Pentingnya Pemupukan Tanaman Jahe Merah

bibit jahe merah

Tiap tanaman butuh nutrisi untuk hidup. Dan tanah menyediakan itu. Namun, tak selamanya, tanah bisa memberi apa yang dibutuhkan oleh tanaman. Perlu penambahan nutrisi pada tanah agar bisa memenuhi kebutuhan tumbuh sebuah tanaman. Tak terkecuali bibit jahe merah. Ia perlu pupuk untuk bisa berkembang dan menghasilkan rimpang sehat dan subur.

Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat tanaman tumbuh dan berproduksi secara optimal. Namun, cara yang paling gampang dan lazim adalah dengan memberi tambahan nutrisi ke tanah menggunakan pupuk, baik itu organik maupun nonorganik.

Pupuk adalah bahan yang terdiri dari satu atau lebih unsur hara yang bisa menutrisi tanaman sehingga bisa tumbuh secara optimal. Pupuk bisa berbentuk padat ataupun cair. Terbuat dari berbagai macam bahan, pupuk bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik.

Manfaat Pupuk Bagi Tanaman Jahe Merah

Ada beragam jenis pupuk. Dan pupuk memiliki dosis dan kegunaan masing-masing. Namun, hal yang pasti didapat jika kita menggunakan pupuk antara lain adalah:

  1. Mempercepat pertumbuhan tanaman

Tanaman selalu butuh nutrisi untuk tumbuh. Dan pupuk menyediakan itu. Jika Anda bisa menerapkan dosis pupuk dengan pas, maka dampak positiflah yang akan didapatkan. Namun, dalam beberapa kejadian pupuk malah bisa menjadi ancaman. Pemberian dosis yang tak pas, dan menggunakan pupuk yang tak cocok bahkan bisa merusak tanah maupun tanaman.

  1. Mempercepat dan meningkatkan hasil produksi

Pengolahan tanah secara terus menerus perlahan membuat tanah kehilangan unsur hara. Jadi, pupuk berfungsi untuk menyediakan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bagi pembudidaya, pemberian pupuk hukumnya wajib.

  1. Menyingkirkan penyakit dan hama pada tanaman budidaya

Selain dapat meningkatkan hasil produksi dan mengoptimalkan pertumbuhan, pupuk ternyata bisa meningkatkan kesehatan tanaman. Menjaga kesehatan tanaman sangat penting. Sebab, apabila tanaman tumbuh tak sehat, maka tanaman itu akan mudah terserang penyakit dan hama. Ia akan lebih rentan mati ketika ada suatu hal menyerang.

  1. Memperbaiki tanah dan merekayasa area tanam

Kadang petani mendapati lahan yang mereka tempati tak subur. Nah, di sinilah fungsi pupuk. Pada lahan yang kurang subur, pupuk akan membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman. Artinya, pupuk dapat merekayasa area tanam yang semula tak cukup subur menjadi subur dan baik untuk tanaman.

  1. Merangsang pertumbuhan akar dan rimpang

Bagi tanaman jahe merah, pemberian pupuk dapat merangsang dan mempercepat pembesaran rimpang. Makin besar rimpang, makin besar pula keuntungan yang akan diperoleh oleh petani jahe merah.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Pemupukan Tanaman Jahe Merah

Agar tak salah memupuk, petani harus memperhatikan beberapa hal. Dalam pemupukan, banyak yang perlu diperhatikan dengan cermat oleh seorang pembudidaya. Pembudidaya harus tahu jenis pupuk, dosis, dan intensitasnya. Dosis ini memperhatikan kondisi tanaman. Jika jahe merah telah subur, maka tak perlu dosis terlalu tinggi. Tanaman subur menandakan bahwa tanaman sudah cukup nutrisi. Namun, sebaliknya, apabila tanaman tak tampak subur, Anda bisa memberikan dosis yang lebih banyak.

Sebelum pemupukan dimulai, Anda haruslah tahu terlebih dahulu apa tujuan Anda memupuk. Apabila pemupukan tersebut bertujuan agar bisa panen jahe usia muda (8-10) bulan, maka pemupukan perlu dilakukan dua kali.

