Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘jahe merah’

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun Jahe Merah

Cara Penanganan Penyakit Bercak Daun  Jahe Merah  

Seperti halnya pada tanaman lain, bibit jahe merah yang kita tanam juga rentan  terserang penyakit. Salah satu  penyakit yang  sering menyerang dalam budidaya jahe merah adalah bercak daun. Penyakit  bercak daun merupakan penyakit yang disebabkan phyllosticta zingiberi. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin. Penyakit ini juga dapat menyerang tanaman yang terinveksi atau tanpa terinveksi.

bercak daun

Gejala awal tanaman jahe merah yang terserang penyakit bercak daun yaitu ditandai dengan adanya bintik-bintik kuning yang cukup banyak pada daun berukuran 3-5 mm. Lambat laun bintik-bintik tersebut menjadi bercak. Warna bercak-bercak itu menjadi abu-abu yang di tengah-tengahnya ada noktah kecil berwarna hitam. Sementara itu, pada bagian tepi terjadi busuk basah. Jika serangan  penyakit bercak daun semakin berat dapat mengakibatkan daun mejadi rusak, semakin menguning, mengecil dan daun muda yang baru muncul akan menampakkan gejala klorosis. Gejala klorosis biasanya menyerang bibit jahe merah yang daunnya  masih muda. Tanaman yang terserang penyakit ini bisa mengakibatkan tanaman jahe menjadi layu bahkan bisa menyebabkan kematian .

Penangganan Penyakit  Bercak Daun/ Daun Menguning

Penanganan sebagai upaya pencegahan (preventif) dapat dilakukan oleh petani jahe. Hal ini bertujuan agar bibit jahe merah yang akan ditanam tidak bermasalah selama proses pemeliharaan. Tindakan preventif yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Menggunakan bibit jahe merah yang baik serta mengusahakan pertumbuhan tanaman agar tetap sehat dengan cara memilih bibit ungul yang sehat bebas dari hama dan penyakit.
  • Merendam rimpang bibit jahe merah dalam fungisida
  • Mengolah lahan dan membuat drainase yang baik dan mengunakan pengendalian fisik/mekanik dengan tenaga manusia.
  • Menerapkan pola tanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar kelembapan tidak terlalu tinggi.

Sementara itu, ada upaya yang bisa dilakukan bila penyakit bercak daun telah menyerang. Caranya antara lain menggunakan fungisida yang dianjurkan oleh pemerintah seperti:

  • Dithane M-45 (0,25%)
  • Delsene MX-200 (0,20%)
  • Bavistin (0,25%)

Mengunakan fungisida tersebut dengan interval 10 hari atau tergantung keadaan serangan. Semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

 

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

Jenis dan fungsi kapur

kapur dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

Cara Pengapuran

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.

pengapuran tanah dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Langkah yang harus dipersiapkan dalam budidaya jahe merah

Langkah yang harus dipersiapkan dalam budidaya jahe merah :

