Manfaat Konsumsi Jahe saat Bulan Puasa

bibit jahe merah

Baru saja kita memasuki bulan Ramadan. Bulan di mana umat muslim menunaikan ibadah puasa. Selain diniatkan untuk ibadah, seringkali, bulan Ramadan menjadi ajang untuk diet. Padahal, pada bulan ini, banyak sekali olahan makanan yang dijual di pasaran, muali dari camilan, makanan berat, hingga minuman yang menyegarkan. Namun, siapa sangka, jahe merah memiliki segudang manfaat saat dikonsumsi di bulan Ramadan.

Akhir-akhir ini ornag-orang banyak mencari bibit jahe merah untuk ditanam. Tak heran memang. Sebab, kini orang diminta untuk tetap tinggal di rumah, work from home, untuk memutus rantai penyebaran virus Corona yang sedang menjadi pandemi global.

Orang-orang mulai membudidayakan jahe merah karena tahu khasiat yang ada di dalamnya memang tak main-main. Segudang manfaat bisa diperoleh dari konsumsi jahe merah. Dilansir dari Detik.com, jahe mengalami peningkatan permintaan di pasaran. Peningkatan permintaan jahe merah instan bahkan menapai tiga kali lipat dari biasanya. Diduga, peningkatan permintaan ini berkaitan dengan merebaknya virus corona di Indonesia. Jahe, khususnya, jahe merah dipercaya ampuh meningkatkan imun tubuh. Sehingga, tubuh lebih kebal dari virus dan penyakit. Hal ini berbanding lurus dengan permintaan bibit jahe merah yang juga makin tinggi.

Jahe untuk Berbuka Puasa

Saat puasa tiba, semua hidangan bisa ditemukan. Seringkali kita kalap dan akhirnya melahab semua yang ada di meja makan. Padahal, salah satu tujuan berpuasa adalah menahan hawa nafsu. Jadi, agar puasa tetap menjadi berkah, Anda perlu mengendalikan nafsu makan yang buas tersebut. Penting bagi Anda untuk tetap menjaga pola makan agar tetap stabil dan tak berlebihan.

Salah satu cara untuk menjaga itu adalah dengan mongonsumsi atau meminum air jahe saat buka puasa. Air jahe sangat nikmat disajikan dalam keadaan hangat. Selain itu, jahe juga memiliki banyak khasiat yang sangat baik untuk kesehatan. Jahe dikenal dengan antiokisadannya yang tinggi. Dan, sebagai agen inflamasi dan anti mikroba, jahe dapat mencegah berbagai penyakit, bakteri, hingga peradangan.

Minum jahe saat buka puasa bisa memberi sejumlah manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Dengan konsumsi jahe, Anda bisa lebih mudah mengendalikan nafsu makan sehingga tak kalap.

Lifehack.org mengungkapkan bahwa jahe bisa mengurang nafsu makan. Hal ini dikarenakan dengan mengonsumsi jahe, kita akan merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama dari pada ketika tak mengonsumsi jahe. Jadi, bagi Anda yang suka kalap ketika datang waktu berbuka, jahe bisa menjadi solusi yang paling efektif. Cobalah mengonsumsi segelas jahe terlebih dahulu. Dengan cara tersebut bisa dipastikan Anda tak akan bisa makan dalam porsi sebanyak biasanya.

Konsumsi Jahe Merah untuk Melancarkan Puasa

Anda perlu tubuh yang fit dan bugar untuk menghadapi bulan puasa. Namun, kadang cuca yang tak menentu membuat tubuh seseorang menjadi mudah sakit. Jika ini dibiarkan, ibadah puasa Anda pasti akan terganggu.

Jahe merah adalah obat herbal yang sudah terkenal ampuh untuk menjaga kekebalan tubuh. Jahe bisa menjaga tubuh Anda agar tetap prima dan bugar. Hal ini sangat membantu Anda yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apabila tubuh sehat dan stamina prima, puasa pastilah akan lancar. Selain itu, selama bulan puasa, Anda juga akan tetap bisa produktif karena tubuh yang tetap terjaga prima.