  1. Tahap Pertama

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di media pembesaran selama 1 bulan. Pemupukan ini bertujuan menambah nutrisi yang bermanfaat untuk tanaman. Selama di media pembesaran, tanaman jahe akan banyak menyerap kalium dan nitrogen.

Anda harus bisa memberikan nutrisi secara seimbang. Biasanya, dalam pemupukan tahap pertama pembudidaya memberikan urea (N) dengan dosis 150 kg per hektar.

  1. Tahap Kedua

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di dalam media pembesaran selama 3,5 – 4 bulan. Sebaiknya, jangan pupuk tanaman jahe yang sudah berusia di atas 5 bulan. Sebab, pada usia di atas lima bulan, daun jahe mulai luruh dan menguning. Pada masa itu, taman jahe sedang fokus pada pertumbuhan rimpangnya.

Di tahap kedua ini, pupuk yang biasa digunakan adalah KCL. Kita juga bisa menambah dengan pupuk kandang, urea, dan TSP. Campuran pupuk bisa bermanfaat bagi penggemburan tanah. Yang akhirnya dapat membantu rimpang tumbuh.

Dosis yang digunakan pada tahap kedua ini berbeda-beda tiap jenisnya. Jika Anda menggunakan pupuk urea, dosisnya 250 kg per hektar. Sedangkan pupuk kandang 20 ton per hektar; TSP sebanyak 125 kg per hektar; dan KCL 125 per hektar.

Namun, jika Anda menginginkan pemanenan pada usia jahe yang tua, maka pemupukan dilakukan sebanyak 4 kali. Tujuan pemupukan adalah untuk menjaga rimpang agar tak membusuk ketika dipanen. Untuk pemberian pupuk pada pemanenan jahe tua, akan kami ulas dalam artikel tersendiri.

**

Pemberian pupuk ini harus dilakukan secara telaten. Jangan sampai salah memberi pupuk dengan dosis dan jenis yang salah. Pun Anda tak bisa untuk memberikan pupuk ke tanaman dalam sembarang waktu. Proses yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Jangan sampai niat baik Anda untuk membuat jahe tumbuh dan berproduksi maksimal malah berbuah hal yang tak diinginkan hanya karena keteledoran memberi pupuk. Begitu.

Apabila Anda mulai tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Pentingnya Menggunakan Bibit Jahe Merah Unggul

bibit jahe merah

Kualitas bibit jahe merah sangat mempengaruhi hasil panen bibit. Hal ini disebabkan karena bibit yang buruk bisa membawa sifat kepada tanaman bawe anakan. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk menanam jahe, hal yang paling penting adalah memastikan bibit mana yang akan Anda pakai. Jangan sampai Anda salah memilih bibit.

Indukan yang baik akan menghasilkan anak yang baik pula. Anda bisa memastikan kualitas bibit jahe dari melihat indukannya. Jika indukan berkualitas baik, maka kemungkinan besar bibit yang akan Anda gunakan adalah bibit yang baik. Selain mempengaruhi hasil panen, bibit juga memiliki pengaruh pada ketahanan tanaman jahe terhadap serangan penyakit.

Untuk memastikan baik atau tidaknya bibit, Anda harus tahu ciri-ciri bibit yang baik dan yang tidak.

Mendapatkan bibit bisa diperoleh dari dua cara. Yang pertama adalah dengan membuat bibit jahe merah sendiri di rumah. Yang kedua, yaitu dengan membeli atau memesannya di tempat budidaya bibit jahe merah.

Bagi Anda yang memilih cara kedua, Anda harus mengetahui ciri-ciri bibit yang baik dan yang buruk. Jangan sampai Anda ditipu penjual bibit yang nakal. Untuk itu, dalam artikel ini, kami juga akan membagikan cara paling mudah untuk memilah bibit jahe merah yang baik dan yang tidak.

