Pentingnya Pemupukan Tanaman Jahe Merah

bibit jahe merah

Tiap tanaman butuh nutrisi untuk hidup. Dan tanah menyediakan itu. Namun, tak selamanya, tanah bisa memberi apa yang dibutuhkan oleh tanaman. Perlu penambahan nutrisi pada tanah agar bisa memenuhi kebutuhan tumbuh sebuah tanaman. Tak terkecuali bibit jahe merah. Ia perlu pupuk untuk bisa berkembang dan menghasilkan rimpang sehat dan subur.

Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat tanaman tumbuh dan berproduksi secara optimal. Namun, cara yang paling gampang dan lazim adalah dengan memberi tambahan nutrisi ke tanah menggunakan pupuk, baik itu organik maupun nonorganik.

Pupuk adalah bahan yang terdiri dari satu atau lebih unsur hara yang bisa menutrisi tanaman sehingga bisa tumbuh secara optimal. Pupuk bisa berbentuk padat ataupun cair. Terbuat dari berbagai macam bahan, pupuk bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik.

Manfaat Pupuk Bagi Tanaman Jahe Merah

Ada beragam jenis pupuk. Dan pupuk memiliki dosis dan kegunaan masing-masing. Namun, hal yang pasti didapat jika kita menggunakan pupuk antara lain adalah:

  1. Mempercepat pertumbuhan tanaman

Tanaman selalu butuh nutrisi untuk tumbuh. Dan pupuk menyediakan itu. Jika Anda bisa menerapkan dosis pupuk dengan pas, maka dampak positiflah yang akan didapatkan. Namun, dalam beberapa kejadian pupuk malah bisa menjadi ancaman. Pemberian dosis yang tak pas, dan menggunakan pupuk yang tak cocok bahkan bisa merusak tanah maupun tanaman.

  1. Mempercepat dan meningkatkan hasil produksi

Pengolahan tanah secara terus menerus perlahan membuat tanah kehilangan unsur hara. Jadi, pupuk berfungsi untuk menyediakan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bagi pembudidaya, pemberian pupuk hukumnya wajib.

  1. Menyingkirkan penyakit dan hama pada tanaman budidaya

Selain dapat meningkatkan hasil produksi dan mengoptimalkan pertumbuhan, pupuk ternyata bisa meningkatkan kesehatan tanaman. Menjaga kesehatan tanaman sangat penting. Sebab, apabila tanaman tumbuh tak sehat, maka tanaman itu akan mudah terserang penyakit dan hama. Ia akan lebih rentan mati ketika ada suatu hal menyerang.

  1. Memperbaiki tanah dan merekayasa area tanam

Kadang petani mendapati lahan yang mereka tempati tak subur. Nah, di sinilah fungsi pupuk. Pada lahan yang kurang subur, pupuk akan membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman. Artinya, pupuk dapat merekayasa area tanam yang semula tak cukup subur menjadi subur dan baik untuk tanaman.

  1. Merangsang pertumbuhan akar dan rimpang

Bagi tanaman jahe merah, pemberian pupuk dapat merangsang dan mempercepat pembesaran rimpang. Makin besar rimpang, makin besar pula keuntungan yang akan diperoleh oleh petani jahe merah.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Pemupukan Tanaman Jahe Merah

Agar tak salah memupuk, petani harus memperhatikan beberapa hal. Dalam pemupukan, banyak yang perlu diperhatikan dengan cermat oleh seorang pembudidaya. Pembudidaya harus tahu jenis pupuk, dosis, dan intensitasnya. Dosis ini memperhatikan kondisi tanaman. Jika jahe merah telah subur, maka tak perlu dosis terlalu tinggi. Tanaman subur menandakan bahwa tanaman sudah cukup nutrisi. Namun, sebaliknya, apabila tanaman tak tampak subur, Anda bisa memberikan dosis yang lebih banyak.

