Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘bibit jahe merah rantau darat’

Keadaan Tanah yang cocok Untuk Budidaya Jahe Merah

 

Keadaan Tanah yang cocok untuk jahe merah

Tanaman jahe merah cocok hidup pada tanah gembur. Tanah yang gembur biasanya mengandung unsur organik atau unsur hara yang tinggi sehingga diharapkan menghasilkan panen yang maksimal dan memuaskan. Tanah yang mengandung unsur organik bisa berasal dari kotoran ternak semacam kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya yang telah terurai dengan tanah serta sisa sisa humus atau kompos.

Sebagian besar jenis tanah di Indonesia cocok digunakan untuk bercocok tanam jahe merah. Apalagi saat ini menanam jahe merah tidak harus di tanah atau bedengan. Bisa juga menggunakan karung atau polybag. Bahkan, menggunakan karung atau polybag kita bisa mengolah tanah sesuai dengan kebutuhan hidup jahe merah.

Berikut beberapa jenis tanah yang cocok digunakan untuk budidaya jahe merah.

Tanah yang cocok

tanah andosol untuk jahe

tanah andosol

Jenis tanah yang baik untuk digunakan menanam jahe merah adalah andosol. Tingkat kesuburan tanah andosol lebih baik dibandingkan tanah latosol. Tanah andosol memiliki warna hitam kelabu sampai coklat tua. Memiliki tekstur agak berpasir, berdebu dan mengandung tanah liat. Tanah ini cenderung gembur dan memiliki pH antara 5,0-7,0. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk menanam jahe merah mengingat kandungan unsur hara dan zat organik yang tinggi.

tanah latosol jahe merah

tanah latosol

Tanah latosol memiliki warna merah yang kesuburannya dalam tingkat sedang. Tanah latosol biasanya berwarna merah coklat hingga kuning. Tekstur liat dan memiliki sifat gembur. Kandungan unsur hara dan kadar organiknya tinggi, meski sedikit di bawah andosol.  Walau demikian jenis tanah latosol cocok untuk tanaman jahe merah. Hanya saja tingkat produksi panennya masih kalah dibanding tanah andosol.

Campuran tanah latosol dan andosol juga bisa dipakai untuk budidaya jahe merah. Pasalnya, perpaduan kedua sifat tanah ini bisa menjadikan tanaman lebih kuat tertancap di tanah. Sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh kembang rimpang.

Selain mengoplos tanah, petani jahe merah juga bisa mengoplos dengan campuran pupuk organik semacam pupuk kandang atau kompos. Tujuannya supaya tanah menjadi subur dan gembur dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman jahe merah.

Tanaman jahe merah dapat tumbuh di ketinggian 1,500 dpl. Namun cocok pula ditanam di ketinggian 500-950 dpl. Tentunya dengan syarat keadaan tanahnya subur atau gembur, mendapat sorotan matahari yang cukup, dan perawatannya yang maksimal.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh pelosok nusantara. Untuk anda yang berlokasi area Jogja, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Sleman, Magelang silahkan datang ke tempat kami atau cod di area tersebut. Namun, bila anda berlokasi jauh semacam Jakarta, Depok, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Barat, NTT, Bali, Banten, Jawa Timur, Banyuwangi, Kediri, Jember, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Sidoarjo dan lain sebagainya bisa dengan jalur darat, udara dan laut sesuai permintaan konsumen.

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.