 

bibit jahe merah
bibit jahe merah

 

Pastikan Bibit Jahe Merah Terhindar dari Penyakit

Bibit yang penyakitan tak akan membuahkan hasil yang baik. Namun, tak hanya itu, bibit yang diambil dari kebun yang terserang bakteri Pseudomonas solanacearum, cendawan Rhozpcyonia solani, atau pun hama lalat rimpang Mimegralla coeruleifrons dan Enmerus figurans tidaklah baik digunakan.

Oleh karena itu diperlukan kejelian untuk memilih bibit jahe merah yang baik dan sehat. Sebab, bibit yang jelek tak akan tumbuh baik dan justru hanya memicu kerugian.

Selain bibit yang terhindar dari penyakit, sebisa mungkin Anda harus mendapatkan bibit jahe merah yang tidak cacat. Tidak cacat di sini berarti tak memiliki luka gores atau sesuatu kerusakan pada rimpang yang nantinya akan menjadi bibit.

Bagaimanapun ada penyakit yang biasa menyerang rimpang yang terluka. Bibit jahe merah yang terluka seperti itu lebih mudah terserang penyakit. Anda tak bisa menggunakan bibit jahe merah yang penyakitan. Jika masih dipaksakan, hal itu hanya akan menimbulkan kerugian. Dampak terburuknya, usaha budidaya jahe merah Anda hancur karena gagal panen.

Bibit Jahe Merah Unggul

Bibit jahe merah yang unggul biasanya didapat dari indukan yang baik. Selain itu, bibit yang baik biasanya menggunakan rimpang jahe merah yang sudah tua. Rimpang yang lebih tua ini dapat tumbuh lebih cepat. Untuk itu, usia ideal jahe merah yang cocok buat dijadikan indukan atau bibit adalah yang sudah berusia sekitar 10 bulan atau lebih.

Berikut ini adalah beberapa ciri yang bisa jadi patokan buat Anda yang masih bingung memilih bibit jahe merah mana yang baik.

  1. Bebas dari busuk rimpang

Jahe yang busuk pada rimpangnya memiliki kualitas yang buruk. Rimpang yang terinfeksi bisa jadi sumber penyakit pada jahe. Jika rimpang telah terinfeksi penyakit, maka bisa dikatakan tak layak lagi dijadikan bibit. Apabila masih dipaksakan, maka bukan hasil baik yang akan Anda dapat, melainkan bibit hanya akan menjadi sumber penular penyakit.

Namun, perlu diketahui bahwa bukan hanya rimpang busuk yang tak bisa jadi bibit. Rimpang yang baik untuk jadi bibit adalah rimpang yang tidak terluka. Bekas luka seperti lecet atau bekas terpotong sebisa mungkin dihindari.

  1. Berusia minimal sepuluh bulan

Jahe berumur kurang lebih satu tahun biasanya telah memiliki ukuran yang cukup besar. Selain berukur lebih besar, penampilannya pun sudah tak terlalu merah. Jahe merah dengan usai sekitar satu tahun kulitnya lebih cenderung kecoklatan dengan sedikit semburat merah. Rimpangnya pun sudah tampak berisi serta lebih padat.

Untuk melihat usia jahe, Anda bisa mulai dengan mengamati serat halus pada jahe merah. Jika sudah tua—baik untuk dijadikan bibit—punya serat lebih tegas dibanding yang muda. Lalu, kenapa rimpang jahe muda tak baik dijadikan bibit? Alasannya adalah rimpang jahe lebih mudah rentan terserang penyakit.

  1. Jahe Sudah Parkir

Artinya, jahe tidak langsung digunakan sebagai bibit. Namun, jahe punya jeda minimal tiga hari di gudang setelah panen.

  1. Sebagian mata tunas mulai muncul

Rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit adalah rimpang yang telah memiliki 3 mata tunas atau lebih. Bagian terbaik yang bisa dijadikan bibit, yaitu rimpang pada ruas kedua dan ketiga. Untuk jenis jahe merah bobotnya 20 sampai 40 g di setiap potongan rimpang.