Jahe memiliki kandungan yang mampu membersikan sistem limfa, mengeluarkan racun, serta membunuh bakteri yang merugikan. Sifat yang dimiliki jahe itulah yang membuat jahe menjadi tanaman rimpang-rimapangan obat yang sangat ampuh untuk mengatasi masalah kekebalan tubuh. Maka dari itu, dengan mengonsumsi jahe (air jahe) saat buka puasa ataupun makan sahur, sangatlah baik untuk menjaga tubuh kita agar tak gampang jatuh sakit.

Jahe Mengatasi Masalah Pencernaan

Bagi Anda yang memiliki masalah pencernaan mungkin itu sangat merepotkan. Masalah pencernaan seringkali disebabkan oleh kurangnya konsumsi serat. Ketika bulan puasa, masalah pencernaan bisa menjadi makin merepotkan. Oleh karenanya, Anda perlu mencoba mengonsumsi jahe untuk mengatasi hal tersebut. Anda bisa meminum air jahe hangat saat buka puasa. Kandungan yang terkandung dalam jahe bisa membantu merilekskan usus dan organ pencernaan lainnya sehingga masalah pencernaan bisa diatasi.

Jika Anda sering merasakan perut begah atau pun kembung, jahe pun bisa dijadikan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Solusinya adalah Jahe Merah

Menurut Hasti Supriyanti dalam buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat. Jadi, untuk apa masih meragukan khasiat yang terkandung dalam jahe.

Kini, penelitian modern pun sudah mulai banyak mengakui bahwa jahe merah mampu mengatasi berbagai penyakit. Oleh sebab itu, permintaan jahe terus meningkat seiring waktu. Hal ini tak lepas dari banyaknya kebutuhan industri obat-obtan yang sering menggunakan jahe sebagai bahan bakunya.

Bagi Anda yang tertarik dengan jahe, Anda bisa mulai membudidayakannya sendiri. Untuk budidaya jahe tak makan banyak tempat. Hanya perlu kemauan. Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Inilah Penyebab Jahe Merah Gagal Panen

bibit jahe merah

Kini, banyak orang yang mulai membudidayakan jahe merah. Bibit jahe merah pun sudah banyak dijual di berbagai tempat. Hal ini tak lepas dari ramainya wabah virus corona (Covid-19) yang sedang melanda dunia.  Sehingga, bibit jahe merah banyak dicari di pasaran. Jahe merah menjadi pilihan alternatif obat herbal yang hits di pasaran.

Jahe merah mengandung minyak atsir yang cukup tinggi di banding jenis jahe lainnya. Di dalam jahe merah terdapat banyak kandungan yang dapat menjaga kesehatan tubuh dan menangkal penyakit. Jahe merah dipercaya ampuh untuk meningkatkan imun sehingga manusia tak gampang terserang penyakit. Disebutkan dari berbagai sumber, sudah sejak lama tanaman jahe dimanfaatkan manusia. Bahkan, bangsa Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan wajib pembuat obat.

Banyaknya permintaan jahe merah otomatis membuat prospek bisnis jahe merah makin tinggi. Di Indonesia belum banyak yang membudidayakan jahe jenis ini. Banyak petani lebih memilih untuk menanam jahe gajah atau emprit. Padahal, di pasar internasional, jahe merah merupakan salah satu jenis rempah sekaligus tanaman obat yang banyak dicari.

Pasar internasional tentu punya nilai lebih tinggi. Harga di pasar internasional lebih tinggi dari harga di dalam negeri. Harga yang tinggi ini dipengaruhi oleh daya permintaan yang naik, tetapi pembudidaya jahe merah tak banyak atau belum bisa mencukupi kebutuhan pasar.

Malaysia, Banglades, dan Singapura adalah beberapa negara yang sering membeli jahe merah dari bumi Indonesia. Pada tarikh 2013, Banglades memesan 270 ton jahe merah ke sebuah instansi swasta yang merangkul petani dari daerah Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Ponorogo, dan Malang. Memang, di Indonesia, untuk membudidayakan jahe merah tidaklah terlalu susah. Hal ini dikarenakan iklim dan kondisi tanah di Indonesia sangat mendukung bagi pertumbuhan tanaman jahe merah.

