Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘bibit jahe merah papua’

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

bibit jahe merah

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

 

Setelah bibit jahe merah ditanam dan dibudidayakan di polybag, karung atau kebun atau lahan, maka saatnya pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman jahe merah menjadi hal penting untuk kesuksesan budidaya jahe merah. Tanpa adanya pemeliharaan yang maksimal, mustahil mendapatkan hasil yang optimal.

Bila tanaman jahe merah anda ada yang mati, atau tumbuh kurang optimal, maka anda perlu memberikan penyulaman. Penyulaman bisa dilakukan setelah dua atau tiga minggu setelah penanaman pertama. Nah, di tiga bulan pertama penanaman jahe merah perlu dilakukan penyiangan sebulan sekali. Bersamaan dengan dengan penyiangan juga dilakukan pembumbunan setelah tanaman berumur 2-3 bulan.

Pemupukan susulan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam dengan pupuk Urea 400 kg/ha dan KCL sebanyak 300 kg/ha. Pada waktu tanaman berumur tiga bulan dipupuk dengan pupuk urea sebanyak 400 kg/ha. Pengendalian hama tanaman di awal masa tanam ini menjadi hal penting demi kesuksesan budidaya jahe merah.

Penyiangan gulma

Penyiangan pertama dilakukan di saat tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengangganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe merah, jahe gajah dan semisalnya, berumur 6-7 bulan sebaiknya tidak diperlukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut, rimpangnya mulai besar.

Penyulaman jahe merah

Jahe  memerlukan tanah yang membuat sirkulasi udara dan air di tanah berjalan dengan baik. Tujuannya tentu saja supaya tanah gembur dan subur sehingga bagus untuk perkembangan tanaman jahe merah. Namun, kadangkala bibit tanaman jahe merah ada yang tidak tumbuh atau mati. Entah karena bibit yang kurang tua atau serangan hama. Itulah sebabnya, diperlukan penyulaman demi efektivitas penananaman jahe merah.

Penyulaman bisa dilakukan di saat jahe merah berumur 1- 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan. Penyulaman dilakukan dengan menanamkan bibit jahe merah baru yang lebih tua dan segar di lahan yang terdapat tanaman jahe yang mati. Penyulaman juga memerlukan fungisida agar bibit yang dihasilkan berkembang dengan baik.

Pemupukan

Jahe merah bisa diberikan pupuk organik dan anorganik (konvensional). Pupuk organik yang bisa dipakai dalam hal ini adalah berbahan organik, alami seperti pupuk kompos, humus, dan pupuk kandang. Fermentasi urine kelinci dalam hal ini juga cocok dipakai untuk jahe merah. Fdermentasi urine kelinci bisa dicampur dengan air dan disiramkan ke tanaman jahe merah secara berkala.

 

fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

tanaman jahe merah

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.