Pentingnya Pemupukan Tanaman Jahe Merah

bibit jahe merah

Tiap tanaman butuh nutrisi untuk hidup. Dan tanah menyediakan itu. Namun, tak selamanya, tanah bisa memberi apa yang dibutuhkan oleh tanaman. Perlu penambahan nutrisi pada tanah agar bisa memenuhi kebutuhan tumbuh sebuah tanaman. Tak terkecuali bibit jahe merah. Ia perlu pupuk untuk bisa berkembang dan menghasilkan rimpang sehat dan subur.

Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat tanaman tumbuh dan berproduksi secara optimal. Namun, cara yang paling gampang dan lazim adalah dengan memberi tambahan nutrisi ke tanah menggunakan pupuk, baik itu organik maupun nonorganik.

Pupuk adalah bahan yang terdiri dari satu atau lebih unsur hara yang bisa menutrisi tanaman sehingga bisa tumbuh secara optimal. Pupuk bisa berbentuk padat ataupun cair. Terbuat dari berbagai macam bahan, pupuk bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik.

Manfaat Pupuk Bagi Tanaman Jahe Merah

Ada beragam jenis pupuk. Dan pupuk memiliki dosis dan kegunaan masing-masing. Namun, hal yang pasti didapat jika kita menggunakan pupuk antara lain adalah:

  1. Mempercepat pertumbuhan tanaman

Tanaman selalu butuh nutrisi untuk tumbuh. Dan pupuk menyediakan itu. Jika Anda bisa menerapkan dosis pupuk dengan pas, maka dampak positiflah yang akan didapatkan. Namun, dalam beberapa kejadian pupuk malah bisa menjadi ancaman. Pemberian dosis yang tak pas, dan menggunakan pupuk yang tak cocok bahkan bisa merusak tanah maupun tanaman.

  1. Mempercepat dan meningkatkan hasil produksi

Pengolahan tanah secara terus menerus perlahan membuat tanah kehilangan unsur hara. Jadi, pupuk berfungsi untuk menyediakan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bagi pembudidaya, pemberian pupuk hukumnya wajib.

  1. Menyingkirkan penyakit dan hama pada tanaman budidaya

Selain dapat meningkatkan hasil produksi dan mengoptimalkan pertumbuhan, pupuk ternyata bisa meningkatkan kesehatan tanaman. Menjaga kesehatan tanaman sangat penting. Sebab, apabila tanaman tumbuh tak sehat, maka tanaman itu akan mudah terserang penyakit dan hama. Ia akan lebih rentan mati ketika ada suatu hal menyerang.

  1. Memperbaiki tanah dan merekayasa area tanam

Kadang petani mendapati lahan yang mereka tempati tak subur. Nah, di sinilah fungsi pupuk. Pada lahan yang kurang subur, pupuk akan membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman. Artinya, pupuk dapat merekayasa area tanam yang semula tak cukup subur menjadi subur dan baik untuk tanaman.

  1. Merangsang pertumbuhan akar dan rimpang

Bagi tanaman jahe merah, pemberian pupuk dapat merangsang dan mempercepat pembesaran rimpang. Makin besar rimpang, makin besar pula keuntungan yang akan diperoleh oleh petani jahe merah.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Pemupukan Tanaman Jahe Merah

Agar tak salah memupuk, petani harus memperhatikan beberapa hal. Dalam pemupukan, banyak yang perlu diperhatikan dengan cermat oleh seorang pembudidaya. Pembudidaya harus tahu jenis pupuk, dosis, dan intensitasnya. Dosis ini memperhatikan kondisi tanaman. Jika jahe merah telah subur, maka tak perlu dosis terlalu tinggi. Tanaman subur menandakan bahwa tanaman sudah cukup nutrisi. Namun, sebaliknya, apabila tanaman tak tampak subur, Anda bisa memberikan dosis yang lebih banyak.

