Bisnis Menjanjikan dari Budidaya Jahe Merah

jual bibit jahe merah

Sejak virus Corona (Covid-19) dinyatakan sebagai pandemi global, banyak orang yang mulai mencari  alternatif obat herbal. Bagaimanapun, sampai hari ini, obat atau vaksin dari virus Corona belum ditemukan oleh ilmuan. Maka dari itu, orang-orang memilih kembali pada obat-obatan herbal yang sudah disediakan oleh alam. Karenanya, budidaya jahe merah menjadi tren bisnis yang baru.

Sejak zaman nenek moyang, jahe merah telah dikenal sebagai tanaman obat dengan segudang khasiat. Bahkan bisa dibilang, Belanda menjajah Indonesia beberapa abad silam salah satunya juga karena produksi jahenya. Rimpang-rimpangan yang masih satu famili dengan zingiberales seperti kunyit, kencur, lengkuas, dan temulawak ini bahkan telah dimanfaatkan oleh bangsa China sejak 2000 tahun yang lalu.

William Roxburgh memberikan nama ilmiah Zingiber officanale untuk jahe. “Zingiber” merupakan bahasa Yunani yang berarti rimpang yang memiliki bentuk seperti tanduk. Sedangkan kata officanale diambil dari bahasa Latin yang berarti sesuatu yang digunakan untuk pengobatan. Inilah jahe. Tanaman ajaib yang memiliki kandungan yang sangat berlimpah.

Namun, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, jahe merah juga bisa dimanfaatkan untuk tambahan makanan. Masyarakat Indonesia telah memanfaatkan jenis rimpang ini sejak lama. Herbal jahe, selain sedap untuk makanan, juga ampuh untuk menangkal penyakit seperti batuk, masalah pernapasan, dan berbagai masalah pencernaan serta peradangan.

Kenapa jahe merah memiliki potensi bisnis yang tinggi? Hal ini dikarenakan khasiat yang membuat jahe merah selalu dibutuhkan oleh industri-industri besar.

Peluang Bisnis Budidaya Jahe Merah

Jahe merah memiliki prospek bisnis yang cukup tinggi. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang.

Namun, karena tak banyak yang membudidayakan jahe merah, petani-petani itu kewalahan menerima pesanan itu. Akibatnya, pengiriman jahe merah dilakukan secara bertahap.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Keuntungan Usaha Budidaya Jahe Merah

Tanah di Indonesia bagaimanapun cocok untuk budidaya jahe merah. Iklim tropis sangat baik untuk pertumbuhan tanaman dan rimpang jahe merah.

Terdapat beberapa faktor yang membikin budidaya jahe merah sangatlah menguntungkan.

  1. Membudidayakan jahe merah tak terlalu sulit dan bisa dibilang cukup mudah. Setelah mendapatkan bibit jahe merah yang berkualitas, Anda bisa langsung menanamnya di lahan yang memiliki ketinggian 1 – 2000 mdpl. Terlebih, di Indonesia, budidaya jahe merah sangat didukung oleh tanah yang subur dan iklim tropis yang hangat.
  2. Media tanam jahe merah cenderung mudah dan murah. Anda dapat membudidayakan jahe merah menggunakan polybag dengan media tanam karung.
  3. Jahe merah dapat dibudidayakan di lahan yang sempit. Sekarang masalah lahan sering terjadi. Sawah kian habis sebab kebutuhan tempat tinggal meningkat. Untuk itu, budidaya jahe merah sungguh tak memakan banyak tempat. Anda bisa memanfaatkan halaman sempit untuk menanam jahe. Dengan menanam jahe merah, pekarangan rumah Anda yang sunyi bisa disulap jadi lahan produktif.
  4. Anda tak akan repot mencari orang yang mau membeli jahe merah Anda. Hal ini dikarenakan kebutuhan jahe merah yang tinggi. Baik untuk diolah sebagai makanan maupun sebagai bahan obat ataupun industri besar.
  5. Jahe merah memiliki nilai jual yang tinggi meski harga jahe merah juga bisa dibilang cukup tinggi.
  6. Untuk menjadi pembudidaya jahe merah, tak perlu modal terlalu besar. Bisa dibilang, biaya yang perlu dikeluarkan untuk usaha jahe merah cukup kecil. Anda hanya butuh ketekunan dan ketelatenan yang serius untuk dapat membudidayakan jahe merah. Anda hanya perlu menyediakan polibag atau karung, bibit, dan pupuk saja untuk membudidayakan jahe merah.

