Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘bibit jahe merah kalimantan’

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah

Dalam budidaya jahe merah, tidak akan terlepas dari beberapa kendala, salah satu kendala yang sering dijumpai para pembudidaya adalah datangnya penyakit pada tanaman jahe merah mereka. Salah satu penyakit yang menyerang adalah penyakit busuk rimpang, lalu bagaimanakah cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah?

Penyakit busuk rimpang pada bibit jahe merah dikarenakan jamur Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi yang merupakan jamur tular tanah, jenis ini bertahan dalam tanah di dalam rimpang dalam bentuk struktur istirahat (klamidospora). Selain terinfeksi oleh jamur yang berada dalam tanah, tanaman dapat juga menjadi sakit karena jamur bawaan bibit tanaman yang diambil dari tanaman sakit. Sumber penularan utama pada pertanaman jahe merah  adalah penanaman rimpang sakit. Jamur berkembang baik pada keadaan suhu panas (15-38°C), udara lembab (87-95%) dan keadaan tanah basah/ becek yang lama karena drainase yang buruk.

Salah satu penyebab lain adalah pemakaian pupuk kandang yang masih hangat (baru, tanpa proses pengendapan) juga rawan menjadi media perkembangan jamur fusarium ini.  Meluasnya penyakit di beberapa sentra budidaya jahe merah menandai bahwa pada umumnya tanah pertanian dan benih rimpang jahe yang digunakan oleh para pembudidaya jahe merah sebagian besar sudah tercemar atau terinfeksi oleh jamur Fasarium oxysporum penyebab penyakit busuk rimpang, sehingga tanah maupun rimpang sehat yang digunakan untuk tujuan produksi jumlahnya sangat sedikit. Cara berikut bisa diaplikasikan untuk menghentikan penyebaran penyakit busuk rimpang agar tidak menjalar.

  1. Pemilihan bibit unggul, bebas penyakit dan berkualitas baik
  2. Benih direndam selama 15 menit dengan larutan fungisida untuk mematikan jamur
  3. Persiapan tanah sebelum proses penanaman, untuk mengendalikan penyebaran jamur penyebab busuk rimpang dalam tanah. Bisa mencampurkan pupuk tabur anti-jamur dengan pupuk kandang yang sudah jadi, komposisi disesuaikan dengan luas tanah yang akan digarap. Diamkan selama seminggu agar kombinasi bahan dapat diserap maksimal oleh tanah.
  4. Apabila setelah ditanam, baru terserang jamur dapat diatasi dengan mencampurkan pupuk cair anti jamur dengan air lalu dikocorkan pada tanaman yang terkena jamur. Atau jika memilih pupuk organic cair sebagai bahan pengganti bisa menggunakan fermentasi urin kelinci sebagai bahan kocor

Demikian beberapa uraian dari penulis, apabila anda ingin mencoba budidaya jahe merah, anda dapat memperoleh bibit jahe merah dari kami, atau bagi anda yang menghendaki seminar maupun pelatihan budidaya jahe merah, dapat menghubungi kami di :

Admin XL                  : 0878-3839-3451

Admin SIMPATI        : 0812-2830-5869

Admin 3 (Three)         : 0899-8869-758

rimpang jahe

busuk rimpang jahe

 

Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

 

Setelah bibit jahe merah ditanam dan dibudidayakan di polybag, karung atau kebun atau lahan, maka saatnya pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman jahe merah menjadi hal penting untuk kesuksesan budidaya jahe merah. Tanpa adanya pemeliharaan yang maksimal, mustahil mendapatkan hasil yang optimal.

Bila tanaman jahe merah anda ada yang mati, atau tumbuh kurang optimal, maka anda perlu memberikan penyulaman. Penyulaman bisa dilakukan setelah dua atau tiga minggu setelah penanaman pertama. Nah, di tiga bulan pertama penanaman jahe merah perlu dilakukan penyiangan sebulan sekali. Bersamaan dengan dengan penyiangan juga dilakukan pembumbunan setelah tanaman berumur 2-3 bulan.

Pemupukan susulan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam dengan pupuk Urea 400 kg/ha dan KCL sebanyak 300 kg/ha. Pada waktu tanaman berumur tiga bulan dipupuk dengan pupuk urea sebanyak 400 kg/ha. Pengendalian hama tanaman di awal masa tanam ini menjadi hal penting demi kesuksesan budidaya jahe merah.

Penyiangan gulma

Penyiangan pertama dilakukan di saat tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengangganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe merah, jahe gajah dan semisalnya, berumur 6-7 bulan sebaiknya tidak diperlukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut, rimpangnya mulai besar.

Penyulaman jahe merah

Jahe  memerlukan tanah yang membuat sirkulasi udara dan air di tanah berjalan dengan baik. Tujuannya tentu saja supaya tanah gembur dan subur sehingga bagus untuk perkembangan tanaman jahe merah. Namun, kadangkala bibit tanaman jahe merah ada yang tidak tumbuh atau mati. Entah karena bibit yang kurang tua atau serangan hama. Itulah sebabnya, diperlukan penyulaman demi efektivitas penananaman jahe merah.

Penyulaman bisa dilakukan di saat jahe merah berumur 1- 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan. Penyulaman dilakukan dengan menanamkan bibit jahe merah baru yang lebih tua dan segar di lahan yang terdapat tanaman jahe yang mati. Penyulaman juga memerlukan fungisida agar bibit yang dihasilkan berkembang dengan baik.

Pemupukan

Jahe merah bisa diberikan pupuk organik dan anorganik (konvensional). Pupuk organik yang bisa dipakai dalam hal ini adalah berbahan organik, alami seperti pupuk kompos, humus, dan pupuk kandang. Fermentasi urine kelinci dalam hal ini juga cocok dipakai untuk jahe merah. Fdermentasi urine kelinci bisa dicampur dengan air dan disiramkan ke tanaman jahe merah secara berkala.

 

fermentasi urine kelinci

fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

tanaman jahe merah

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.