Dengan kondisi iklim tropis, Indonesia adalah wilayah yang sangat mendukung untuk menanam jahe merah. Pada awal penanaman, jahe merah memang membutuhkan curah hujan yang tinggi. Jahe merah muda (sekitar 0-4 bulan) butuh curah hujan tinggi. Jadi, untuk menanam jahe, baik dimulai pada pertengahan musim penghujan atau awal musim penghujan. Sehingga, ketika tanaman mulai berusia 5-8 bulan, curah hujan sudah mulai berkurang dan tak terlalu tinggi. Fase itu sangat cocok untuk jahe merah dewasa.

Namun, bukan berarti tak ada risiko dan ancaman dalam budidaya jahe merah. Seperti tanaman lain, banyak ancaman yang bisa membuat pembudidaya menjadi gagal panen. Mulai dari hama hingga penyakit yang bisa berakibat fatal pada tanaman jahe merah. Penyakit dan hama yang parah tentu dapat membunuh tanaman dan membuat petani jahe tak dapat untung tapi dapat rugi.

Meski begitu, Anda tak perlu khawatir akan hal itu. Sebab, dengan perawatan yang intensif dan ketelatenan, Anda bisa mencegah serangan hama dan penyakit yang berakibat fatal pada jahe merah.

Serangan Hama yang Mengancam Jahe Merah

Hama adalah momok menakutkan bagi petani. Salah satunya adalah hama kepik. Kepik adalah serangga yang sering hidup di area persawahan. Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Hama ini sangat kecil. Kepik memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm. Warna kepik pun beragam. Ada yang berwarna kemerahan, kuning, bahkan coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar.

Induk hama kepik memisah telur-telur itu dengan tujuan agar larva kepik tak berebut makanan ketika larva sudah menetas. Setelah menetas, larva-lava ini akan menjadikan daun jahe merah sebagai makanan mereka. Petani bisa dengan mudah menandai kepik mana yang sudah menetas. Caranya adalah dengan melihat daun-daun tanaman jahe sudah berlubang atau belum.

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah, jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

Hama Lalat pada Jahe Merah

Selain kepik, hama yang dapat mengancam jahe merah adalah lalat. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Lalat rimpang jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Namun, lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.

Untuk mengatasi lalat jenis ini tak terlalu berbeda dengan lalat sebelumnya. Petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Petani juga bisa mengatasinya dengan tindakan sanitasi atau membersihkan sisa tanaman yang rusak karena larva lalat. Hal tersebut berfungsi untuk memutus siklus hidup lalat.

Syahdan, setelah populasinya berkurang, petani bisa mulai menyemprotnya dengan cairan kimia. Untuk lalat jenis ini petani bisa menggunakan insektisida Curacron 500 EC dengan dosis yang sesuai aturan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Pentingnya Menggunakan Bibit Jahe Merah Unggul

bibit jahe merah

Kualitas bibit jahe merah sangat mempengaruhi hasil panen bibit. Hal ini disebabkan karena bibit yang buruk bisa membawa sifat kepada tanaman bawe anakan. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk menanam jahe, hal yang paling penting adalah memastikan bibit mana yang akan Anda pakai. Jangan sampai Anda salah memilih bibit.

Indukan yang baik akan menghasilkan anak yang baik pula. Anda bisa memastikan kualitas bibit jahe dari melihat indukannya. Jika indukan berkualitas baik, maka kemungkinan besar bibit yang akan Anda gunakan adalah bibit yang baik. Selain mempengaruhi hasil panen, bibit juga memiliki pengaruh pada ketahanan tanaman jahe terhadap serangan penyakit.

Untuk memastikan baik atau tidaknya bibit, Anda harus tahu ciri-ciri bibit yang baik dan yang tidak.

Mendapatkan bibit bisa diperoleh dari dua cara. Yang pertama adalah dengan membuat bibit jahe merah sendiri di rumah. Yang kedua, yaitu dengan membeli atau memesannya di tempat budidaya bibit jahe merah.