Hambatan yang Mungkin Anda Temui Ketika Budidaya Jahe Merah

Tiap usaha, semudah apa pun, pasti memiliki hambatannya sendiri. Tak terkecuali budidaya jahe merah. Tak sedikit pembudidaya jahe merah yang rugi karena gagal panen. Banyak faktor yang menyebabkan gagal panen. Di antaranya, yaitu karena penggunaan bibit yang buruk, ketidaktelatenan dalam perawatan, serangan hama dan penyakit, hingga persoalan yang tak bisa dicegah seperti cuaca dan iklim.

Untuk masalah bibit yang buruk, Anda bisa menyelesaikannya dengan cara membeli bibit jahe merah berkualitas super di pembudidaya yang sudah terpercaya. Sedangkan untuk urusan hama dan penyakit, ini butuh ketelitian dan keuletan petani. Sebisa mungkin, sebagai petani jahe, Anda harus dapat mencegah penyakit dan hama pada jahe merah. Usaha preventif sangat diperlukan untuk meminimalisir kerugian.

Budidaya jahe merah itu tak sulit. Hanya perlu keseriusan yang konsisten. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

Inilah Penyebab Jahe Merah Gagal Panen

bibit jahe merah

Kini, banyak orang yang mulai membudidayakan jahe merah. Bibit jahe merah pun sudah banyak dijual di berbagai tempat. Hal ini tak lepas dari ramainya wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia.  Sehingga, bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Jahe merah menjadi pilihan alternatif obat herbal yang hits di pasaran.

Jahe merah mengandung minyak atsir yang cukup tinggi di banding jenis jahe lainnya. Di dalam jahe merah terdapat banyak kandungan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan menangkal penyakit. Jahe merah dipercaya ampuh untuk meningkatkan imun sehingga manusia tak gampang terserang penyakit. Disebutkan dari berbagai sumber, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat.

Banyaknya permintaan jahe merah otomatis membuat prospek bisnis jahe merah makin tinggi. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang. Memang, di Indonesia, untuk membudidayakan jahe merah tidaklah terlalu susah. Hal ini dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Indonesia sangat mendukung bagi pertumbuhan tanaman jahe merah.

Dengan kondisi iklim tropis, Indonesia adalah wilayah yang sangat mendukung untuk menanam jahe merah. Pada awal penanaman, jahe merah memang membutuhkan curah hujan yang tinggi. Jahe merah muda (sekitar 0-4 bulan) butuh curah hujan tinggi. Jadi, untuk menanam jahe, baik dimulai pada pertengahan musim penghujan atau awal musim penghujan. Sehingga, ketika tanaman mulai berusia 5-8 bulan, curah hujan sudah mulai berkurang dan tak terlalu tinggi. Fase itu sangat cocok untuk jahe merah dewasa.

Namun, bukan berarti tak ada risiko dan ancaman dalam budidaya jahe merah. Seperti tanaman lain, banyak ancaman yang bisa membuat pembudidaya menjadi gagal panen. Mulai dari hama hingga penyakit yang bisa berakibat fatal pada tanaman jahe merah. Penyakit dan hama yang parah tentu dapat membunuh tanaman dan membuat petani jahe tak dapat untung tapi dapat rugi.

Meski begitu, Anda tak perlu khawatir akan hal itu. Sebab, dengan perawatan yang intensif dan ketelatenan, Anda bisa mencegah serangan hama dan penyakit yang berakibat fatal pada jahe merah.

Serangan Hama yang Mengancam Jahe Merah

Hama adalah momok menakutkan bagi petani. Salah satunya adalah hama kepik. Kepik adalah serangga yang sering hidup di area persawahan. Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Hama ini sangat kecil. Kepik memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm. Warna kepik pun beragam. Ada yang berwarna kemerahan, kuning, bahkan coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar.