1. Penyediaan Bibit Jahe merah.
2. Persiapan Lahan.
3. Penyediaan Pupuk Organik.
4. Penyediaan Obat anti uret dan hewan pengerat yang disebut Reagent.
5. Penyediaan pupuk NPK.
6. Pupuk organik/ pupuk kandang bila dirasa perlu..
7. Pengairan untuk musim panas.
ad 1. – Bibit jahe merah yang bagus adalah jenis rimpang yang sudah berusia satu tahun keatas.
        – Sebelum ditanam, sebaiknya disemai dulu selama dua minggu dengan cara diletakkan di tanah dan diatasnya diberi jerami atau serbuk gergaji.
        – Penyemaian dengan menaruh rimpang di lahan atau tanah di lingkungan yang sejuk seperti di gudang atau ruangan khusus   beratap.
       – Rimpang sebaiknya jangan dipotong kecil kecil, tetapi biarkan saja utuh.
       – Setelah penyemaian berumur 2-3 minggu biasanya muncul tunas tunas kecil. Lalu ambil tunas jahe tersebut dengan memotong di garis ruas rimpangnya.
       – Ingat, setiap tunas berdiri sendiri, jadi itu sebabnya harus dipisahkan atau dipotong, supaya perkembangan rimpang dan hasil panennya bagus.
       – kebutuhan bibit jahe merah untuk 1 hektar (10,000 m)  butuh sekitar 400-600 kg rimpang jahe merah.
       – 1 Kg bila disemai rata rata menghasilkan 60-90 tunas.
       – bila menggunakan media polybag ukuran 60 cm atau karung goni butuh sekitar 3- 4 tunas.
       – Jadi, 1 kg bila ditanam di polybag atau karung memuat 25 media dengan asumsi per karung/polybag membutuhkan 3 tunas .
ad 2.
     – Lahan yang cocok untuk tanaman jahe merah tentu saja yang subur, gembur, dapat supplai matahari yang cukup, tidak tertutupi oleh pohon lain di sekitarnya, misal tanaman jati.
     – Bila lahannya terlalu asam, maka perlu diberi dolomit secukupnya.
ad 3.
    – Pupuk organik bisa dari sisa2 kotoran kandang, humus atau unsur hara. Bisa juga dengan menggunakan fermentasi urine kelinci atau kambing.
ad 4.
     – Reagent biasa dijual di toko pertanian. Fungsinya untuk membunuh atau membasi hewan hewan pengganggu.
     – Cara penggunaanya tinggal menyebarkannya ke tanah sekitar tanaman jahe merah..
ad 5.
    – Pupuk NPK diberikan ke tanaman jahe ketika berusia 3 bulan ke atas.
    – pemberian NPK setiap sebulan sekali.
ad6.
    – komposisi pupuk organik sebaiknya berimbang. Artinya sepertiga karena dibagi dengan tanah, pupuk organik dan dolomit.
    – Perlu penambahan EM 4 untuk membantu proses penguraian bakteri yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.
Keterangan lebih lengkap silahkan berkomunikasi dengan Whatsap kami di 087838393451. Atau bisa datang langsung ke kami di Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman.

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Jahe merah merupakan tanaman obat bertumbuh rumpun dan berbatang semu. Persebaran jahe merah dari india sampai china, pertama kali dibawa dari daratan asia pasifik.  Berbagai Negara dibelahan dunia, memanfaatkan jahe merah sebagai bahan pembuatan minuman, obat-obatan, bumbu masak dan lain sebagainya.

Selain itu jahe merah juga diambil minyak atsirinya dengan cara penyulingan untuk dimanfaatkan secara luas dan spesifik. Minyak atsiri pada jahe merah biasa disebut juga dengan minyak eteris (Aetheric oil). Nama lain dari minyak aromaterapi, minyak esensial, minyak terbang.

Minyak atsiri pada jahe merah berbentuk kental jika berada pada suhu ruang, namun cepat menguap dan menimbulkan wangi yang khas. Dalam berbagai bidang industri peranan minyak atsiri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku. Seperti beberapa industry berikut ini :

Dalam industri kosmetik, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penambah aroma terapi pada sabun, sampo, pata gigi, pencuci tangan dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam industri makanan, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penyedap rasa dan aroma. Untuk industri parfum minyak atsiri pada jahe merah digunakan untuk membentuk aroma parfum dengan wewangian khas aromatherapy yang menenangkan.

Dalam industri farmasi, kandungan minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai anti nyeri, anti bakteri dan anti infeksi. Apalagi sekarang salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia sudah berinovasi menciptakan minyak angina aroma therapy dengan wangi khas jahe merah yang lebih hangat.

Dalam industri bahan pengawet minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai insektisida. Dengan mengetahui beberapa manfaat minyak atsiri untuk kebutuhan industri maka dapat dilihat pula prospek cerah jika memutuskan untuk budidaya jahe merah . karena kebutuhan pasokan minyak atsiri jahe merah pada industri berlangsung terus menerus. Dari tahun ke tahun pun terus meningkat.