Bagi Anda yang memilih cara kedua, Anda harus mengetahui ciri-ciri bibit yang baik dan yang buruk. Jangan sampai Anda ditipu penjual bibit yang nakal. Untuk itu, dalam artikel ini, kami juga akan membagikan cara paling mudah untuk memilah bibit jahe merah yang baik dan yang tidak.

 

bibit jahe merah
bibit jahe merah

 

Pastikan Bibit Jahe Merah Terhindar dari Penyakit

Bibit yang penyakitan tak akan membuahkan hasil yang baik. Namun, tak hanya itu, bibit yang diambil dari kebun yang terserang bakteri Pseudomonas solanacearum, cendawan Rhozpcyonia solani, atau pun hama lalat rimpang Mimegralla coeruleifrons dan Enmerus figurans tidaklah baik digunakan.

Oleh karena itu diperlukan kejelian untuk memilih bibit jahe merah yang baik dan sehat. Sebab, bibit yang jelek tak akan tumbuh baik dan justru hanya memicu kerugian.

Selain bibit yang terhindar dari penyakit, sebisa mungkin Anda harus mendapatkan bibit jahe merah yang tidak cacat. Tidak cacat di sini berarti tak memiliki luka gores atau sesuatu kerusakan pada rimpang yang nantinya akan menjadi bibit.

Bagaimanapun ada penyakit yang biasa menyerang rimpang yang terluka. Bibit jahe merah yang terluka seperti itu lebih mudah terserang penyakit. Anda tak bisa menggunakan bibit jahe merah yang penyakitan. Jika masih dipaksakan, hal itu hanya akan menimbulkan kerugian. Dampak terburuknya, usaha budidaya jahe merah Anda hancur karena gagal panen.

Bibit Jahe Merah Unggul

Bibit jahe merah yang unggul biasanya didapat dari indukan yang baik. Selain itu, bibit yang baik biasanya menggunakan rimpang jahe merah yang sudah tua. Rimpang yang lebih tua ini dapat tumbuh lebih cepat. Untuk itu, usia ideal jahe merah yang cocok buat dijadikan indukan atau bibit adalah yang sudah berusia sekitar 10 bulan atau lebih.

Berikut ini adalah beberapa ciri yang bisa jadi patokan buat Anda yang masih bingung memilih bibit jahe merah mana yang baik.

  1. Bebas dari busuk rimpang

Jahe yang busuk pada rimpangnya memiliki kualitas yang buruk. Rimpang yang terinfeksi bisa jadi sumber penyakit pada jahe. Jika rimpang telah terinfeksi penyakit, maka bisa dikatakan tak layak lagi dijadikan bibit. Apabila masih dipaksakan, maka bukan hasil baik yang akan Anda dapat, melainkan bibit hanya akan menjadi sumber penular penyakit.

Namun, perlu diketahui bahwa bukan hanya rimpang busuk yang tak bisa jadi bibit. Rimpang yang baik untuk jadi bibit adalah rimpang yang tidak terluka. Bekas luka seperti lecet atau bekas terpotong sebisa mungkin dihindari.

  1. Berusia minimal sepuluh bulan

Jahe berumur kurang lebih satu tahun biasanya telah memiliki ukuran yang cukup besar. Selain berukur lebih besar, penampilannya pun sudah tak terlalu merah. Jahe merah dengan usai sekitar satu tahun kulitnya lebih cenderung kecoklatan dengan sedikit semburat merah. Rimpangnya pun sudah tampak berisi serta lebih padat.

Untuk melihat usia jahe, Anda bisa mulai dengan mengamati serat halus pada jahe merah. Jika sudah tua—baik untuk dijadikan bibit—punya serat lebih tegas dibanding yang muda. Lalu, kenapa rimpang jahe muda tak baik dijadikan bibit? Alasannya adalah rimpang jahe lebih mudah rentan terserang penyakit.

  1. Jahe Sudah Parkir

Artinya, jahe tidak langsung digunakan sebagai bibit. Namun, jahe punya jeda minimal tiga hari di gudang setelah panen.