Perbedaan Jahe Merah dengan Jahe Jenis Lain

Niat hati menanam jahe merah, jangan sampai runtuh gara-gara salah membeli bibit. Jahe merah memiliki kandungan minyak asiri lebih banyak dari jenis jahe lainnya. Sehingga, terkadang jahe merah dibandrol dengan harga sedikit lebih mahar dari jenis jahe lainnya.

Agar tak terkecoh, Anda perlu lebih dahulu paham perbedaan jahe merah dengan jahe jenis lainnya. Tak sulit untuk membedakannya.

 

Jahe merah, seperti namanya, memiliki lapisan luar yang cenderung berwarna kemerah-merahan. Ukurannya pun lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe gajah. Sangat mudah membedakan jahe merah dengan jahe gajah. Jika jahe gajah berwarna putih kekuningan dengan ruas rimpang yang besar dan gemuk, maka jahe merah berukuran lebih kecil dan berwarna kemerahan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Proses Panen dan Pascapanen Jahe Merah

bibit jahe merah

Panen adalah masa paling ditunggu. Namun, panen bukanlah akhir dari proses panjang budidaya jahe merah. Sejak dari bibit jahe merah sampai pemanenan jahe merah petani perlu memahami betul proses-prosesnya. Ada tiga waktu panen jahe merah, yaitu: panen pada usia muda, sedang, dan tua. Panen jahe usia muda dilakukan ketika jahe berumur 4 -5 bulan. Pada panen usia sedang, dilakukan pemanenan ketika jahe berumur 9 – 11 bulan. Sedangkan panen pada usia tua dilakukan ketika jahe berumur 12 bulan.

Setelah panen selesai, ada masa pasca panen. Pada tahap pascapanenlah petani harus tahu apa yang hendak dilakukan pada jahe merah. Jika ingn langsung dijual, maka petani minimal harus melakukan pembersihan rimpang dari tanah yang menempel.

Dalam proses pascapanen butuh tenaga dan alat khusus. Contohnya, ketika panen tiba, Anda butuh cangkul.

Masa Panen

Jahe merah segar dapat dipanen saat usianya mencapai sudah 9 – 11 bulan. Ketika usia itu, jahe tampak segar dan memiliki bobot yang ideal. Jika jahe sudah berusia 12 bulan, jahe sudah tua, mengkerut dan memiliki bobot yang lebih ringan. Jadi, untuk dijual, hasilnya tak terlalu banyak. Jahe tua (berusia 12 bulan) lebih cocok untuk dijadikan bibit. Pada usia tersebut jahe memiliki kondisi rimpang yang kuat dan matang.

Jahe siap panen dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Jahe merah yang rimpangnya siap dipanen memiliki daun yang sudah berwarna kuning dan tampak mengering. Hal itu adalah tanda bahwa tanaman sudah masuk usia tua. Namun, Anda juga harus jeli, mana daun yang kuning karena tua dan mana yang kuning karena terserang penyakit atau hama.

Ada cara panen jahe merah. Memanen jahe merah tak boleh dilakukan secara sembarangan. Anda harus tahu teknik dan caranya.

Untuk jahe yang dibesarkan di media polybag, pemanenan jauh lebih mudah. Anda hanya perlu merobek polybag untuk mengambil rimpang jahe. Lalu, Anda bisa memulai pembersihan akar dan kotoran yang menempel pada rimpang.

Namun, pada penanaman menggunakan sistem bedengan, Anda memerlukan alat seperti cangkul atau alat penggaruk lainnya untuk memanen jahe merah. Pada pemanenan, Anda perlu hati-hati. Jangan sampai Anda melukai rimpang yang dipanen. Sebab, rimpang yang terluka rentan busuk dan terserang hama. Kualitas rimpang yang tergores pun akan ikut turun.

Proses Pascapanen

Setelah panen atau pengangkutan rimpang, ada beberapa proses lagi yang perlu dilakukan. Ilmu tentang penanganan pascapanen sangat perlu dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar kualitas rimpang jahe merah tetap terjaga dengan baik sampai ke tangan konsumen.

