Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘bisnis jahe merah’

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

 

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

Jenis dan fungsi kapur

kapur dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

Cara Pengapuran

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.

pengapuran tanah dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prospek Pemasaran Jahe Merah

Prospek Pemasaran Jahe Merah

 

Jahe merah adalah salah satu tanaman rimpang herbal berprospek cerah. Mengapa demikian? Jahe merah kini mulai digandrungi masyarakat dan dibudidayakan secara luas. Bukan saja dalam bentuk konsumsi , tetapi juga keperluan bibit. Bukan saja dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Jahe merah juga memiliki banyak khasiat manfaat untuk kesehatan, industri herbal, olahan makanan, farmasi dan produk lainya.

Jahe merah bersama jahe gajah adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia yang mulai diminati mancanegara. Permintaan dalam negeri secara grafik mengalami peningkatan dalam jumlah konsumsi. Menurut catatan koperasi BPTO Tawangmangu Jawa Tengah, periode 1984-1990 saja berkisar 5,000 ton per tahun. Hampir semua industri obat tradisional di Jawa Tengah membutuhkan jahe.

PT Sidomuncul membutuhkan jahe sekitar 15 ton per bulan, PT Air Mancur membuthkan 15 ton per bulan, CV Tamu Kencono membutuhkan sekitar 10-12 ton per tahun dan PT Indotraco membutuhkan jahe 40 ton per bulan. Belum lagi industri kecil menengah lainnya, yang membutuhkan jahe untuk bahan produksi mereka.

Itulah sebabnya, budidaya jahe merah berprospek cerah. Terbukti, Bulan Januari ini saja di Pasar Beringharjo Jogja, jahe merah dihargai 35 ribu- empat puluh ribu rupiah per Kg nya. Di Pasar Sleman, Jahe merah juga hampir sama. 35 ribu per kg. Di Pasar Muntilan, Bulan Januari ini, Jahe merah dihargai 35 ribu sampai 40 ribu rupiah. Itu pun bukan jahe merah untuk bibit, tetapi jahe merah dalam kategori konsumsi. Jahe merah kualitas bibit tentu saja lebih mahal.

Info terbaru, di daerah Bajarmasin dan sekitarnya, Jahe merah Bulan pertengahan Januari kemarin mencapai 70 ribu/ KG. Wajar, bila warga sana banyak yang berburu jahe merah di Jawa. Mereka jeli mengambil peluang ini. Anda pun tentu bisa juga. Tentu dengan mengecek kondisi harga secara langsung di tiap daerah di Indonesia.

Di Pati Jawa Tengah, relasi kami kemarin mengabarkan bahwa jahe merah kualitas bibit di Bulan Januari sudah mencapat 60 ribuan. Wow, menarik bukan? Di sisi lain, memasuki musim penghujan seperti saat ini merupakan saat yang tepat untuk memulai budidaya jahe merah. Wajar, bila banyak masyarakat yang berburu bibit jahe merah, terutama melalui internet. Pasalnya, di pasar langsung, jahe merah kualitas bibit masih diragukan, kecuali yang memang sudah faham betul seluk beluk jahe merah.

Untuk anda pemula dalam bertani jahe merah, sebaiknya serahkan ke ahlinya. Artinya, datang langsung kepada penjual bibit jahe merah terpercaya. Penjual bibit jahe merah yang yang terpercaya memiliki ciri ciri yang jelas; memberi tahu ke konsumen secara langsung terkait perbedaan jahe merah konsumsi dan bibit, kualitas rimpang tampak lebih besar, berusia lebih dari satu tahun dan bebas dari busuk rimpang.

