahe merah adalah andosol. Tingkat kesuburan tanah andosol lebih baik dibandingkan tanah latosol. Tanah andosol memiliki warna hitam kelabu sampai coklat tua. Memiliki tekstur agak berpasir, berdebu dan mengandung tanah liat. Tanah ini cenderung gembur dan memiliki pH antara 5,0-7,0. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk menanam jahe merah mengingat kandungan unsur hara dan zat organik yang tinggi.

tanah latosol jahe merah

tanah latosol

Tanah latosol memiliki warna merah yang kesuburannya dalam tingkat sedang. Tanah latosol biasanya berwarna merah coklat hingga kuning. Tekstur liat dan memiliki sifat gembur. Kandungan unsur hara dan kadar organiknya tinggi, meski sedikit di bawah andosol.  Walau demikian jenis tanah latosol cocok untuk tanaman jahe merah. Hanya saja tingkat produksi panennya masih kalah dibanding tanah andosol.

Campuran tanah latosol dan andosol juga bisa dipakai untuk budidaya jahe merah. Pasalnya, perpaduan kedua sifat tanah ini bisa menjadikan tanaman lebih kuat tertancap di tanah. Sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh kembang rimpang.

Selain mengoplos tanah, petani jahe merah juga bisa mengoplos dengan campuran pupuk organik semacam pupuk kandang atau kompos. Tujuannya supaya tanah menjadi subur dan gembur dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman jahe merah.

Tanaman jahe merah dapat tumbuh di ketinggian 1,500 dpl. Namun cocok pula ditanam di ketinggian 500-950 dpl. Tentunya dengan syarat keadaan tanahnya subur atau gembur, mendapat sorotan matahari yang cukup, dan perawatannya yang maksimal.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh pelosok nusantara. Untuk anda yang berlokasi area Jogja, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Sleman, Magelang silahkan datang ke tempat kami atau cod di area tersebut. Namun, bila anda berlokasi jauh semacam Jakarta, Depok, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Barat, NTT, Bali, Banten, Jawa Timur, Banyuwangi, Kediri, Jember, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Sidoarjo dan lain sebagainya bisa dengan jalur darat, udara dan laut sesuai permintaan konsumen.

 

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

Jenis dan fungsi kapur

kapur dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

Cara Pengapuran

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.

pengapuran tanah dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.