  1. Pengeringan Rimpang

Setelah rimpang selesai dibersihkan, proses berikutnya adalah pengeringan. Ada petani yang menjual rimpang jahe dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang lebih memilih menjual rimpang jahe dalam keadaan kering. Proses pengeringan ini bertujuan agar rimpang bisa bertahan lebih lama dalam gudang penyimpanan sebelum diolah lebih lanjut.

Pasca penyucian, rimpang jahe ditiriskan. Anda bisa memanfaatkan sinar matahari yang terik. Biasanya, dalam proses pengeringan, jahe merah akan diletakkan di atas anyaman bambu yang tak terlalu rapat. Proses ini dilakukan hingga kadar air pada rimpang menjadi 8 – 10 %.

Selain dikeringkan dengan cara dikering anginkan, rimpang jahe bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari atau dikeringkan menggunakan udara panas yang mengalir. Setelah itu, rimpang bisa langsung dikemas atau diolah.

  1. Proses Pengemasan

Pengemasan sangatlah penting. Pengemasan tak hanya mempercantik tampilan, tapi juga harus bisa menjaga kualitas jahe merah agar tetap baik ketika sampai di tangan konsumen.

Jadi, proses pengemasan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak serampangan. Anda harus memasukkan rimpang satu per satu. Anda perlu menyusun rimpang secara teratur. Jika pengemasan dilakukan dengan sembarangan, rimpang bisa saja rusak saat sampai pada konsumen. Rimpang yang rusak menjadi nilai minus bagi seorang pembudidaya.

Dalam proses pengemasan, Anda perlu memisahkan rimpang berdasarkan ukurannya. Wadah yang digunakan bisa berupa peti kayu atau karung yang punya cukup lubang udara. Setelah rimpang ditata secara teratur dalam wadah, jangan lupa untuk menutup wadah dengan kencang dan baik. Jangan sampai saat proses pengiriman wadah terbuka dan rimpang tumpah dan rusak.

  1. Penyiapan Rimpang

Kadang, sebelum rimpang dikirim ke konsumen, pembudidaya perlu menyimpannya terlebih dahulu. Setelah pengemasan selesai dilakukan, jika rimpang tak segera dikirim ke pemesan, maka selayaknya rimpang disimpan digudang penyimpanan untuk menunggu sementara waktu.

Tempat penyimpanan yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara yang cukup dan ada sinar matahari atau pun cahaya dari lampu. Sebab, dengan begitu, ruangan tidak lembab. Ruangan yang lembab berpotensi menciptakan banyak penyakit yang mengancam rimpang. Jamur merupakan penyakit rimpang yang mudah muncul ketika kondisi ruangan lembab.

  1. Pengangkutan Rimpang

Rimpang yang dikemas atau telah parkir digudang bisa langsung dikirim dan didistribusikan. Jika rimpang telah didiamkan dalam gudang, perlu adanya pengecekan ulang apakah ada rimpang yang rusak atau tidak.

Jangan sampai ketika sudah di tangan konsumen ternyata ada beberapa rimpang yang rusak dan memiliki kualitas yang tak baik. Pemeriksaan ulang ini sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap pembudidaya. Pengangkutan bisa menggunakan mobil terbuka, mobil pikap, ataupun truk jika itu dalam kuantitas yang banyak.

**

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Jual Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Dalam enam bulan terakhir ini, harga jahe merah relatif naik seiring langkanya jahe merah di pasaran domestik. Di pasar tanah Jawa, harga jahe merah mencapai lima puluhan ribu per KG nya. Harga tersebut tergolong puncak tertinggi sepengetahuan penulis dalam empat tahun terakhir ini.

Melihat harga yang relatif tinggi tersebut, wajar bila kemudian banyak orang yang ingin bertanam jahe merah. Mereka pun berselancar ke dunia maya dimana yang jual bibit jahe merah. Tentu saja sambil melihat reputasi penjual di dunia maya.