  1. Sebagian mata tunas mulai muncul

Rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit adalah rimpang yang telah memiliki 3 mata tunas atau lebih. Bagian terbaik yang bisa dijadikan bibit, yaitu rimpang pada ruas kedua dan ketiga. Untuk jenis jahe merah bobotnya 20 sampai 40 g di setiap potongan rimpang.

Perbedaan Jahe Merah dengan Jahe Jenis Lain

Niat hati menanam jahe merah, jangan sampai runtuh gara-gara salah membeli bibit. Jahe merah memiliki kandungan minyak asiri lebih banyak dari jenis jahe lainnya. Sehingga, terkadang jahe merah dibandrol dengan harga sedikit lebih mahar dari jenis jahe lainnya.

Agar tak terkecoh, Anda perlu lebih dahulu paham perbedaan jahe merah dengan jahe jenis lainnya. Tak sulit untuk membedakannya.

 

Jahe merah, seperti namanya, memiliki lapisan luar yang cenderung berwarna kemerah-merahan. Ukurannya pun lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe gajah. Sangat mudah membedakan jahe merah dengan jahe gajah. Jika jahe gajah berwarna putih kekuningan dengan ruas rimpang yang besar dan gemuk, maka jahe merah berukuran lebih kecil dan berwarna kemerahan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Jual Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Dalam enam bulan terakhir ini, harga jahe merah relatif naik seiring langkanya jahe merah di pasaran domestik. Di pasar tanah Jawa, harga jahe merah mencapai lima puluhan ribu per KG nya. Harga tersebut tergolong puncak tertinggi sepengetahuan penulis dalam empat tahun terakhir ini.

Melihat harga yang relatif tinggi tersebut, wajar bila kemudian banyak orang yang ingin bertanam jahe merah. Mereka pun berselancar ke dunia maya dimana yang jual bibit jahe merah. Tentu saja sambil melihat reputasi penjual di dunia maya.

Vista Agro spesialis penjual bibit jahe merah

Vista agro hadir di Jogja melayani penjualan bibit jahe merah selama enam tahun terakhir. Vista agro berusaha memberikan produk berkualitas dengan menggunakan standar mutu atau kualitas bibit yang terpilih, bebas dari busuk rimpang, diseleksi dari perkecambahan, dan dikondisikan siap tanam.

Vista agro Edukasi Budidaya Jahe Merah

Vista agro telah lama memberikan edukasi pelatihan budidaya jahe merah dan sosialisasi tanaman Toga di Jogja, Mojokerto, Cikampek, Bantul, Gunungkidul, Pandeglang dan Karawang. Kami memberikan bimbingan teori dan praktek budidaya jahe merah meliputi aspek pembuatan bokasi padat, pupuk organik cair menggunakan EM4 dan pembuatan kompos organik.

bibit jahe merah

Cara Memesan Bibit Jahe Merah Vista Agro

Bila anda berminat menanam jahe merah, sementara kesulitan mendapatkan bibit jahe merah yang berkualitas, vista agro siap membantu anda. Bila anda berada di daerah Yogyakarta dan sekitarnya bisa datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Rajek Lor, RT 02 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Atau cari di map, “Vista Agro Media”.

Keadaan Tanah yang cocok Untuk Budidaya Jahe Merah

 

Keadaan Tanah yang cocok untuk jahe merah

Tanaman jahe merah cocok hidup pada tanah gembur. Tanah yang gembur biasanya mengandung unsur organik atau unsur hara yang tinggi sehingga diharapkan menghasilkan panen yang maksimal dan memuaskan. Tanah yang mengandung unsur organik bisa berasal dari kotoran ternak semacam kambing, kelinci, sapi dan lain sebagainya yang telah terurai dengan tanah serta sisa sisa humus atau kompos.

Sebagian besar jenis tanah di Indonesia cocok digunakan untuk bercocok tanam jahe merah. Apalagi saat ini menanam jahe merah tidak harus di tanah atau bedengan. Bisa juga menggunakan karung atau polybag. Bahkan, menggunakan karung atau polybag kita bisa mengolah tanah sesuai dengan kebutuhan hidup jahe merah.