Sebelum pemupukan dimulai, Anda haruslah tahu terlebih dahulu apa tujuan Anda memupuk. Apabila pemupukan tersebut bertujuan agar bisa panen jahe usia muda (8-10) bulan, maka pemupukan perlu dilakukan dua kali.

  1. Tahap Pertama

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di media pembesaran selama 1 bulan. Pemupukan ini bertujuan menambah nutrisi yang bermanfaat untuk tanaman. Selama di media pembesaran, tanaman jahe akan banyak menyerap kalium dan nitrogen.

Anda harus bisa memberikan nutrisi secara seimbang. Biasanya, dalam pemupukan tahap pertama pembudidaya memberikan urea (N) dengan dosis 150 kg per hektar.

  1. Tahap Kedua

Tahap ini dilakukan ketika tanaman telah berada di dalam media pembesaran selama 3,5 – 4 bulan. Sebaiknya, jangan pupuk tanaman jahe yang sudah berusia di atas 5 bulan. Sebab, pada usia di atas lima bulan, daun jahe mulai luruh dan menguning. Pada masa itu, taman jahe sedang fokus pada pertumbuhan rimpangnya.

Di tahap kedua ini, pupuk yang biasa digunakan adalah KCL. Kita juga bisa menambah dengan pupuk kandang, urea, dan TSP. Campuran pupuk bisa bermanfaat bagi penggemburan tanah. Yang akhirnya dapat membantu rimpang tumbuh.

Dosis yang digunakan pada tahap kedua ini berbeda-beda tiap jenisnya. Jika Anda menggunakan pupuk urea, dosisnya 250 kg per hektar. Sedangkan pupuk kandang 20 ton per hektar; TSP sebanyak 125 kg per hektar; dan KCL 125 per hektar.

Namun, jika Anda menginginkan pemanenan pada usia jahe yang tua, maka pemupukan dilakukan sebanyak 4 kali. Tujuan pemupukan adalah untuk menjaga rimpang agar tak membusuk ketika dipanen. Untuk pemberian pupuk pada pemanenan jahe tua, akan kami ulas dalam artikel tersendiri.

**

Pemberian pupuk ini harus dilakukan secara telaten. Jangan sampai salah memberi pupuk dengan dosis dan jenis yang salah. Pun Anda tak bisa untuk memberikan pupuk ke tanaman dalam sembarang waktu. Proses yang baik akan menghasilkan buah yang baik pula. Jangan sampai niat baik Anda untuk membuat jahe tumbuh dan berproduksi maksimal malah berbuah hal yang tak diinginkan hanya karena keteledoran memberi pupuk. Begitu.

Apabila Anda mulai tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 

 

 

 

Proses Panen dan Pascapanen Jahe Merah

bibit jahe merah

Panen adalah masa paling ditunggu. Namun, panen bukanlah akhir dari proses panjang budidaya jahe merah. Sejak dari bibit jahe merah sampai pemanenan jahe merah petani perlu memahami betul proses-prosesnya. Ada tiga waktu panen jahe merah, yaitu: panen pada usia muda, sedang, dan tua. Panen jahe usia muda dilakukan ketika jahe berumur 4 -5 bulan. Pada panen usia sedang, dilakukan pemanenan ketika jahe berumur 9 – 11 bulan. Sedangkan panen pada usia tua dilakukan ketika jahe berumur 12 bulan.

Setelah panen selesai, ada masa pasca panen. Pada tahap pascapanenlah petani harus tahu apa yang hendak dilakukan pada jahe merah. Jika ingn langsung dijual, maka petani minimal harus melakukan pembersihan rimpang dari tanah yang menempel.

Dalam proses pascapanen butuh tenaga dan alat khusus. Contohnya, ketika panen tiba, Anda butuh cangkul.