Hal ini menjadi peluang bagi anda untuk menanam jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah bagi anda yang berniat memulai budidaya. Segera hubungi kami di :

HP/WA admin 1 : 0899-8869-758

HP/WA admin 2 : 0878-3839-3451

PIN BB               : 579D8E32

 

budidaya jahe merah

budidaya jahe merah

Aneka Ramuan berbahan Jahe Merah atau Gajah

Aneka Ramuan berbahan Jahe Merah atau Gajah

Lemah syahwat

Siapkan 2 rimpang jahe merah atau gajah sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 butir telur ayam, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan madu, dan sedikit bubuk merica. Cuci jahe, parut, tambahkan segelas air masak, lalu peras. Tambahkan air jeruk nipis, kuning telur, kemudian campur dengan semua bahan lainnya. Aduk sampai merata. Minun seminggu sekali.

Resep lainnya jahe merah dan ginseng dan cabe jawa masing masing 15 g dan 20 gr lada hitam direbus bersama dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum masing masing 1 gelas pada pagi dan sore hari dengan menambahkan kuning telur 1 butir dan 2 sendok makan madu murni.

Batuk

Ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, cuci bersih dan rebus dengan 2 gelas air . Didihkan hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan jahe tersebut diminum 2 kali sehari di pagi dan sore hari. Senyawa jahe akan bekerja dan membantu meredakan penderita batuk.

 

Pegal Pegal

Ambil 2 rimpang jahe sebesar ibu jari dan susu segar 2 gelas. Rimpang jahe dicuci bersih, dibakar, lalu dikuliti. Rimpang itu dimemarkan, kemudian direbus bersama dengan susu segar. Susu jahe diminum 2 kali sehari, pagi dan sore masing masing 1 gelas.

Kepala pusing

Ambil 3 rimpang jahe sebsar ibu jari, cuci bersih, bakar dan memarkan. Seduh dengan 1 gelas air tambahkan sedikit madu atau gula aren. Minum ramuan tersebut 1 gelas sekaligus.

Rematik

Ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, bakar, kemudian cuci bersih dan parut. Tempelkan parutan jahe bakar di bagian tubuh yang diserang rematik. Resep lainnya, telumawak dan cabe jawa masing masing 20 g dan komfrey dan jahe merah masing masing 25 g dan kumis kucing 30 g. Cuci semua bahan, iris tipis rimpang jahe dan temulawak. Rebus dalam 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum masing masing segelas tiap pagi dan sore hari, tambahkan madu dan jeruk nipis untuk mengurangi rasa pahit.

 

Anda ingin budidaya jahe? kami sedia bibit jahe merah, bibit jahe gajah, bibit jahe emprit. Stok melimpah dan siap menerima pesanan partai besar dan kecil. Untuk lokasi area Jogja, Bantul, Gunungkidul, Klaten, Magelang, Sleman, Solo, Boyolali, Kulon Progo, Kebumen, Purworejo, Salatiga, Temanggung, Semarang dan sekitarnya kami siap antar sampai ke rumah terutama untuk pembelian 200 kg keatas. Kurang dari itu dikirim lewat jasa ekspedisi atau pos. Keterangan lengkap bisa menghubungi sms/WA 087838393451. salam sukses untuk pembudidaya jahe merah dan gajah.

 

kebun jahe merah

perkebunan jahe merah

Cara Pemilihan Bibit Jahe Merah

Cara Pemilihan Bibit Jahe Merah

Untuk memulai menanam jahe merah tentu dibutuhkan bibit jahe merah.

Bibit jahe merah yang mempunyai kualitas baik akan menghasilkan jahe merah yang baik juga saat dipanen. Dengan mengetahui kondisi bibit bertujuan agar tidak ada hambatan dalam proses budidaya.

            Bibit jahe merah yang baik dan berkualitas dapat dilihat dari beberapa hal diantaranya bibit jahe merah sebaiknya diambil dari tanaman jahe yang sudah tua berkisar umur 12 bulan. Bibit jahe merah diambil dari tanaman jahe yang tidak terserang hama penyakit. Sebaiknya bibit jahe merah diambil dari kebun bukan dari pasar untuk konsumsi.  Bibit jahe merah sebaiknya dalam kondisi mulus tidak lecet atau terluka.

Selamat mencoba untuk anda semua, kami menyediakan bibit jahe merah.

Bagi anda yang berminat silahkan dapat menghubungi kami melalui :

Call/sms : 087838351656/08122779928

 

 

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.