Pusat Layanan Pesanan Bibit Jahe Merah dan Pelatihan Budidaya jahe Merah Yogyakarta.HP/WA 087838393451/082313506330 / 0812 2830 5869/ . PIn BB D58A5732

 

Pengapuran dan Fungsinya bagi tanaman jahe merah

Salah satu proses budidaya jahe yang bertujuan untuk menghambat timbulnya penyakit adalah pengapuran. Tahap ini sangat penting karena tanaman jahe merah akan tumbuh dengan baik jika pH tanah telah sesuai dengan kebutuhan dari tanaman jahe tersebut. Selain itu, keberadaan bibit penyakit juga dapat meminimalisir dengan adanya pengapuran. Bibit jahe merah pun tumbuh dengan baik.

Jenis dan fungsi kapur

kapur dolomit

kapur dolomit

 

Dalam dunia pertanian, ada beberapa jenis kapur. Kapur yang biasa digunakan di lahan pertanian dapat berupa kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur  0H 2, kapur dolomit (CaC03).

Kapur tohor adalah jenis kapur yang dibuat dengan proses pembakaran. Bahan yang digunakan berasal dari batuan kapur gunung dan kulit kerang. Kapur ini juga biasa disebut kapur sirih atau kapur oksida (Ca0). Kapur labur merupakan jenis kapur hasil pembakaran pada kapur tohor dengan menambahkan air batuan kapur. Kapur labur juga biasa disebut kapur tembok atau kapur hidroksida (Ca(0H)2.

Kapur dolomit merupakan kapur karbonat yang dibuat dari bahan batuan kapur tidak melalui pembakaran, tetapi langsung digiling. Kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan sedikit magnesium karbonat disebut kalsit. Sementara itu, kapur karbonat yang mengandung banyak kalsium karbonat dan magnesium karbonat disebut dolomit (CaC03). Kapur dolomit inilah yang banyak dijual di toko pertanian dan umumnya digunakan para petani untuk pengapuran tanah di dalam budidaya jahe merah. Kapur dolomit dianggap kualitasnya paling bagus untuk budidaya jahe merah dan cocok untuk mengapur tanah asam.

Berikut adalah fungsi kapur bagi tanah yang akan ditanami jahe merah maupun jahe gajah.

  • Meningkatkan pH tanah atau mengurangi keasaman tanah agar menjadi stabil.
  • Mengikat kelebihan C02 yang dihasilkan oleh proses pembusukan.
  • Memperbaiki reaksi tanah (menetralkan ion H+.
  • Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan lebih humus.
  • Mempercepat proses penguraian bahan bahan organik.
  • Membantu pemberantasan hama penyakit.

 

Cara Pengapuran

Pengapuran merupakan salah satu hal mendasar dalam pengolahan lahan agar sesuai yang diharapkan. Untuk itu, ada baiknya kita tahu mulai dari dosis, teknik, dan waktu pemberiannya. Agar pemberiannya efektif, petani harus mengetahui kondisi pH tanah dan jenis kapur yang akan digunakan. Pada lahan dengan pH rendah dapat diberikan kapur pertanian sebanyak 1-3 ton / ha atau dolomit sebanyak 0,5-2 ton /ha untuk meningkatkan pH tanah.

Agar pengapuran dapat berjalan baik sebaiknya para petani jahe harus melalui beberapa tahap agar pengapuran berjalan sempurna. Berikut adalah taha tahapan pengapuran.