Masa Panen

Jahe merah segar dapat dipanen saat usianya mencapai sudah 9 – 11 bulan. Ketika usia itu, jahe tampak segar dan memiliki bobot yang ideal. Jika jahe sudah berusia 12 bulan, jahe sudah tua, mengkerut dan memiliki bobot yang lebih ringan. Jadi, untuk dijual, hasilnya tak terlalu banyak. Jahe tua (berusia 12 bulan) lebih cocok untuk dijadikan bibit. Pada usia tersebut jahe memiliki kondisi rimpang yang kuat dan matang.

Jahe siap panen dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Jahe merah yang rimpangnya siap dipanen memiliki daun yang sudah berwarna kuning dan tampak mengering. Hal itu adalah tanda bahwa tanaman sudah masuk usia tua. Namun, Anda juga harus jeli, mana daun yang kuning karena tua dan mana yang kuning karena terserang penyakit atau hama.

Ada cara panen jahe merah. Memanen jahe merah tak boleh dilakukan secara sembarangan. Anda harus tahu teknik dan caranya.

Untuk jahe yang dibesarkan di media polybag, pemanenan jauh lebih mudah. Anda hanya perlu merobek polybag untuk mengambil rimpang jahe. Lalu, Anda bisa memulai pembersihan akar dan kotoran yang menempel pada rimpang.

Namun, pada penanaman menggunakan sistem bedengan, Anda memerlukan alat seperti cangkul atau alat penggaruk lainnya untuk memanen jahe merah. Pada pemanenan, Anda perlu hati-hati. Jangan sampai Anda melukai rimpang yang dipanen. Sebab, rimpang yang terluka rentan busuk dan terserang hama. Kualitas rimpang yang tergores pun akan ikut turun.

Proses Pascapanen

Setelah panen atau pengangkutan rimpang, ada beberapa proses lagi yang perlu dilakukan. Ilmu tentang penanganan pascapanen sangat perlu dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar kualitas rimpang jahe merah tetap terjaga dengan baik sampai ke tangan konsumen.

  1. Pengeringan Rimpang

Setelah rimpang selesai dibersihkan, proses berikutnya adalah pengeringan. Ada petani yang menjual rimpang jahe dalam keadaan segar. Namun, ada pula yang lebih memilih menjual rimpang jahe dalam keadaan kering. Proses pengeringan ini bertujuan agar rimpang bisa bertahan lebih lama dalam gudang penyimpanan sebelum diolah lebih lanjut.

Pasca penyucian, rimpang jahe ditiriskan. Anda bisa memanfaatkan sinar matahari yang terik. Biasanya, dalam proses pengeringan, jahe merah akan diletakkan di atas anyaman bambu yang tak terlalu rapat. Proses ini dilakukan hingga kadar air pada rimpang menjadi 8 – 10 %.

Selain dikeringkan dengan cara dikering anginkan, rimpang jahe bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari atau dikeringkan menggunakan udara panas yang mengalir. Setelah itu, rimpang bisa langsung dikemas atau diolah.

  1. Proses Pengemasan

Pengemasan sangatlah penting. Pengemasan tak hanya mempercantik tampilan, tapi juga harus bisa menjaga kualitas jahe merah agar tetap baik ketika sampai di tangan konsumen.

Jadi, proses pengemasan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak serampangan. Anda harus memasukkan rimpang satu per satu. Anda perlu menyusun rimpang secara teratur. Jika pengemasan dilakukan dengan sembarangan, rimpang bisa saja rusak saat sampai pada konsumen. Rimpang yang rusak menjadi nilai minus bagi seorang pembudidaya.

Dalam proses pengemasan, Anda perlu memisahkan rimpang berdasarkan ukurannya. Wadah yang digunakan bisa berupa peti kayu atau karung yang punya cukup lubang udara. Setelah rimpang ditata secara teratur dalam wadah, jangan lupa untuk menutup wadah dengan kencang dan baik. Jangan sampai saat proses pengiriman wadah terbuka dan rimpang tumpah dan rusak.