Induk hama kepik memisah telur-telur itu dengan tujuan agar larva kepik tak berebut makanan ketika larva sudah menetas. Setelah menetas, larva-lava ini akan menjadikan daun jahe merah sebagai makanan mereka. Petani bisa dengan mudah menandai kepik mana yang sudah menetas. Caranya adalah dengan melihat daun-daun tanaman jahe sudah berlubang atau belum.

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

Hama Lalat pada Jahe Merah

Selain kepik, hama yang dapat mengancam jahe merah adalah lalat. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Lalat rimpang jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Namun, lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.

Untuk mengatasi lalat jenis ini tak terlalu berbeda dengan lalat sebelumnya. Petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Petani juga bisa mengatasinya dengan tindakan sanitasi atau membersihkan sisa tanaman yang rusak karena larva lalat. Hal tersebut berfungsi untuk memutus siklus hidup lalat.

Syahdan, setelah populasinya berkurang, petani bisa mulai menyemprotnya dengan cairan kimia. Untuk lalat jenis ini petani bisa menggunakan insektisida Curacron 500 EC dengan dosis yang sesuai aturan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

Cara Memilih Bibit Jahe Unggulan

bibit jahe merah siap tanam
bibit jahe merah siap tanam

Sebelum membeli bibit dari pembudidaya atau petani, ada beberapa hal yang mesti diketahui dalam memilih bibit unggulan. Bibit jahe merah yang baik tentu saja tidak boleh dari rimpang yang berjamur, permukaan tidak bagus dan usianya terlalu muda. Jika dilihat dari luar, rimpang jahe merah yang sehat tidak akan memiliki bintik bintik putih. Bintik putih dari penampilan fisik jahe merah menandakan jamur sedang menyerangnya.

Jika bibit dipilih dari jahe yang tidak sehat, maka rentan tidak tumbuh, rusak atau membusuk. Sebaiknya pilih jahe yang sehat saja. Cara memilih jahe yang sehat adalah dengan melihat bagian luar rimpang. Jika terbebas dari bintik putih dan permukaanya tidak cacat, maka bisa dikatakan rimpang tersebut sehat. Selanjutnya, coba belah rimpang jahe merah tersebut. Pastikan bagian dalamnya tidak ada bintik bintik hitamnya. Rimpang jahe merah yang sehat juga akan memberikan aroma segar ketika dipotong. Ada serat halus jika dipotong melintang.

Memilih induk bibit

Salah satu kunci sukses menanam jahe merah adalah mulailah dengan memilih bibit yang baik. Lalu bagaimana cara memilih bibit yang baik? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui sumber bibit (induk bibit). Akan lebih bagus jika kita membeli bibit dari pembudidaya. Biasanya mereka memilih bibit dengan kualitas bagus. Walau tidak 100 persen bibit yang dibeli berasal dari tanaman jahe unggulan. Namun saat ini sudah banyak pembudidaya yang mengolah bibitnya sendiri.

 

Cara membuat bibit jahe merah berikut langkah langkahnya

  • Membeli bibit jahe dari petani atau pembudidaya.
  • Lakukan seleksi bibit mana yang sehat dan tidak
  • Jika melihat ada bibit yang memiliki pertumbuhan bagus dan cepat, kita bisa menyisihkannya.
  • Jangan ragu untuk membuang bibit yang memiliki kualitas jelek (lama tumbuh)
  • Besarkan bibit yang dinilai sehat tersebut.
  • Setelah dewasa biarkan usia tanamannya mencapai 11-12 bulan.
  • Seleksi kembali tanaman yang digunakan untuk menjadi calon bibit.
  • Jika tanaman tumbuh dengan subur, daun hijau, batang tegak dan tidak membawa penyakit bisa digunakan sebagai bibit.

Anda sedang mencari bibit jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah kualitas tua dan siap tanam dan siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Untuk pemesanan bisa menghubungi sms/telpon/WA 087838393451 berlokasi di Sleman.

Peluang Usah Jahe Kering

Peluang Usaha Jahe Kering

 

Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satunya adalah ketersediaan tanaman rempah remah yang melimpah, termasuk dalam hal ini adalah jahe.  Sejak dahulu, jahe menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah banyak diekspor ke berbagai Negara dalam produk mentah, setengah jadi dan jadi.