Sebelum pemupukan dimulai, Anda haruslah tahu terlebih dahulu apa tujuan Anda memupuk. Apabila pemupukan tersebut bertujuan agar bisa panen jahe usia muda (8-10) bulan, maka pemupukan perlu dilakukan dua kali.

  1. Tahap Pertama

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di media pembesaran selama 1 bulan. Pemupukan ini bertujuan menambah nutrisi yang bermanfaat untuk tanaman. Selama di media pembesaran, tanaman jahe akan banyak menyerap kalium dan nitrogen.

Anda harus bisa memberikan nutrisi secara seimbang. Biasanya, dalam pemupukan tahap pertama pembudidaya memberikan urea (N) dengan dosis 150 kg per hektar.

  1. Tahap Kedua

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di dalam media pembesaran selama 3,5 – 4 bulan. Sebaiknya, jangan pupuk tanaman jahe yang sudah berusia di atas 5 bulan. Sebab, pada usia di atas lima bulan, daun jahe mulai luruh dan menguning. Pada masa itu, taman jahe sedang fokus pada pertumbuhan rimpangnya.

Di tahap kedua ini, pupuk yang biasa digunakan adalah KCL. Kita juga bisa menambah dengan pupuk kandang, urea, dan TSP. Campuran pupuk bisa bermanfaat bagi penggemburan tanah. Yang akhirnya dapat membantu rimpang tumbuh.

Dosis yang digunakan pada tahap kedua ini berbeda-beda tiap jenisnya. Jika Anda menggunakan pupuk urea, dosisnya 250 kg per hektar. Sedangkan pupuk kandang 20 ton per hektar; TSP sebanyak 125 kg per hektar; dan KCL 125 per hektar.

Namun, jika Anda menginginkan pemanenan pada usia jahe yang tua, maka pemupukan dilakukan sebanyak 4 kali. Tujuan pemupukan adalah untuk menjaga rimpang agar tak membusuk ketika dipanen. Untuk pemberian pupuk pada pemanenan jahe tua, akan kami ulas dalam artikel tersendiri.

**

Pemberian pupuk ini harus dilakukan secara telaten. Jangan sampai salah memberi pupuk dengan dosis dan jenis yang salah. Pun Anda tak bisa untuk memberikan pupuk ke tanaman dalam sembarang waktu. Proses yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Jangan sampai niat baik Anda untuk membuat jahe tumbuh dan berproduksi maksimal malah berbuah hal yang tak diinginkan hanya karena keteledoran memberi pupuk. Begitu.

Apabila Anda mulai tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Proses Panen dan Pascapanen Jahe Merah

bibit jahe merah

Panen adalah masa paling ditunggu. Namun, panen bukanlah akhir dari proses panjang budidaya jahe merah. Sejak dari bibit jahe merah sampai pemanenan jahe merah petani perlu memahami betul proses-prosesnya. Ada tiga waktu panen jahe merah, yaitu: panen pada usia muda, sedang, dan tua. Panen jahe usia muda dilakukan ketika jahe berumur 4 -5 bulan. Pada panen usia sedang, dilakukan pemanenan ketika jahe berumur 9 – 11 bulan. Sedangkan panen pada usia tua dilakukan ketika jahe berumur 12 bulan.

Setelah panen selesai, ada masa pasca panen. Pada tahap pascapanenlah petani harus tahu apa yang hendak dilakukan pada jahe merah. Jika ingn langsung dijual, maka petani minimal harus melakukan pembersihan rimpang dari tanah yang menempel.

Dalam proses pascapanen butuh tenaga dan alat khusus. Contohnya, ketika panen tiba, Anda butuh cangkul.

Masa Panen

Jahe merah segar dapat dipanen saat usianya mencapai sudah 9 – 11 bulan. Ketika usia itu, jahe tampak segar dan memiliki bobot yang ideal. Jika jahe sudah berusia 12 bulan, jahe sudah tua, mengkerut dan memiliki bobot yang lebih ringan. Jadi, untuk dijual, hasilnya tak terlalu banyak. Jahe tua (berusia 12 bulan) lebih cocok untuk dijadikan bibit. Pada usia tersebut jahe memiliki kondisi rimpang yang kuat dan matang.