Dengan potensi dan peluang pasar yang begitu lebar, tidak ada salahnya anda membudidayakan jahe merah. Anda pemula dan butuh ilmu tentang budidaya jahe merah? Kunjungi kami di Rajek Lor RT 2 RW 24 Tirtoadi Mlati Sleman atau kontak WA/SMS 087838393451. Untuk anda yang berlokasi sekitar kami bisa datang langsung. Namun bila adan berlokasi jauh, kami pun siap melayani anda dan mengirim bibit jahe merah melalui ekpedisi terpercaya.

jahe merah

Presiden Jokowi sedang melihat jahe di suatu pasar

Peluang Usah Jahe Kering

Peluang Usaha Jahe Kering

 

Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah ketersediaan tanaman rempah remah yang melimpah, termasuk dalam hal ini adalah jahe.  Sejak dahulu, jahe menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah banyak diekspor ke berbagai Negara dalam produk mentah, setengah jadi dan jadi.

Rimpang jahe terutama terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Itulah sebabnya, diperlukan pengolahan secepatnya supaya tetap layak dikonsumsi terutama pada saat panen melimpah. Salah satu hasil olahan jahe dalam hal ini adalah jahe kering. Jahe kering adalah irisan rimpang jahe yang telah dikeringkan. Lalu diiris iris dan dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering.  Jahe kering merupakan bahan baku untuk pengolahan tepung jahe dan bumbu masak.

Nah, Jenis jahe kering dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama jahe kering berkulit; yaitu jenis jahe yang akan dikeringkan tidak dibuang kulitnya. Kedua, jahe kering setengah berkulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas permukaan datarnya. Ktiga, jahe tanpa kulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas seluruh kulitnya.

Dengan ketersediaan yang cukup melimpah dan kebutuhan pasar yang cukup tinggi baik untuk penggunaan rumah tangga ataupun kebutuhan sebagai bahan baku industry menjadikan usaha pengolahan jahe kering ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Jahe kering biasanya diterima di Industri jamu, obat obatan herbal di Semarang, Pekalongan, Jakarta dan lain sebagainya.

Anda ingin budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang dan polybag ang sudah bertunas. Bingung bagaimana cara budidayanya? Silahkan kontak 087838393451 atau datang saja ke Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Namun, bagi anda yang berlokasi jauh, kami menyediakan buku panduan dan siap kirim bibit jahe merah ke seluruh Indonesia melalui ekpedisi, jasa paket dan Travel.

jahe merah

Manfaat dan khasiat jahe merah

Manfaat dan khasiat jahe merah

Jahe merah adalah salah satu tanaman obat obat keluarga (TOGA) yang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Jahe merah secara turun temurun digunakan masyarakat Indonesia untuk meredakan berbagai macam penyakit seperti sakit kepala, batuk, masuk angin dan lain sebagainya.

 

Jahe merah juga digunakan sebagai salah satu obat untuk meredakan berbagai gangguan saluran pencernaan, rematik, obat anti mual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal akibat gigitan serangga, keseleo, bengkak dan memar.

 

Di beberapa sumber juga disebutkan bahwa jahe dapat mencegah serta mengobati berbagai penyakit seperti luka bakar, sakit kepala, migraine, menurunkan kadar kolesterol, rematik, tukak lambung, anti depresi, hingga impotensi. Namun, secara klinis memang belum ada bukti secara ilmiah terkait hal tersebut.

Sejauh ini, jahe merah dalam uji farmakologis terbukti memiliki manfaat sebaga obat antiradang. Di dalam suatu uji laboratorium, ekstrak jahe merah dalam air panas bisa menghambat aktifitas lipoksigenase dan Siklooksigenase sehingga bisa menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena.

Sebuah riset di China disebutkan bahwa ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5-10 % ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit dan menurunkan pembengkakan tulang sendi.

Secara garis besar, jahe adalah tanaman agrikultur yang bernilai daya tinggi yang diperuntukkan selain untuk konsumen langsung seperti penderita radang d,ll, juga untuk bahan baku industry herbal, makanan ringan, obat obatan, farmasi, dan menu khas di warung-warung jahe atau restoran umum.

manfaat jahe merah untuk sakit radang

jahe juga bermanfaat untuk sakit radang

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.