  1. Penyiapan Rimpang

Kadang, sebelum rimpang dikirim ke konsumen, pembudidaya perlu menyimpannya terlebih dahulu. Setelah pengemasan selesai dilakukan, jika rimpang tak segera dikirim ke pemesan, maka selayaknya rimpang disimpan digudang penyimpanan untuk menunggu sementara waktu.

Tempat penyimpanan yang baik adalah yang memiliki sirkulasi udara yang cukup dan ada sinar matahari atau pun cahaya dari lampu. Sebab, dengan begitu, ruangan tidak lembab. Ruangan yang lembab berpotensi menciptakan banyak penyakit yang mengancam rimpang. Jamur merupakan penyakit rimpang yang mudah muncul ketika kondisi ruangan lembab.

  1. Pengangkutan Rimpang

Rimpang yang dikemas atau telah parkir digudang bisa langsung dikirim dan didistribusikan. Jika rimpang telah didiamkan dalam gudang, perlu adanya pengecekan ulang apakah ada rimpang yang rusak atau tidak.

Jangan sampai ketika sudah di tangan konsumen ternyata ada beberapa rimpang yang rusak dan memiliki kualitas yang tak baik. Pemeriksaan ulang ini sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap pembudidaya. Pengangkutan bisa menggunakan mobil terbuka, mobil pikap, ataupun truk jika itu dalam kuantitas yang banyak.

**

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

 Langkah Praktis Penanganan Bibit Jahe merah

bibit jahe merah

 Langkah Praktis Penanganan Bibit Jahe merah

 

 

Bila bibit jahe merah sudah disemai, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Melakukan Seleksi Bibit Jahe Merah

 

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

Membantu bibit beradaptasi

 

jahe merah
jahe merah

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran Bibit Jahe Merah

 

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

Jahe Merah sebagai tanaman Obat Keluarga multikhasiat

 

Jahe sebagai tanaman Obat Keluarga multikhasiat

Jahe merah adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak khasiat manfaat bagi dunia herbal dan kesehatan. Itulah sebabnya, jahe merah adalah salah satu tanaman bernilai ekonomis dan bernilai jual tinggi. Jahe mengandung  nutrisi tinggi seperti minyak atsiri, vitamin B1, vitamin B2, flavonoid, fosfor dan zat besi yang berguna untuk kesehatan dan penumpas berbagai penyakit.

Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak dulu memanfaatkannya sebagai bagian dari rempah rempah untuk pengobatan tradisional. Herbal jahe ini terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti batuk, melancarkan peredaran darah menurunkan tekanan darah, dan mengatasi mual dan masuk angin, mengobati sakit kepala dan lain lain.

Jahe rupanya tidak hanya digunakan bangsa indonesia saja, tetapi bangsa lain juga memanfaatkannya. Masyarakat Tionghoa sudah lebih dari 2000 tahun menggunakan jahe sebagai bahan utama membuat obat.

 

Kandungan Manfaat Jahe Merah

Berikut keterangan lengkap kandungan jahe dalam tinjauan farmasi.

Nama Zat aktif Efek farmakologis
Limonene Menggambat jamur jenis Candida alhicans, antikholinesterase dan obat flue
1,8 Cineole Mengatasi ejakulasi prematur atau dini, merangsang ereksi, perangsang aktivitas syaraf pusat, penguat hepar dan merangsang keluarnya keringat.
10-Dehydrogingerdione, 10 gingerdione, 6 gingerdion , 6 gingerol Anti pendarahan di luar haid, merangsang produksi getah bening dan merangsang kekebalan tubuh.
Arginine Mencegah kemandulan dan memperkuat daya sperma
Aspartic acid Penyegar dan perangsang syaraf
AspaBetha-Sitoserol Perangsang horman androgen, mencegah hiper-lipoprotein, menghambat hormon estrogen dan bahan baku feroid
Capry-acid Anti jamur Candida albicand
Capsaicin Merangsang ereksi, menghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase dan meningkatkan aktifitas endokrin
Chlorogenic Berguna untuk merangsang regenerasi kulit sehingga mencegah penuaan.
Farnesol Bahan pewangi makanan, namun juga bisa dimanfaatkan untuk membuat regenerasi sel normal.