Rimpang jahe terutama terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Itulah sebabnya, diperlukan pengolahan secepatnya supaya tetap layak dikonsumsi terutama pada saat panen melimpah. Salah satu hasil olahan jahe dalam hal ini adalah jahe kering. Jahe kering adalah irisan rimpang jahe yang telah dikeringkan. Lalu diiris iris dan dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering.  Jahe kering merupakan bahan baku untuk pengolahan tepung jahe dan bumbu masak.

Nah, Jenis jahe kering dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama jahe kering berkulit; yaitu jenis jahe yang akan dikeringkan tidak dibuang kulitnya. Kedua, jahe kering setengah berkulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas permukaan datarnya. Ktiga, jahe tanpa kulit; yakni jahe yang akan dikeringkan dikupas seluruh kulitnya.

Dengan ketersediaan yang cukup melimpah dan kebutuhan pasar yang cukup tinggi baik untuk penggunaan rumah tangga ataupun kebutuhan sebagai bahan baku industry menjadikan usaha pengolahan jahe kering ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Jahe kering biasanya diterima di Industri jamu, obat obatan herbal di Semarang, Pekalongan, Jakarta dan lain sebagainya.

Anda ingin budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang dan polybag ang sudah bertunas. Bingung bagaimana cara budidayanya? Silahkan kontak 087838393451 atau datang saja ke Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Namun, bagi anda yang berlokasi jauh, kami menyediakan buku panduan dan siap kirim bibit jahe merah ke seluruh Indonesia melalui ekpedisi, jasa paket dan Travel.

jahe merah

Pola Menanam Jahe Merah

 

Pola Menanam Jahe Merah

Banyak sekali pertanyaan dari pembudidaya jahe merah, khususnya pemula yang kebingungan bagaimana pola jenis tanam jahe merah itu. Nah, artikel ini akan membahas pola menanam jahe merah dengan dua model berikut ini .

Pertama, pola monokultur. Budidaya jahe merah pola monokultur berarti satu lahan ditanami satu jenis tanaman saja, dalam hal ini tanaman jahe merah. Pola budidaya jahe merah monokultur keuntungannya lebih mudah dalam mengatur, mengelola dan menata tanaman jahe merah. Kebutuhan tanaman jahe merah akan nutrisi pupuk, fungisida dan lain sebagainya bisa diatur lebih baik sedemikian rupa.

jahe merah
kebun tanaman jahe merah

Pola monokultur menekankan satu lahan satu jenis tanaman mulai sejak pembibitan, pembesaran dan pemanenan. Pola ini banyak diterapkan oleh petani jahe merah di Indonesia. Hal ini karena pola monokultur umumnya terbukti berhasil dan menghasilkan panen yang maksimal.

Kedua, pola polikultur. Pola ini berfokus pada system penanaman dimana tanaman yang digunakan lebih dari satu jenis. Dimana satu lahan ditanami beberapa jenis tanaman pada saat bersamaan. Misalnya tanaman jahe merah diselingi Lombok, tembakau, kacang kacangan dan lain sebagainya.

Pola polikultur memiliki banyak jenis mulai dari system tanam sela atau sisip, system tanam tumpang sari, sisitem tanam tumpang gilir, system tanam campur dan lain sebagainya. Pola polikultur keuntungannya memiliki memiliki banyak pilihan jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan sewaktu waktu.

kebun jahe merah polikultur

Cara budidayajahe merah di lahan

Cara budidaya jahe merah di lahan

:

  • Lahan yang sudah tersedia dibersihkan dari kerikil, gulma dan sisa tanaman lain.
  • Lahan atau tanah diolah dengan mencangkul balik tanah dengan kedalaman 30cm kemudian diratakan.
  • Jarak tanam antara 30-40 x 40-60cm dengan kedalaman lubang tanam 25-30cm.
  • Lahan yang sudah diolah di pupuk dengan pupuk organik, kompos atau bisa juga dengan pupuk kandang. Bisa juga dengan pupuk yang dijual di toko pertanian asalkan terbuat dari bahan organik.

Demikian tips dari kami semoga bermanfaat dan selamat mencoba budidaya jahe merah.

Bibit jahe merah dapat diperoleh melalui kami dengan cara

Call/sms : 085327670803/08122779928

bibit jahe merah, bibit jahe merah di jogja
bibit jahe merah