  • Lakukan pengukuran pH tanah pada beberapa titik secara random, tetapi mewakili seluruh media tanam. Bila dalam satu hamparan lahan nilai pH tanah hampir sama, tidak tidak menjadi masalah, walau nilainya asam atau basa. Namun, bila pH dalam satu hamparan memiliki perbedaan mencolok, petani harus membuat petakan agar mudah dalam menghitung kebutuhan kapurnya.
  • Perhatikan jenis kapur yang akan digunakan, baik kapur tohor atau sirih (Ca0), kapur labur Ca(0H)2, kapur dolomit. Sebaiknya kapur disesuaikan dengan kondisi tanah dan struktur tanah lahan sehingga pengapuran dapat dilakukan secara efektif.
  • Hitung kebutuhan kapur untuk memenuhi nilai normal pH yang ideal sesuai kebutuhan tanaman jahe. Kemudian, lakukan penghitungan kebutuhan volume kapur sesuai dengan luas lahan.
  • Hitung kebutuhan kapur agar penebaran lebih merata sesuai lahan media. Misalnya dalam luas 1 ha dibutuhkan kapur sebanyak 4 ton sedangkan satu karung kapur berisi 50 kg sehingga dibutuhkan kapur sebanyak 80 karung. Kemudian, bagi luas 1 ha dengan 8 karung sehingga diperoleh hasil berupa satu karung untuk luas 125 m2. Dengan demikian pemanfaatan kapur akan lebih merata. Bisa juga dalam satu hamparan lahan kebutuhan kapurnya berbeda. Hal itu karena kondisi keasaman tanahnya berbeda sehingga pemberian kapurnya perlu disesuaikan.
  • Pengapuran sebaiknya dilakukan pada waktu cuaca cerah dan bukan pada saat turun hujan.
  • Teknik pengapuran di lahan dilakukan dengan cara menebarkannya secara merata pada petakan yang telah ditentukan sebelumnya.

pengapuran tanah dengan dolomit

Kebutuhan kapur dolomit untuk menetralkan tanah berdasarkan pH nya

pH tanah Dosis (ton/ha)
4,0 10,24
4,1 9,76
4,2 9,28
4,3 8,82
4,4 8,34
4,5 7,87
4,6 7,39
4,7 6,91
4,8 6,45
4,9 5,98
5,0 5,49
5,1 5,02
5,2 4,54
5,3 4,08
5,4 3,60
5,5 3,12
5,6 2,65
5,7 2,17
5,8 1,69
5,9 1,23
6,0 0,75

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

bibit jahe merah

Pemeliharaan Bibit Jahe merah

 

Setelah kita melakukan penyemaian rimpang jahe merah, langkah yang harus dilakukan adalah pemeliharaan bibit jahe merah. Cara pemeliharaan bibit jahe merah pun sebenarnya cukup mudah dan praktis. Lahan yang digunakan untuk penyemaian harus dalam kondisi basah atau lembab. Itulah sebabnya, diperlukan penyiraman sehari dua kali di pagi hari dan sore hari.

Nah, untuk menghindari serangan jamur, kita bisa melakukan penyemprotan anti jamur. Penyemprotan ini bisa dilakukan menggunakan fungisida. Lakukan penyemprotan ini setiap 1 minggu sekali.

Seleksi Bibit Jahe Merah

Setelah penyemaian selama 2-4 minggu, bibit akan mulai bertunas. Bahkan beberapa bibit sudah memiliki daun muda. Walau penyemaian dilakukan secara bersamaan, tidak semua rimpang tumbuh tunas bersama sama. Hal ini dipengaruhi oleh usia bibit yang disemai berbeda beda. Itulah sebabnya seleksi bibit mesti dilakukan.

Pisahkan bibit berdasarkan tunas, mulai dengan memilih tunas yang besar atau kecil, lalu berdasarkan kondisi tunas, busuk atau masih segar. Lalu pisahkan juga tunas yang sudah berakar dan belum. Hal ini untuk memperoleh kualitas tanaman yang baik dan mempersempit kemungkinan tersebarnya bakteri atau jamur bawaan.

Membantu bibit beradaptasi

Setelah dilakukan seleksi bibit, letakkan bibit seleksi tersebut ke rak atau bilik khusus. Rak tersebut harus didesain agar bibit bisa terkena cahaya matahari 50 %. Hal ini dilakukan untuk membantu bibit bibit tersebut beradaptasi ketika dipindah ke media pembesaran nanti. Jangan lupa untuk selalu menyirami tanaman tersebut. Usahakan untuk menyiram bibit dengan campuran fungisida dan air sesekali. Ini supaya bibit bisa terbebas dari jamur atau hama. Pada masa adaptasi ini, terus awasi perkembangan bibit. Jika ada yang rusak atau tiba tiba membusuk, pisahkan dari kelompoknya.

