Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

Posts tagged ‘bibit jahe gajah’

Langkah yang harus dipersiapkan dalam budidaya jahe merah

Langkah yang harus dipersiapkan dalam budidaya jahe merah :

1. Penyediaan Bibit Jahe merah.
2. Persiapan Lahan.
3. Penyediaan Pupuk Organik.
4. Penyediaan Obat anti uret dan hewan pengerat yang disebut Reagent.
5. Penyediaan pupuk NPK.
6. Pupuk organik/ pupuk kandang bila dirasa perlu..
7. Pengairan untuk musim panas.
ad 1. – Bibit jahe merah yang bagus adalah jenis rimpang yang sudah berusia satu tahun keatas.
        – Sebelum ditanam, sebaiknya disemai dulu selama dua minggu dengan cara diletakkan di tanah dan diatasnya diberi jerami atau serbuk gergaji.
        – Penyemaian dengan menaruh rimpang di lahan atau tanah di lingkungan yang sejuk seperti di gudang atau ruangan khusus   beratap.
       – Rimpang sebaiknya jangan dipotong kecil kecil, tetapi biarkan saja utuh.
       – Setelah penyemaian berumur 2-3 minggu biasanya muncul tunas tunas kecil. Lalu ambil tunas jahe tersebut dengan memotong di garis ruas rimpangnya.
       – Ingat, setiap tunas berdiri sendiri, jadi itu sebabnya harus dipisahkan atau dipotong, supaya perkembangan rimpang dan hasil panennya bagus.
       – kebutuhan bibit jahe merah untuk 1 hektar (10,000 m)  butuh sekitar 400-600 kg rimpang jahe merah.
       – 1 Kg bila disemai rata rata menghasilkan 60-90 tunas.
       – bila menggunakan media polybag ukuran 60 cm atau karung goni butuh sekitar 3- 4 tunas.
       – Jadi, 1 kg bila ditanam di polybag atau karung memuat 25 media dengan asumsi per karung/polybag membutuhkan 3 tunas .
ad 2.
     – Lahan yang cocok untuk tanaman jahe merah tentu saja yang subur, gembur, dapat supplai matahari yang cukup, tidak tertutupi oleh pohon lain di sekitarnya, misal tanaman jati.
     – Bila lahannya terlalu asam, maka perlu diberi dolomit secukupnya.
ad 3.
    – Pupuk organik bisa dari sisa2 kotoran kandang, humus atau unsur hara. Bisa juga dengan menggunakan fermentasi urine kelinci atau kambing.
ad 4.
     – Reagent biasa dijual di toko pertanian. Fungsinya untuk membunuh atau membasi hewan hewan pengganggu.
     – Cara penggunaanya tinggal menyebarkannya ke tanah sekitar tanaman jahe merah..
ad 5.
    – Pupuk NPK diberikan ke tanaman jahe ketika berusia 3 bulan ke atas.
    – pemberian NPK setiap sebulan sekali.
ad6.
    – komposisi pupuk organik sebaiknya berimbang. Artinya sepertiga karena dibagi dengan tanah, pupuk organik dan dolomit.
    – Perlu penambahan EM 4 untuk membantu proses penguraian bakteri yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.
Keterangan lebih lengkap silahkan berkomunikasi dengan Whatsap kami di 087838393451. Atau bisa datang langsung ke kami di Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman.
Iklan

Cara mengatasi penyakit daun layu kuning pada tanaman jahe merah

Cara mengatasi penyakit daun layu kuning pada tanaman jahe merah

Ada beberapa penyakit yang sering dialami para pembudidaya jahe merah, salah satu yang sering dijumpai adalah daun tiba-tiba layu menggulung dan berubah warna menjadi kuning. Sebagian petani jahe merah lain menyebut penyakit ini sebagai penyakit layu bakteri. Apapun penamaannya yang paling penting adalah kita sama-sama mencari solusi atas masalah ini.

Penyakit daun layu kuning sebagian besar dijumpai di daerah tropis dan sub tropis terutama yang beriklim lembab. Daerah di Indonesia termasuk kedalam daftar favorit penyakit ini. Serangan penyakit ini tidak dapat dianggap enteng, karena akibat dari serangan ini bisa menurunkan produksi jahe merah hingga hampir 90%. Maka dari itu penyakit ini termasuk hama serius dalam budidaya jahe merah.

Gejala penyakit ini pada umumnya akan nampak pada tanaman jahe merah yang berusia antara 3-4 bulan, pertama diawali dengan warna daun yang berubah menguning dan perlahan-lahan menggulung dari bagian tepi kemudian menjalar kebagian lain kemudian layu dengan sendirinya akhirnya tanamanpun mati. Pada bagian banggal rimpang terlihat basah mulai membusuk. Saat dipencet rimpang akan mengeluarkan cairan putih susu dari bakteri dengan bau khas.

Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri R.solanacearum, bakteri ini berkembang sangat cepat sehingga menyerang tanaman jahe merah dengan cepat pula. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah :

Pemilihan bibit jahe merah yang sehat dan unggul wajib dilakukan sebelum memutuskan untuk memulai budidaya. Karena dari seleksi bibit jahe merah unggul akan didapatkan tanaman jahe merah yang tahan terhadap penyakit, karena sifat bawaan dari induk yang ditularkan pada rimpang bibit jahe merah tersebut.

Perawatan dari gulma perlu dilakukan untuk langkah perfentif sehingga menciptakan teknik dan cara budidaya jahe merah yang benar. Gulma dapat mengganggu tanaman jahe merah dan sebagai salah satu sarana penularan bakteri penyebab penyakit ini.

Pemberian pupuk secara berkala seperti pemberian Bio-FOB, Pupuk NASA, atau pupuk lain yang dapat diperoleh di toko pertanian. Pemberian pupuk bermanfaat untuk membunuh bakteri juga pathogen-patogen parasite lain agar tidak menyebar menulari rimpang sehat lain.

Pemberian pupuk organic cair seperti fermentasi urin kelinci dan pemberian pupuk kandang juga dapat mencegah penularan penyakit ini. Bau khas dari fermentasi urin kelinci juga dapat menjadi alternatif pencegahan perkembangan bakteri ini.

Demikian sedikit uraian dari kami, semoga artikel yang kami bagikan bermanfaat bagi anda yang sedang membudidayakan jahe merah. Dan bagi anda yang baru ingin memulai budidaya jahe merah kami menyediakan layanan pembelian bibit jahe merah dan bibit jahe gajah berkualitas. Segera hubungi kami di :

NO.HP/ WA : 087838393451/0899-8869-758/0812-2830-5869

PIN BB          : 579D8E32

 

daun layu jahe

daun layu jahe

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.