 

Dengan segudang manfaat tersebut menjadikan jahe merah menjadi salah satu tanaman obat keluarga (Toga) yang dicari dan diburu entah untuk keperluan obat kesehatan maupun untuk kepentingan ekonomis dan bisnis.

Anda tertarik budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah dalam bentuk rimpang yang sudah bertunas dan bibit tunas dalam bentuk polybag. Kami siap kirim kirim ke seluruh Indonesia melalui jasa cargo, pos, pahala express, indah cargo. Untuk pemesanan dan keterangan lengkapnya bisa menghubungi sms/ WA/ Telpon ke 087838393451 berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman Jogja.

jahe merah

Prospek Pemasaran Jahe Merah

Prospek Pemasaran Jahe Merah

 

Jahe merah adalah salah satu tanaman rimpang herbal berprospek cerah. Mengapa demikian? Jahe merah kini mulai digandrungi masyarakat dan dibudidayakan secara luas. Bukan saja dalam bentuk konsumsi , tetapi juga keperluan bibit. Bukan saja dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Jahe merah juga memiliki banyak khasiat manfaat untuk kesehatan, industri herbal, olahan makanan, farmasi dan produk lainya.

Jahe merah bersama jahe gajah adalah salah satu komoditas unggulan Indonesia yang mulai diminati mancanegara. Permintaan dalam negeri secara grafik mengalami peningkatan dalam jumlah konsumsi. Menurut catatan koperasi BPTO Tawangmangu Jawa Tengah, periode 1984-1990 saja berkisar 5,000 ton per tahun. Hampir semua industri obat tradisional di Jawa Tengah membutuhkan jahe.

PT Sidomuncul membutuhkan jahe sekitar 15 ton per bulan, PT Air Mancur membuthkan 15 ton per bulan, CV Tamu Kencono membutuhkan sekitar 10-12 ton per tahun dan PT Indotraco membutuhkan jahe 40 ton per bulan. Belum lagi industri kecil menengah lainnya, yang membutuhkan jahe untuk bahan produksi mereka.

Itulah sebabnya, budidaya jahe merah berprospek cerah. Terbukti, Bulan Januari ini saja di Pasar Beringharjo Jogja, jahe merah dihargai 35 ribu- empat puluh ribu rupiah per Kg nya. Di Pasar Sleman, Jahe merah juga hampir sama. 35 ribu per kg. Di Pasar Muntilan, Bulan Januari ini, Jahe merah dihargai 35 ribu sampai 40 ribu rupiah. Itu pun bukan jahe merah untuk bibit, tetapi jahe merah dalam kategori konsumsi. Jahe merah kualitas bibit tentu saja lebih mahal.

Info terbaru, di daerah Bajarmasin dan sekitarnya, Jahe merah Bulan pertengahan Januari kemarin mencapai 70 ribu/ KG. Wajar, bila warga sana banyak yang berburu jahe merah di Jawa. Mereka jeli mengambil peluang ini. Anda pun tentu bisa juga. Tentu dengan mengecek kondisi harga secara langsung di tiap daerah di Indonesia.

Di Pati Jawa Tengah, relasi kami kemarin mengabarkan bahwa jahe merah kualitas bibit di Bulan Januari sudah mencapat 60 ribuan. Wow, menarik bukan? Di sisi lain, memasuki musim penghujan seperti saat ini merupakan saat yang tepat untuk memulai budidaya jahe merah. Wajar, bila banyak masyarakat yang berburu bibit jahe merah, terutama melalui internet. Pasalnya, di pasar langsung, jahe merah kualitas bibit masih diragukan, kecuali yang memang sudah faham betul seluk beluk jahe merah.