Penyiapan Lahan Pembesaran

Lahan yang akan digunakan untuk pembesaran tanaman jahe merah juga perlu disiapkan dengan baik. Hal ini dilakukan supaya tanaman bisa menghasilkan rimpang maksimal. Persiapan lahan yang akan digunakan sebenarnya ada dua jenis, yakni ditanam menggunakan media polybag dan lahan persawahan (bedengan atau guludan).

Jika ditanam media luas seperti sawah atau kebun, perlu dipastikan bahwa tanahnya memang gembur dan subur. Hal ini dilakukan supaya akar tanaman jahe merah bisa tumbuh dengan baik, maka pasokan unsur hara terpenuhi dan tanaman jahe merah pun akan tumbuh dengan baik.

Anda berminat budidaya jahe merah? Kami sedia bibit jahe merah ready stok siap kirim kirim ke seluruh nusantara. Hubungi SMS /WA 087838393451. Salam sukses untuk pembudidaya jahe merah di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

 

Langkah yang harus dipersiapkan dalam budidaya jahe merah :

1. Penyediaan Bibit Jahe merah.
2. Persiapan Lahan.
3. Penyediaan Pupuk Organik.
4. Penyediaan Obat anti uret dan hewan pengerat yang disebut Reagent.
5. Penyediaan pupuk NPK.
6. Pupuk organik/ pupuk kandang bila dirasa perlu..
7. Pengairan untuk musim panas.
ad 1. – Bibit jahe merah yang bagus adalah jenis rimpang yang sudah berusia satu tahun keatas.
        – Sebelum ditanam, sebaiknya disemai dulu selama dua minggu dengan cara diletakkan di tanah dan diatasnya diberi jerami atau serbuk gergaji.
        – Penyemaian dengan menaruh rimpang di lahan atau tanah di lingkungan yang sejuk seperti di gudang atau ruangan khusus   beratap.
       – Rimpang sebaiknya jangan dipotong kecil kecil, tetapi biarkan saja utuh.
       – Setelah penyemaian berumur 2-3 minggu biasanya muncul tunas tunas kecil. Lalu ambil tunas jahe tersebut dengan memotong di garis ruas rimpangnya.
       – Ingat, setiap tunas berdiri sendiri, jadi itu sebabnya harus dipisahkan atau dipotong, supaya perkembangan rimpang dan hasil panennya bagus.
       – kebutuhan bibit jahe merah untuk 1 hektar (10,000 m)  butuh sekitar 400-600 kg rimpang jahe merah.
       – 1 Kg bila disemai rata rata menghasilkan 60-90 tunas.
       – bila menggunakan media polybag ukuran 60 cm atau karung goni butuh sekitar 3- 4 tunas.
       – Jadi, 1 kg bila ditanam di polybag atau karung memuat 25 media dengan asumsi per karung/polybag membutuhkan 3 tunas .
ad 2.
     – Lahan yang cocok untuk tanaman jahe merah tentu saja yang subur, gembur, dapat supplai matahari yang cukup, tidak tertutupi oleh pohon lain di sekitarnya, misal tanaman jati.
     – Bila lahannya terlalu asam, maka perlu diberi dolomit secukupnya.
ad 3.
    – Pupuk organik bisa dari sisa2 kotoran kandang, humus atau unsur hara. Bisa juga dengan menggunakan fermentasi urine kelinci atau kambing.
ad 4.
     – Reagent biasa dijual di toko pertanian. Fungsinya untuk membunuh atau membasi hewan hewan pengganggu.
     – Cara penggunaanya tinggal menyebarkannya ke tanah sekitar tanaman jahe merah..
ad 5.
    – Pupuk NPK diberikan ke tanaman jahe ketika berusia 3 bulan ke atas.
    – pemberian NPK setiap sebulan sekali.
ad6.
    – komposisi pupuk organik sebaiknya berimbang. Artinya sepertiga karena dibagi dengan tanah, pupuk organik dan dolomit.
    – Perlu penambahan EM 4 untuk membantu proses penguraian bakteri yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.
Keterangan lebih lengkap silahkan berkomunikasi dengan Whatsap kami di 087838393451. Atau bisa datang langsung ke kami di Dusun Rajek LOr RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman.

Cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah

Dalam budidaya jahe merah, tidak akan terlepas dari beberapa kendala, salah satu kendala yang sering dijumpai para pembudidaya adalah datangnya penyakit pada tanaman jahe merah mereka. Salah satu penyakit yang menyerang adalah penyakit busuk rimpang, lalu bagaimanakah cara mengatasi penyakit busuk rimpang pada budidaya jahe merah?

Penyakit busuk rimpang pada bibit jahe merah dikarenakan jamur Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi yang merupakan jamur tular tanah, jenis ini bertahan dalam tanah di dalam rimpang dalam bentuk struktur istirahat (klamidospora). Selain terinfeksi oleh jamur yang berada dalam tanah, tanaman dapat juga menjadi sakit karena jamur bawaan bibit tanaman yang diambil dari tanaman sakit. Sumber penularan utama pada pertanaman jahe merah  adalah penanaman rimpang sakit. Jamur berkembang baik pada keadaan suhu panas (15-38°C), udara lembab (87-95%) dan keadaan tanah basah/ becek yang lama karena drainase yang buruk.

Salah satu penyebab lain adalah pemakaian pupuk kandang yang masih hangat (baru, tanpa proses pengendapan) juga rawan menjadi media perkembangan jamur fusarium ini.  Meluasnya penyakit di beberapa sentra budidaya jahe merah menandai bahwa pada umumnya tanah pertanian dan benih rimpang jahe yang digunakan oleh para pembudidaya jahe merah sebagian besar sudah tercemar atau terinfeksi oleh jamur Fasarium oxysporum penyebab penyakit busuk rimpang, sehingga tanah maupun rimpang sehat yang digunakan untuk tujuan produksi jumlahnya sangat sedikit. Cara berikut bisa diaplikasikan untuk menghentikan penyebaran penyakit busuk rimpang agar tidak menjalar.

  1. Pemilihan bibit unggul, bebas penyakit dan berkualitas baik
  2. Benih direndam selama 15 menit dengan larutan fungisida untuk mematikan jamur
  3. Persiapan tanah sebelum proses penanaman, untuk mengendalikan penyebaran jamur penyebab busuk rimpang dalam tanah. Bisa mencampurkan pupuk tabur anti-jamur dengan pupuk kandang yang sudah jadi, komposisi disesuaikan dengan luas tanah yang akan digarap. Diamkan selama seminggu agar kombinasi bahan dapat diserap maksimal oleh tanah.
  4. Apabila setelah ditanam, baru terserang jamur dapat diatasi dengan mencampurkan pupuk cair anti jamur dengan air lalu dikocorkan pada tanaman yang terkena jamur. Atau jika memilih pupuk organic cair sebagai bahan pengganti bisa menggunakan fermentasi urin kelinci sebagai bahan kocor

Demikian beberapa uraian dari penulis, apabila anda ingin mencoba budidaya jahe merah, anda dapat memperoleh bibit jahe merah dari kami, atau bagi anda yang menghendaki seminar maupun pelatihan budidaya jahe merah, dapat menghubungi kami di :

Admin XL                  : 0878-3839-3451

Admin SIMPATI        : 0812-2830-5869

Admin 3 (Three)         : 0899-8869-758

rimpang jahe

busuk rimpang jahe

 

Cara mengatasi penyakit daun layu kuning pada tanaman jahe merah

Ada beberapa penyakit yang sering dialami para pembudidaya jahe merah, salah satu yang sering dijumpai adalah daun tiba-tiba layu menggulung dan berubah warna menjadi kuning. Sebagian petani jahe merah lain menyebut penyakit ini sebagai penyakit layu bakteri. Apapun penamaannya yang paling penting adalah kita sama-sama mencari solusi atas masalah ini.

Penyakit daun layu kuning sebagian besar dijumpai di daerah tropis dan sub tropis terutama yang beriklim lembab. Daerah di Indonesia termasuk kedalam daftar favorit penyakit ini. Serangan penyakit ini tidak dapat dianggap enteng, karena akibat dari serangan ini bisa menurunkan produksi jahe merah hingga hampir 90%. Maka dari itu penyakit ini termasuk hama serius dalam budidaya jahe merah.

