Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘bibit jahe merah unggul’

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Jahe merah merupakan tanaman obat bertumbuh rumpun dan berbatang semu. Persebaran jahe merah dari india sampai china, pertama kali dibawa dari daratan asia pasifik.  Berbagai Negara dibelahan dunia, memanfaatkan jahe merah sebagai bahan pembuatan minuman, obat-obatan, bumbu masak dan lain sebagainya.

Selain itu jahe merah juga diambil minyak atsirinya dengan cara penyulingan untuk dimanfaatkan secara luas dan spesifik. Minyak atsiri pada jahe merah biasa disebut juga dengan minyak eteris (Aetheric oil). Nama lain dari minyak aromaterapi, minyak esensial, minyak terbang.

Minyak atsiri pada jahe merah berbentuk kental jika berada pada suhu ruang, namun cepat menguap dan menimbulkan wangi yang khas. Dalam berbagai bidang industri peranan minyak atsiri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku. Seperti beberapa industry berikut ini :

Dalam industri kosmetik, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penambah aroma terapi pada sabun, sampo, pata gigi, pencuci tangan dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam industri makanan, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penyedap rasa dan aroma. Untuk industri parfum minyak atsiri pada jahe merah digunakan untuk membentuk aroma parfum dengan wewangian khas aromatherapy yang menenangkan.

Dalam industri farmasi, kandungan minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai anti nyeri, anti bakteri dan anti infeksi. Apalagi sekarang salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia sudah berinovasi menciptakan minyak angina aroma therapy dengan wangi khas jahe merah yang lebih hangat.

Dalam industri bahan pengawet minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai insektisida. Dengan mengetahui beberapa manfaat minyak atsiri untuk kebutuhan industri maka dapat dilihat pula prospek cerah jika memutuskan untuk budidaya jahe merah . karena kebutuhan pasokan minyak atsiri jahe merah pada industri berlangsung terus menerus. Dari tahun ke tahun pun terus meningkat.

Hal ini menjadi peluang bagi anda untuk menanam jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah bagi anda yang berniat memulai budidaya. Segera hubungi kami di :

HP/WA admin 1 : 0899-8869-758

HP/WA admin 2 : 0878-3839-3451

PIN BB               : 579D8E32

 

budidaya jahe merah

budidaya jahe merah

Syarat Tumbuh Budidaya Jahe Merah

Budidaya jahe merah cocok ditanam di tanah yang subur, gembur dan banyar mengandung unsur humus (sisa sisa daun, dll). Tekstur tanah yang baik adalah tanah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Di samping itu, supaya memperoleh rimpang yang banyak, tanaman jahe merah diperlukan drainase (pengairan) yang baik dan mendapatkan asupan “gizi” berupa pupuk organik dan pemberian dolomit yang tepat.

pupupk jahe merah humus

   humus tanaman cocok untuk menanam jahe merah

Untuk lahan dengan kemiringan >3 dianjurkan untuk dilakukan pembuatan terasering. hal ini untuk menghindari terjadinya pencucian lahan yang menyebabkan tanah menjadi tidak subur atau mungkin hanyut akibat terpaan hujan.

tanaman jahe merah secara geografis, cocok didaerah tropik dan sub tropik seperti Indonesia. Daerah tropik dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan kadar 2,500-4,000 mm/tahun. Jahe merah juga cocok dikembangkan di daerah dengan iklim sejuk dengan ketinggian antara 500- 1,000 meter dari permukaan laut.

Namun, tanaman jahe juga cocok dikembangkan dengan curah kurang dari 2,500 mm, di dataran rendah dan lahan gambut. Tentu saja dengan cara khusus seperti penambahan unsur hara, pupuk organik di lahan dan pupuk organik cair (fermentasi urine kelinci), dolomit dan pengairan yang tepat. Suhu udara juga mendukung dengan kisaran 20- 35 derajat celcius.