Untuk anda pemula dalam bertani jahe merah, sebaiknya serahkan ke ahlinya. Artinya, datang langsung kepada penjual bibit jahe merah terpercaya. Penjual bibit jahe merah yang yang terpercaya memiliki ciri ciri yang jelas; memberi tahu ke konsumen secara langsung terkait perbedaan jahe merah konsumsi dan bibit, kualitas rimpang tampak lebih besar, berusia lebih dari satu tahun dan bebas dari busuk rimpang.

Dengan potensi dan peluang pasar yang begitu lebar, tidak ada salahnya anda membudidayakan jahe merah. Anda pemula dan butuh ilmu tentang budidaya jahe merah? Kunjungi kami di Rajek Lor RT 2 RW 24 Tirtoadi Mlati Sleman atau kontak WA/SMS 087838393451. Untuk anda yang berlokasi sekitar kami bisa datang langsung. Namun bila adan berlokasi jauh, kami pun siap melayani anda dan mengirim bibit jahe merah melalui ekpedisi terpercaya.

jahe merah
Presiden Jokowi sedang melihat jahe di suatu pasar

Mewaspadai Kelebihan Air ketika menanam jahe merah

Mewaspadai Kelebihan Air ketika menanam jahe merah

Bertanam bibit jahe merah memanglah tidak terlalu sulit dan tidak pula memerlukan perlakuan khusus sama seperti menanam jahe pada umumnya. Setelah melakukan penanaman yang harus dilakukan petani hanyalah menjaga agar tanaman jahe terbebas dari gulma dan melakukan penyiraman secukupnya.

Penyiraman pada budidaya jahe merah sebenarnya cukup sederhana, air dapat disiramkan pada bibit jahe merah yang sudah ditanam selama 2x sehari dimusim kemarau, sedangkan pada musim penghujan seperti ini kurun waktu antara November, desember, januari biasanya orang jawa menyebut dengan musim labuhan (musim tanam) maka tidak perlu disiram air lagi.

Tinggi rendahnya produksi jahe yang dihasilkan tergantung pada cuaca. Kebutuhan air yang cukup serta semakin kering bonggol jahe akan semakin berkembang, oleh karena itu tingginya curah hujan harus diantisipasi dengan tidak perlu lagi menyiram bibit jahe merah dengan air yang berlimpah. Hal ini dapat menyebabkan kebusukan pada rimpang jika media yang digunakan adalah polybag atau pot karena air yang menggenang terlalu lama dalam media membuat kualitas bibit jahe merah rimpang tidak bisa berkembang dengan optimal dan cenderung mengalami kebusukan sehingga belum sampai bibit jahe merah tumbuh dengan baik sudah mati.

Kandungan minyak atsiri yang dihasilkan jahe merah yang tumbuh di media yang cukup air pun akan berbeda dengan jahe merah yang ditanam dengan media yang kekurangan ataupun kelebihan air. Kandungan minyak atsiri pada jahe merah yang cukup air lebih melimpah hasil maupun kepedasan rasanya.

Kandungan senyawa aktif pada jahe merah bisa dimaksimalkan asalkan dengan cara dan penanganan tanam yang benar, jahe merupakan jenis rempah-rempah yang dapat dimanfaatkan kandungan zat aktifnya sebagai pemberi cita rasa dan diolah dalam bentuk oleoresin.

Dengan memperhatikan kandungan air juga cara perawatan dan penyiraman yang benar maka akan dihasilkan produk jahe merah yang mempunyai kapasitas dan juga kualitas yang seimbang. Selamat mencoba budidaya jahe merah jangan salah memilih bibit jahe merah yang unggul juga jangan sampai salah saat perawatan pasca tanam.

Semoga ulasan kami member manfaat dan pengetahuan baru semoga berhasil. Bagi anda yang tertarik menanam jahe merah dan membutuhkan bibit jahe merah usia tua silahkan menghubungi kami di nomer 087838393451.

jahe merah