Gejala penyakit ini pada umumnya akan nampak pada tanaman jahe merah yang berusia antara 3-4 bulan, pertama diawali dengan warna daun yang berubah menguning dan perlahan-lahan menggulung dari bagian tepi kemudian menjalar kebagian lain kemudian layu dengan sendirinya akhirnya tanamanpun mati. Pada bagian banggal rimpang terlihat basah mulai membusuk. Saat dipencet rimpang akan mengeluarkan cairan putih susu dari bakteri dengan bau khas.

Penyebab dari penyakit ini adalah bakteri R.solanacearum, bakteri ini berkembang sangat cepat sehingga menyerang tanaman jahe merah dengan cepat pula. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah :

Pemilihan bibit jahe merah yang sehat dan unggul wajib dilakukan sebelum memutuskan untuk memulai budidaya. Karena dari seleksi bibit jahe merah unggul akan didapatkan tanaman jahe merah yang tahan terhadap penyakit, karena sifat bawaan dari induk yang ditularkan pada rimpang bibit jahe merah tersebut.

Perawatan dari gulma perlu dilakukan untuk langkah perfentif sehingga menciptakan teknik dan cara budidaya jahe merah yang benar. Gulma dapat mengganggu tanaman jahe merah dan sebagai salah satu sarana penularan bakteri penyebab penyakit ini.

Pemberian pupuk secara berkala seperti pemberian Bio-FOB, Pupuk NASA, atau pupuk lain yang dapat diperoleh di toko pertanian. Pemberian pupuk bermanfaat untuk membunuh bakteri juga pathogen-patogen parasite lain agar tidak menyebar menulari rimpang sehat lain.

Pemberian pupuk organic cair seperti fermentasi urin kelinci dan pemberian pupuk kandang juga dapat mencegah penularan penyakit ini. Bau khas dari fermentasi urin kelinci juga dapat menjadi alternatif pencegahan perkembangan bakteri ini.

Demikian sedikit uraian dari kami, semoga artikel yang kami bagikan bermanfaat bagi anda yang sedang membudidayakan jahe merah. Dan bagi anda yang baru ingin memulai budidaya jahe merah kami menyediakan layanan pembelian bibit jahe merah dan bibit jahe gajah berkualitas. Segera hubungi kami di :

NO.HP/ WA : 087838393451/0899-8869-758/0812-2830-5869

PIN BB          : 579D8E32

 

daun layu jahe

daun layu jahe

Menanam bibit jahe merah dengan prinsip tunas mandiri

Budidaya jahe merah tidak terlepas dari pemilihan kualitas bibit jahe merah. Selain itu, jika ingin menanam jahe merah, bibit yang berupa rimpang harus disemai terlebih dahulu. Dalam satu rimpang utuh tentu akan di dapati beberapa mata tunas yang akan memunculkan tunas baru nantinya. Biasanya satu rimpang memiliki antara 2-4 mata tunas.

Apabila ingin cara budidaya jahe merah yang mudah, maka rimpang yang sudah diketahui mata tunasnya di semai di tanah setelah muncul beberapa tunas baru dalam satu rimpang maka sudah siap untuk dipotong / dipisahkan satu persatu. Mungkin anda bertanya kenapa satu rimpang tidak langsung ditanam semua? Kenapa harus dipisah-pisah?

Pemisahan setiap mata tunas perlu dilakukan, mengingat tunas yang tumbuh di rimpang memerlukan ruang gerak pertumbuhan yang leluasa dan tidak menempel terus pada satu rimpang saja. Dikarenakan hal ini juga akan mengorbankan tunas yang lain. Dalam artian satu tunas bisa berkembang dengan baik, namun tunas yang lain mati kekurangan ruang gerak dan jatah nutrisi.

Sehingga solusi terbaik adalah dengan memisahkan tunas satu dengan tunas yang lain ( ada dalam satu rimpang) secara mandiri agar tunas tersebut dapat sama-sama hidup, tumbuh berkembang baik juga dapat bergerak bebas, sehingga rimpang yang akan dihasilkan nantinya merekah dengan hasil maksimal.