Berikut beberapa jenis tanah yang cocok digunakan untuk budidaya jahe merah.

Tanah yang cocok

tanah andosol untuk jahe
tanah andosol

Jenis tanah yang baik untuk digunakan menanam jahe merah adalah andosol. Tingkat kesuburan tanah andosol lebih baik dibandingkan tanah latosol. Tanah andosol memiliki warna hitam kelabu sampai coklat tua. Memiliki tekstur agak berpasir, berdebu dan mengandung tanah liat. Tanah ini cenderung gembur dan memiliki pH antara 5,0-7,0. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk menanam jahe merah mengingat kandungan unsur hara dan zat organik yang tinggi.

tanah latosol jahe merah
tanah latosol

Tanah latosol memiliki warna merah yang kesuburannya dalam tingkat sedang. Tanah latosol biasanya berwarna merah coklat hingga kuning. Tekstur liat dan memiliki sifat gembur. Kandungan unsur hara dan kadar organiknya tinggi, meski sedikit di bawah andosol.  Walau demikian jenis tanah latosol cocok untuk tanaman jahe merah. Hanya saja tingkat produksi panennya masih kalah dibanding tanah andosol.

Campuran tanah latosol dan andosol juga bisa dipakai untuk budidaya jahe merah. Pasalnya, perpaduan kedua sifat tanah ini bisa menjadikan tanaman lebih kuat tertancap di tanah. Sekaligus memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh kembang rimpang.

Selain mengoplos tanah, petani jahe merah juga bisa mengoplos dengan campuran pupuk organik semacam pupuk kandang atau kompos. Tujuannya supaya tanah menjadi subur dan gembur dan cocok untuk tumbuh kembangnya tanaman jahe merah.

Tanaman jahe merah dapat tumbuh di ketinggian 1,500 dpl. Namun cocok pula ditanam di ketinggian 500-950 dpl. Tentunya dengan syarat keadaan tanahnya subur atau gembur, mendapat sorotan matahari yang cukup, dan perawatannya yang maksimal.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dan siap kirim kirim ke seluruh pelosok nusantara. Untuk anda yang berlokasi area Jogja, Bantul, Kulon Progo, Klaten, Sleman, Magelang silahkan datang ke tempat kami atau cod di area tersebut. Namun, bila anda berlokasi jauh semacam Jakarta, Depok, Semarang, Surabaya, Makassar, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara Barat, NTT, Bali, Banten, Jawa Timur, Banyuwangi, Kediri, Jember, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Sidoarjo dan lain sebagainya bisa dengan jalur darat, udara dan laut sesuai permintaan konsumen.

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe merah dan jahe gajah

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe merah dan gajah

Jahe merah dan jahe gajah adalah salah satu tanaman obat herbal yang memiliki banyak manfaat khasiat untuk kesehatan. Jahe merah adalah satu tanaman yang bernilai ekonomis mengingat harganya yang relatif tinggi dan stabil. Permintaan pasar terhadap jahe merah masih cukup tinggi, baik dari dalam negeri dan mancanegara.

Jahe merah perlahan tapi pasti mulai banyak dibudidayakan masyarakat. Bukan saja untuk kepentingan ekonomis semata, tetapi juga untuk tanaman TOGA (tanaman obat keluarga) yang bisa saja dimanfaatkan untuk konsumsi, obat obatan dan kesehatan.  Jaher merah dan gajah jelas memiliki prospek cerah mengingat daya serap pasar yang masih besar.

 

Manfaatkan lahan kosong dengan bertanam jahe merah

Itulah sebabnya, menanam jahe merah tidak ada ruginya. Apalagi untuk anda yang memiliki lahan kosong atau nganggur. Daripada lahan tidak produktif alias tidak menghasilkan apa apa, kecuali rimbunan rumput, menanam jahe merah tentu bisa menjadi pilihan. Dengan menanam di lahan  kosong anda sudah melakukan satu langkah gerakan penanaman hijau untuk penyelamatan lingkungan dari pemanasan global sekaligus penghijauan yang bernilai ekonomis.