Jahe siap panen dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Jahe merah yang rimpangnya siap dipanen memiliki daun yang sudah berwarna kuning dan tampak mengering. Hal itu adalah tanda bahwa tanaman sudah masuk usia tua. Namun, Anda juga harus jeli, mana daun yang kuning karena tua dan mana yang kuning karena terserang penyakit atau hama.

Ada cara panen jahe merah. Memanen jahe merah tak boleh dilakukan secara sembarangan. Anda harus tahu teknik dan caranya.

Untuk jahe yang dibesarkan di media polybag, pemanenan jauh lebih mudah. Anda hanya perlu merobek polybag untuk mengambil rimpang jahe. Lalu, Anda bisa memulai pembersihan akar dan kotoran yang menempel pada rimpang.

Namun, pada penanaman menggunakan sistem bedengan, Anda memerlukan alat seperti cangkul atau alat penggaruk lainnya untuk memanen jahe merah. Pada pemanenan, Anda perlu hati-hati. Jangan sampai Anda melukai rimpang yang dipanen. Sebab, rimpang yang terluka rentan busuk dan terserang hama. Kualitas rimpang yang tergores pun akan ikut turun.

Proses Pascapanen

Setelah panen atau pengangkutan rimpang, ada beberapa proses lagi yang perlu dilakukan. Ilmu tentang penanganan pascapanen sangat perlu dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar kualitas rimpang jahe merah tetap terjaga dengan baik sampai ke tangan konsumen.

  1. Pengeringan Rimpang

Setelah rimpang selesai dibersihkan, proses berikutnya adalah pengeringan. Ada petani yang menjual rimpang jahe dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang lebih memilih menjual rimpang jahe dalam keadaan kering. Proses pengeringan ini bertujuan agar rimpang bisa bertahan lebih lama dalam gudang penyimpanan sebelum diolah lebih lanjut.

Pasca penyucian, rimpang jahe ditiriskan. Anda bisa memanfaatkan sinar matahari yang terik. Biasanya, dalam proses pengeringan, jahe merah akan diletakkan di atas anyaman bambu yang tak terlalu rapat. Proses ini dilakukan hingga kadar air pada rimpang menjadi 8 – 10 %.

Selain dikeringkan dengan cara dikering anginkan, rimpang jahe bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari atau dikeringkan menggunakan udara panas yang mengalir. Setelah itu, rimpang bisa langsung dikemas atau diolah.

  1. Proses Pengemasan

Pengemasan sangatlah penting. Pengemasan tak hanya mempercantik tampilan, tapi juga harus bisa menjaga kualitas jahe merah agar tetap baik ketika sampai di tangan konsumen.

Jadi, proses pengemasan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak serampangan. Anda harus memasukkan rimpang satu per satu. Anda perlu menyusun rimpang secara teratur. Jika pengemasan dilakukan dengan sembarangan, rimpang bisa saja rusak saat sampai pada konsumen. Rimpang yang rusak menjadi nilai minus bagi seorang pembudidaya.

Dalam proses pengemasan, Anda perlu memisahkan rimpang berdasarkan ukurannya. Wadah yang digunakan bisa berupa peti kayu atau karung yang punya cukup lubang udara. Setelah rimpang ditata secara teratur dalam wadah, jangan lupa untuk menutup wadah dengan kencang dan baik. Jangan sampai saat proses pengiriman wadah terbuka dan rimpang tumpah dan rusak.

  1. Penyiapan Rimpang

Kadang, sebelum rimpang dikirim ke konsumen, pembudidaya perlu menyimpannya terlebih dahulu. Setelah pengemasan selesai dilakukan, jika rimpang tak segera dikirim ke pemesan, maka selayaknya rimpang disimpan digudang penyimpanan untuk menunggu sementara waktu.