Namun perlu diingat perlu berhati-hati jangan sampai saat pemotongan dilakukan dengan tehnik yang keliru. Pemotongan rimpang dilakukan saat tunas sudah berukuran sekitar 2cm, dengan memotong garis ruas mata tunas yang telah tumbuh dengan tetap menempelkan sedikit rimpang yang bertujuan untuk sumber makanan bagi tunas.

Setelah syarat pemotongan sudah terpenuhi, saatnya memindahkan pada media tanam yang telah di sediakan seperti lahan, polybag atau karung. Selamat mencoba, semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda. bagi anda yang ingin mengetahui cara budidaya jahe merah dan membutuhkan bibit jahe merah, kami mempunyai stok bibit jahe merah. Segera hubungi kami di HP/WA : 087838393451 , PIN BB : 579D8E32 berlokasi di Rajek Lor RT 2 RW 24 Desa Tirtoadi Mlati Sleman.

Namun, bagi anda yang ada di wilayah purwodadi, pati, kudus, jepara, rembang dan sekitarnya dapat menghubungi partner kami yang ada di ds.talun rt 3 rw 1 kec.kayen kab. Pati untuk memperoleh bibit jahe merah dapat menghubungi di 081228305869 atau WA 08998869758.

Jpeg

bibit jahe merah

bibit jahe merah

bibit jahe merah

bibit jahe merah dengan tunas mandiri

Manfaat minyak atsiri pada jahe merah

Jahe merah merupakan tanaman obat bertumbuh rumpun dan berbatang semu. Persebaran jahe merah dari india sampai china, pertama kali dibawa dari daratan asia pasifik.  Berbagai Negara dibelahan dunia, memanfaatkan jahe merah sebagai bahan pembuatan minuman, obat-obatan, bumbu masak dan lain sebagainya.

Selain itu jahe merah juga diambil minyak atsirinya dengan cara penyulingan untuk dimanfaatkan secara luas dan spesifik. Minyak atsiri pada jahe merah biasa disebut juga dengan minyak eteris (Aetheric oil). Nama lain dari minyak aromaterapi, minyak esensial, minyak terbang.

Minyak atsiri pada jahe merah berbentuk kental jika berada pada suhu ruang, namun cepat menguap dan menimbulkan wangi yang khas. Dalam berbagai bidang industri peranan minyak atsiri sangat dibutuhkan sebagai bahan baku. Seperti beberapa industry berikut ini :

Dalam industri kosmetik, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penambah aroma terapi pada sabun, sampo, pata gigi, pencuci tangan dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam industri makanan, kandungan minyak atsiri pada jahe merah digunakan sebagai penyedap rasa dan aroma. Untuk industri parfum minyak atsiri pada jahe merah digunakan untuk membentuk aroma parfum dengan wewangian khas aromatherapy yang menenangkan.

Dalam industri farmasi, kandungan minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai anti nyeri, anti bakteri dan anti infeksi. Apalagi sekarang salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia sudah berinovasi menciptakan minyak angina aroma therapy dengan wangi khas jahe merah yang lebih hangat.

Dalam industri bahan pengawet minyak atsiri pada jahe merah dimanfaatkan sebagai insektisida. Dengan mengetahui beberapa manfaat minyak atsiri untuk kebutuhan industri maka dapat dilihat pula prospek cerah jika memutuskan untuk budidaya jahe merah . karena kebutuhan pasokan minyak atsiri jahe merah pada industri berlangsung terus menerus. Dari tahun ke tahun pun terus meningkat.

Hal ini menjadi peluang bagi anda untuk menanam jahe merah. Kami menyediakan bibit jahe merah bagi anda yang berniat memulai budidaya. Segera hubungi kami di :

HP/WA admin 1 : 0899-8869-758

HP/WA admin 2 : 0878-3839-3451

PIN BB               : 579D8E32

 

budidaya jahe merah

budidaya jahe merah

Awan Tag

cara budidaya jahe merah

cara budidaya jahe merah. Hp/WA 087838393451

Delivery Makanan Jogja

Delivery Makanan Jogja | Catering | Nasi Kotak | Nasi Box

write meg!

Another take on writing, reading, loving -- and eating

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.