Secara umum, selama masa pertumbuhan, tanaman jahe merah memerlukan instensitas sinar matahari yang tinggi. Terutama di saat umur 2,5 bulan sampai 7 bulan. Dengan kata lain budidaya jahe merah  perlu ditempatkan di lahan terbuka dengan intensitas cahaya matahari 70-100 % atau agak ternaungi sampai terbuka. Namun, di awal pembibitan atau awal pertumbuhan sebelum berumur dua bulan, sebaiknya di taruh di tempat yang sejuk dan ternaungi matahari secara terus menerus. Tujuannya tentu saja supaya tidak cepat layu atau terbakar akibat sinar matahari langsung.

Anda ingin budidaya jahe merah? kami sedia bibit jahe merah berkualitas super, sudah tua dan berkualitas atau unggul. Kami juga sedia pupuk organik cair berupa fermentasi urine kelinci untuk “pengocoran” di lahan supaya subur dan rimpangnya berkembang dengan maksimal sehingga ketika panen menghasilkan rimpang yang banyak dan melimpah.

dolomit untuk jahe merah

dolomit cocok untuk menanam jahe merah

 

fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

Pengendalin penyakit hama dalam budidaya Jahe Merah secara organik

Pengendalin penyakit atau hama dalam budidaya Jahe Merah secara organik

Budidaya jahe merah secara organik tentu saja berbeda dengan cara kimiawi, yakni menggunakan obat obat berbahan kimia. Budidaya jahe merah organik adalah dengan memanfaatkan unsur alami mulai dari penanaman, perawatan atau pengendaliannya. Nah, artikel berikut ini akan membahas cara pengendalian hama tanaman jahe merah secara organik atau alami.

Pengendalian hama tanaman jahe merah dikenal dengan nama PHT (Pengendalian Hama Terpadu). Pengendalian hama terpadu adalah dengan memadukan unsur alam dan manusia demi mencegah terjadinya hama terutama sejak awal masa penanaman. Lebih jelasnya , cara caranya adalah sebagai berikut :

  1. Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat. Yaitu dengan memilih bibit jahe merah unggul, super dan berkualitas dengan kriteria usia tanam satu tahun dan kondisi sehat tidak busuk dan bebas dari serangan hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari awal sejak masa penanaman.
  2. Memanfaatkan semaksimal mungkin musuh musuh alami.
  3. Menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap serangan penyakit.
  4. Menggunakan pengendalian fisik dan mekanik dengan tenaga manusia.
  5. Mengunakan teknik budidaya yang baik dan benar.
  6. Penggunaaan insektisida alsmi dan herbisida atau fungisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik bagi bahan tanaman yang dipanen maupun bagi tanah atau lahan.

Nah, berikut tanaman yang bisa dijadikan sebagai pestisida alami untuk pengendalian hama dalam budidaya jahe merah :

  • Tembakau mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun dalam perut (hama) seperti serangga kecil yang disebut Aphids.
tembakau

tembakau

  • Piretrum. Tanaman sejenis terna yang memiliki bunga yang cocok untuk pengendalian hama dengan cara disemprotkan. Hama seperti lalat rumah, nyamuk, kutu dan lalat buah takut dengan tanaman ini.
piretrum untuk jahe merah

piretrum

  • Tuba mengandung rotenone untuk insektisida kontak dan dipakai dengan cara disemprotkan.
tanaman tuba

tuba

  • Bengkuang mengandung rotenoid yakni pakhirizida yang bisa digunakan sebagai insektisida dan larvasida.
bengkuang

bengkuang

  • Jeringau yang rimpangnya mengandung asaron dan biasa digunakan untuk mengatasi hama serangga dan pembasmi cendawan.
tanaman jeringau

tanaman jeringau

 

Anda ingin budidaya jahe merah? hubungi HP/WA 0878 3839 3451. Kami sedia bibit jahe merah unggul siap kirim ke seluruh Indonesia.

Aneka Ramuan Jahe Merah

Aneka ramuan Jahe Merah

  • Lemah Syahwat

 

Jahe merah bisa dipakai untuk mengatasi lemah syahwat. Caranya siapkan 2 rimpang jahe sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1 butir telur ayam kampong, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok makan madu dan sedikikit bubuk merica.