Tempat penyimpanan yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara yang cukup dan ada sinar matahari atau pun cahaya dari lampu. Sebab, dengan begitu, ruangan tidak lembab. Ruangan yang lembab berpotensi menciptakan banyak penyakit yang mengancam rimpang. Jamur merupakan penyakit rimpang yang mudah muncul ketika kondisi ruangan lembab.

  1. Pengangkutan Rimpang

Rimpang yang dikemas atau telah parkir digudang bisa langsung dikirim dan didistribusikan. Jika rimpang telah didiamkan dalam gudang, perlu adanya pengecekan ulang apakah ada rimpang yang rusak atau tidak.

Jangan sampai ketika sudah di tangan konsumen ternyata ada beberapa rimpang yang rusak dan memiliki kualitas yang tak baik. Pemeriksaan ulang ini sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap pembudidaya. Pengangkutan bisa menggunakan mobil terbuka, mobil pikap, ataupun truk jika itu dalam kuantitas yang banyak.

**

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

bibit jahe merah

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

Pemeliharaan Tanaman Jahe Merah

 

Setelah bibit jahe merah ditanam dan dibudidayakan di polybag, karung atau kebun atau lahan, maka saatnya pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman jahe merah menjadi hal penting untuk kesuksesan budidaya jahe merah. Tanpa adanya pemeliharaan yang maksimal, mustahil mendapatkan hasil yang optimal.

Bila tanaman jahe merah anda ada yang mati, atau tumbuh kurang optimal, maka anda perlu memberikan penyulaman. Penyulaman bisa dilakukan setelah dua atau tiga minggu setelah penanaman pertama. Nah, di tiga bulan pertama penanaman jahe merah perlu dilakukan penyiangan sebulan sekali. Bersamaan dengan dengan penyiangan juga dilakukan pembumbunan setelah tanaman berumur 2-3 bulan.

Pemupukan susulan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam dengan pupuk Urea 400 kg/ha dan KCL sebanyak 300 kg/ha. Pada waktu tanaman berumur tiga bulan dipupuk dengan pupuk urea sebanyak 400 kg/ha. Pengendalian hama tanaman di awal masa tanam ini menjadi hal penting demi kesuksesan budidaya jahe merah.

Penyiangan gulma

Penyiangan pertama dilakukan di saat tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengangganggu yang tumbuh. Namun setelah jahe merah, jahe gajah dan semisalnya, berumur 6-7 bulan sebaiknya tidak diperlukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut, rimpangnya mulai besar.

Penyulaman jahe merah

Jahe  memerlukan tanah yang membuat sirkulasi udara dan air di tanah berjalan dengan baik. Tujuannya tentu saja supaya tanah gembur dan subur sehingga bagus untuk perkembangan tanaman jahe merah. Namun, kadangkala bibit tanaman jahe merah ada yang tidak tumbuh atau mati. Entah karena bibit yang kurang tua atau serangan hama. Itulah sebabnya, diperlukan penyulaman demi efektivitas penananaman jahe merah.

Penyulaman bisa dilakukan di saat jahe merah berumur 1- 1,5 bulan setelah tanam dengan memakai benih cadangan yang sudah diseleksi dan disemaikan. Penyulaman dilakukan dengan menanamkan bibit jahe merah baru yang lebih tua dan segar di lahan yang terdapat tanaman jahe yang mati. Penyulaman juga memerlukan fungisida agar bibit yang dihasilkan berkembang dengan baik.

Pemupukan

Jahe merah bisa diberikan pupuk organik dan anorganik (konvensional). Pupuk organik yang bisa dipakai dalam hal ini adalah berbahan organik, alami seperti pupuk kompos, humus, dan pupuk kandang. Fermentasi urine kelinci dalam hal ini juga cocok dipakai untuk jahe merah. Fdermentasi urine kelinci bisa dicampur dengan air dan disiramkan ke tanaman jahe merah secara berkala.

 

fermentasi urine kelinci
fermentasi urine kelinci untuk pupuk organik cair jahe merah

tanaman jahe merah