Vista Agro spesialis penjual bibit jahe merah

Vista agro hadir di Jogja melayani penjualan bibit jahe merah selama enam tahun terakhir. Vista agro berusaha memberikan produk berkualitas dengan menggunakan standar mutu atau kualitas bibit yang terpilih, bebas dari busuk rimpang, diseleksi dari perkecambahan, dan dikondisikan siap tanam.

Vista agro Edukasi Budidaya Jahe Merah

Vista agro telah lama memberikan edukasi pelatihan budidaya jahe merah dan sosialisasi tanaman Toga di Jogja, Mojokerto, Cikampek, Bantul, Gunungkidul, Pandeglang dan Karawang. Kami memberikan bimbingan teori dan praktek budidaya jahe merah meliputi aspek pembuatan bokasi padat, pupuk organik cair menggunakan EM4 dan pembuatan kompos organik.

bibit jahe merah

Cara Memesan Bibit Jahe Merah Vista Agro

Bila anda berminat menanam jahe merah, sementara kesulitan mendapatkan bibit jahe merah yang berkualitas, vista agro siap membantu anda. Bila anda berada di daerah Yogyakarta dan sekitarnya bisa datang langsung ke lokasi pembibitan kami di Rajek Lor, RT 02 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman. Atau cari di map, “Vista Agro Media”.

Jahe Merah sebagai tanaman Obat Keluarga multikhasiat

 

Jahe sebagai tanaman Obat Keluarga multikhasiat

Jahe merah adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat manfaat bagi dunia herbal dan kesehatan. Itulah sebabnya, jahe merah adalah salah satu tanaman bernilai ekonomis dan bernilai jual tinggi. Jahe mengandung  nutrisi tinggi seperti minyak atsiri, vitamin B1, vitamin B2, flavonoid, fosfor dan zat besi yang berguna untuk kesehatan dan penumpas berbagai penyakit.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak dulu memanfaatkannya sebagai bagian dari rempah rempah untuk pengobatan tradisional. Herbal jahe ini terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti batuk, melancarkan peredaran darah menurunkan tekanan darah, dan mengatasi mual dan masuk angin, mengobati sakit kepala dan lain lain.

Jahe rupanya tidak hanya digunakan bangsa indonesia saja, tetapi bangsa lain juga memanfaatkannya. Masyarakat Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan utama membuat obat.

 

Kandungan Manfaat Jahe Merah

Berikut keterangan lengkap kandungan jahe dalam tinjauan farmasi.

Nama Zat aktif Efek farmakologis
Limonene Menggambat jamur jenis Candida alhicans, antikholinesterase dan obat flue
1,8 Cineole Mengatasi ejakulasi prematur atau dini, merangsang ereksi, perangsang aktivitas syaraf pusat, penguat hepar dan merangsang keluarnya keringat.
10-Dehydrogingerdione, 10 gingerdione, 6 gingerdion , 6 gingerol Anti pendarahan di luar haid, merangsang produksi getah bening dan merangsang kekebalan tubuh.
Arginine Mencegah kemandulan dan memperkuat daya sperma
Aspartic acid Penyegar dan perangsang syaraf
AspaBetha-Sitoserol Perangsang horman androgen, mencegah hiper-lipoprotein, menghambat hormon estrogen dan bahan baku feroid
Capry-acid Anti jamur Candida albicand
Capsaicin Merangsang ereksi, menghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase dan meningkatkan aktifitas endokrin
Chlorogenic Berguna untuk merangsang regenerasi kulit sehingga mencegah penuaan.
Farnesol Bahan pewangi makanan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membuat regenerasi sel normal.

 

Dengan segudang manfaat tersebut menjadikan jahe merah menjadi salah satu tanaman obat keluarga (Toga) yang dicari dan diburu entah untuk keperluan obat kesehatan maupun untuk kepentingan ekonomis dan bisnis.

Anda tertarik budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang yang sudah bertunas dan bibit tunas dalam bentuk polybag. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia melalui jasa cargo, pos, pahala express, indah cargo. Untuk pemesanan dan keterangan lengkapnya bisa menghubungi sms/ WA/ Telpon ke 087838393451 berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Jogja.

jahe merah