Cuci jahe, lalu parut, tambahkan segelas air masak, lalu peras. Tambahkan jeruk nipis, kuning telur kemudian campur semua dengan bahan lainnya. Aduk sampai merata. Minum seminggu sekali.

Resep lainnya untuk menambah gairah seks dengan cara mencampurkan bahan jahe merah dan ginseng dan cabe jawa masing masing 15 gram. Tambahkan 20 gram lada hitam, lalu direbus bersama dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas.

Minum masing 1 gelas pada pagi dan sore hari dengan menambahkan kuning telur 1 butir dan 2 sendok makan madu murni.

jahe merah cegah lemah syahwat

Batuk

Ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, cuci bersih, dan rebus dengan 2 gelas air. Didihkan hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan jahe tersebut diminum 2 kali sehari, yakni di pagi hari dan sore hari.

 

Pegal pegal

Caranya ambil 2 rimpang jahe merah sebesar ibu jari dan susu segar 2 gelas. Rimpang jahe dicuci bersih, dibakar, lalu dikuliti. Rimpang itu dimemarkan, kemudian direbus bersama dengan susu segar. Susu jahe diminum 2 kali sehari, pagi dan sore masing masing 1 gelas.

 

Kepala pusing

Ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, cuci bersih, bakar dan memarkan. Seduh dengan 1 gelas air , lalu tambahkan sedikit madu atau gula aren. Minum ramuan tersebut 1 gelas sekaligus.

Rematik.

Caranya ambil 3 rimpang jahe sebesar ibu jari, bakar, kemudian cuci bersih dan parut. Tempelkan parutan jahe bakar di bagian tubuh yang diserang rasa rematik.

Resep lainnya adalah dengan mencampurkan temulawak, cabe jawa (masing masing 20 gram ), daun komfrey dan jahe merah (masing masing 25 gram). Lalu tambahkan kumis kucing 30 gram. Cuci semua bahan, iris tipis rimpang jahe dan temulawak. Rebus dalam 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum masing masing segelas tiap pagi dan sore. Tambahkan mau dan jeruk nipis untuk mengurangi rasa pahit jamu tersebut.

jahe merah

Hama dalam budidaya jahe merah dan cara mengatasinya

Hama dalam budidaya jahe merah dan cara mengatasinya

 

Menurut Budi Setiawan (2015), Hama yang dijumpai dalam budidaya jahe merah adalah sebagai berikut :

  1. Menyerang daun tanaman hingga berlubang – lubang.
  2. Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan jahe menjadi kering dan mati.
  3. kumbang.

Adapun jenis penyakit yang biasa ditemui dalam budidaya jahe merah adalah berikut ini :

  1. Penyakit layu bakteri. Penyakit ini ditandai dengan gejala daun jahe merah bagian bawah melipat, lalu menggulung, lalu menguning dan mengering. Penyakit ini menyerang jahe merah pada umur 3-4 bulan.

Cara pengendaliannya adalah dengan menjaga mutu bibit jahe merah, mengkarantina tanaman jahe yang terkena penyakit dan memberikan fungisida dithane M-45 (0,25%).

  1. Penyakit busuk rimpang. Penyakit ini bisa masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Gejalanya ditandai bagian bawah menguning, lalu layu dan akhirnya mati.

Cara pengendaliannya adalah dengan membeli bibit jahe yang baik/ sehat, menerapkan pola tanam yang baik dan pemakaian fungisida yang tepat.

  1. Penyakit bercak daun. Penyakit ini menular melalui bantuan angin. Gejalanya dimulai bercak-bercak daun berukuran 3-5 cm. lalu lama lama menjadi abu abu dan di tengah-tengahnya terdapat bintik bintik hitam, sementara pinggirnya busuk basah, lalu mati. Solusinya adalah dengan tindakan penyemprotan fungisida sesuai aturan yang dianjurkan.

 

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.