Menanam di Polybag

Namun, tentu diantara kita tidak semua memiliki lahan luas. Untuk anda yang memiliki lahan terbatas, menanam jahe merah di polybag bisa menjadi solusinya. Menanam jahe merah di polybag cukup mudah. Tinggal menyiapkan bibit jahe merah, bibit jahe gajah plastik polybag dan pupuk. Anda sudah bisa bertani atau bertanam jahe merah. Mudah bukan?

Namun, tentu saja setiap apapun ada ilmunya. Begitu pula dalam hal menanam jahe merah. Anda juga perlu belajar ke ahlinya. Itulah sebabnya, untuk anda yang berminat menanam jahe merah, kami siap membantu anda dengan menyediakan bibit jahe merah sekaligus bimbingan pelatihan. Terkait pelatihan budidaya jahe merah, kami siap bekerjasama dengan perusahaan swasta dan nasional dalam program CSR (corporate social responsibility)- nya. Pelatihan jahe merah bisa menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf ekonominya.

Anda berminat? Silahkan menghubungi kami di hp/WA 087838393451. Kami menyediakan bibit jahe merah kualitas super, sudah satu tahan, dan siap semai dan siap tanam. Kami siap kirim kirim ke seluruh indonesia. Salam agro, salam kejayaan untuk petani pembudidaya jahe merah.

budidaya jahe merah
budidaya jahe merah

Mewaspadai Kelebihan Air ketika menanam jahe merah

Mewaspadai Kelebihan Air ketika menanam jahe merah

Bertanam bibit jahe merah memanglah tidak terlalu sulit dan tidak pula memerlukan perlakuan khusus sama seperti menanam jahe pada umumnya. Setelah melakukan penanaman yang harus dilakukan petani hanyalah menjaga agar tanaman jahe terbebas dari gulma dan melakukan penyiraman secukupnya.

Penyiraman pada budidaya jahe merah sebenarnya cukup sederhana, air dapat disiramkan pada bibit jahe merah yang sudah ditanam selama 2x sehari dimusim kemarau, sedangkan pada musim penghujan seperti ini kurun waktu antara November, desember, januari biasanya orang jawa menyebut dengan musim labuhan (musim tanam) maka tidak perlu disiram air lagi.

Tinggi rendahnya produksi jahe yang dihasilkan tergantung pada cuaca. Kebutuhan air yang cukup serta semakin kering bonggol jahe akan semakin berkembang, oleh karena itu tingginya curah hujan harus diantisipasi dengan tidak perlu lagi menyiram bibit jahe merah dengan air yang berlimpah. Hal ini dapat menyebabkan kebusukan pada rimpang jika media yang digunakan adalah polybag atau pot karena air yang menggenang terlalu lama dalam media membuat kualitas bibit jahe merah rimpang tidak bisa berkembang dengan optimal dan cenderung mengalami kebusukan sehingga belum sampai bibit jahe merah tumbuh dengan baik sudah mati.

Kandungan minyak atsiri yang dihasilkan jahe merah yang tumbuh di media yang cukup air pun akan berbeda dengan jahe merah yang ditanam dengan media yang kekurangan ataupun kelebihan air. Kandungan minyak atsiri pada jahe merah yang cukup air lebih melimpah hasil maupun kepedasan rasanya.

Kandungan senyawa aktif pada jahe merah bisa dimaksimalkan asalkan dengan cara dan penanganan tanam yang benar, jahe merupakan jenis rempah-rempah yang dapat dimanfaatkan kandungan zat aktifnya sebagai pemberi cita rasa dan diolah dalam bentuk oleoresin.

Dengan memperhatikan kandungan air juga cara perawatan dan penyiraman yang benar maka akan dihasilkan produk jahe merah yang mempunyai kapasitas dan juga kualitas yang seimbang. Selamat mencoba budidaya jahe merah jangan salah memilih bibit jahe merah yang unggul juga jangan sampai salah saat perawatan pasca tanam.

Semoga ulasan kami member manfaat dan pengetahuan baru semoga berhasil. Bagi anda yang tertarik menanam jahe merah dan membutuhkan bibit jahe merah usia tua silahkan menghubungi kami di nomer 087838393451.

jahe merah